Peretas Laman Setkab Dibekuk, Ternyata 650 Website Sudah Jadi Korban Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/madartzgraphics)

MerahPutih.com - Polisi menangkap dua remaja terduga peretas laman situs web Sekretaria Kabinet https://setkab.go.id/.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Slamet Uliandi menyebutkan, pelaku berinisial Zyy dan Lutfifakee.

"Pelaku masih berusia belasan tahun. Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda di Sumatera Barat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/8).

Baca Juga:

Web Info COVID-19 Pemprov Jatim Diretas

Slamet memerinci, penangkapan pelaku pertama pada 5 Agustus 2021 di Tabing Bandar Gadang, Kota Padang. Pelaku kedua ditangkap keesokan harinya di Pasar Baru Nagari Sungai Rumbai Dharmasraya.

Diduga, motif peretasan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dengan menjual script backdoor dari website.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto turut memberikan penjelasan bahwa adanya kelemahan pada sistem keamanan website milik pemerintah terjadi karena kelengahan operator.

"Kelengahan itu seperti log in di tempat publik, sehingga jaringannya tidak aman. Hal ini memang memerlukan kehati-hatian, terlebih dalam suasana PPKM masih bekerja di luar kantor," terangnya.

"Pada 30 Juli lalu, pelaku melakukan defacing website Setkab dengan cara mengubah tampilan website tidak semestinya. Sehingga website tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya dengan bertuliskan 'PWNED BY ZYY FEAT LUTFIFAKE'," jelasnya.

Halaman situs Sekretariat Kabinet. (Foto: MP/setkab.go.id)
Halaman situs Sekretariat Kabinet. (Foto: MP/setkab.go.id)

Perbuatan para pelaku peretasan dapat dikenakan tuntutan pidana pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) jo pasal 30 ayat (1) ayat (2) ayat (3), pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1), pasal 49 jo pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Temuan dalam pengungkapan ini, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim mengungkap, pelaku bukan pertama kali melakukan kejahatan defacing website. Pelaku sudah meretas sebanyak 650 website dalam negeri maupun luar negeri.

"Pelaku yang tergabung dalam komunitas Padang BlackHat ini mengakui sudah melakukan peretasan terhadap 650 website. Rata-rata menyasar situs perusahaan dan situs pemerintah," jelas Slamet.

Hal itu kemudian disesuaikan dengan forensik terhadap barang bukti yang kini diamankan. Di antara barang bukti itu berupa satu buah laptop 14 inchi merk Axioo seri Neon model HNM dan 1 satu buah handphone merk Oppo Reno 5F dari pelaku pertama.

Baca Juga:

Akun Medsos Diretas, Pengurus BEM UI Dipersilakan Lapor Polisi

Sementara, dari pelaku kedua diamankan satu buah handphone merk Samsung seri Galaxy A11 warna hitam; satu buah handphone merk Redmi Note 5 warna rosegold; dan satu unit laptop merk Notebook Asus warna silver.

"Kami cocokkan pengakuan dengan digital forensik terhadap barang bukti yang ditemukan," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Slamet mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga sistem keamanan website dan data. Dalam era terbukanya informasi, teknologi IT dapat diperoleh masyarakat dengan mudah di dunia maya. Sehingga siapa pun dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk melakukan kejahatan.

"Kembali ke orangnya, mau memanfaatkan pengetahuan TI untuk hal baik atau untuk hal jahat. Makanya penting masyarakat menjaga keamanan data," pungkas Slamet. (Pon)

Baca Juga:

Politisi Demokrat Sebut Peretasan Akun Medsos Pengurus BEM UI Bersifat Sistematik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi, Pimpinan KPK,dan Kepala BKN Digugat Bekas Pegawai KPK
Indonesia
Jokowi, Pimpinan KPK,dan Kepala BKN Digugat Bekas Pegawai KPK

Ita dan kawan-kawan meminta hakim menghukum para tergugat untuk merehabilitasi nama baik para pegawai yang dipecat.

Angka Kematian Pasien COVID-19 di Shanghai Meningkat
Dunia
Angka Kematian Pasien COVID-19 di Shanghai Meningkat

Semua kasus kematian memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti tumor ganas, liver, diabetes, dan uremia. Hanya lima pasien yang meninggal yang telah mendapatkan vaksin.

Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup
Indonesia
Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup

Sejak 5 November 2020 hingga hari ini, Gunung Merapi kini memiliki dua kubah lava, yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Hari Ini Tiga Mobil Vaksinasi Keliling di DKI Buka Hingga Jam 5 Sore
Indonesia
Hari Ini Tiga Mobil Vaksinasi Keliling di DKI Buka Hingga Jam 5 Sore

Cara daftar vaksin keliling ini sangat mudah

Konsumsi Bensin Naik 5 Persen Selama Mudik Lebaran 2022
Indonesia
Konsumsi Bensin Naik 5 Persen Selama Mudik Lebaran 2022

Bahan bakar jenis gasoil (solar) justru menurun 5 persen karena sudah mulai adanya pembatasan kendaraan logistik dan truk besar.

Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Kota Bekasi
Indonesia
Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Kota Bekasi

Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati.

[Hoaks atau Fakta]: Presiden Putin Mainkan Lagu Indonesia Raya
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Putin Mainkan Lagu Indonesia Raya

Informasi yang sama juga sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax.

5 Pati TNI AD Berpeluang Jabat KSAD
Indonesia
5 Pati TNI AD Berpeluang Jabat KSAD

Lima perwira tinggi TNI AD berpeluang untuk menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi kepala Staf (KSAD) TNI AD.

Pemprov DKI Bakal Gelar Pasar Murah, Minyak Goreng Dijual Per Liter Rp 13.500
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Gelar Pasar Murah, Minyak Goreng Dijual Per Liter Rp 13.500

PT Food Station Tjipinang Jaya bakal melaksanakan pasar murah minyak goreng curah, di Pasar Indul Beras Cipinang, Jakarta Timur.

DPD Harap Revisi Otsus Papua Jilid II Jangan Hanya Kejar Tayang
Indonesia
DPD Harap Revisi Otsus Papua Jilid II Jangan Hanya Kejar Tayang

Bisa menjadi bahan pertimbangan nomenklaturnya