Perempuan, Menjadi Optimis Membuat Panjang Umur Punya sikap optimistis membuat perempuan lebih sehat. (foto: pixabay/myriamfotos)

BERSIKAP optimistis terkadang susah dilakukan. Namun, selalu punya pemikiran yang positif dan mengharapkan yang terbaik ternyata membawa efek bagi kelangsungan hidup. Setidaknya bagi para perempuan.

Penelitian terbaru menunjukkan perempuan yang punya sikap optimistis dalam kehidupan memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama jika dibandingkan dengan mereka yang pesimitis.

BACA JUGA: Terlalu Kurus Memicu Menopause Dini pada Perempuan

Eric Kim, Kepala Peneliti di Department of Social and Behavioral Sciences di Harvard TH Chan School of Public Health di Boston, dan rekannya menyatakan bahwa salah satu cara untuk memperbaiki kualitas hidup dan memperbaiki kesehatan ialah dengan memiliki sifat optimistis.

Senada, penelitian yang dilakukan di University of Illinois menemukan fakta bahwa mereka yang optimistis cenderung memiliki kesehatan jantung yang lebih baik ketimbang mereka yang pesimistis.

Optimistis bikin panjang umur

woman
Menjadi optimis berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. (foto: pixabay/erikawittlieb)

American Journal of Epidemiology mendefinisikan optimistis sebagai sikap mental yang ditunjukkan dengan pikiran yang positif serta penuh pengharapan dan yakin bahwa sesuatu yang baik akan selalu datang. Orang yang optimistis selalu memiliki pikiran yang positif sesulit apa pun kondisi yang dihadapi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang optimistis cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang pesimistis.

Kaitlin Hagan, salah satu peneliti kesehatan masyarakat di Brigham & Women’s Hospital dan Harvard University di Boston yang berkontribusi dalam penelitian tersebut, menyatakan optimis cenderung bertindak dengan cara yang lebih sehat dalam hidup.

Sebagai contoh, melakukan olahraga lebih sering, mengonsumsi makanan sehat, serta hal lainnya yang akhirnya berdampak pada berkurangnya risiko kematian dan secara tidak langsung memperpanjang usia.

Hagan juga menambahkan, optimisme mungkin juga berdampak langsung pada fungsi biologis tubuh. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat optimisme yang tinggi pada seseorang berpengaruh pada tingkat peradangan yang lebih rendah, tingkat lipid (lemak dalam darah) yang lebih sehat, dan antioksidan yang lebih tinggi.

Untuk melihat lebih jauh manfaat sikap optimis terhadap kesehatan dan risiko kematian, Kim dan rekan-rekannya menganalisis data dari tahun 2004-2012 yang melibatkan sekitar 70 ribu wanita yang merupakan bagian dari Nurses Health Study.

Hasilnya, jika dibandingkan dengan perempuan yang memiliki tingkat optimisme lebih rendah, mereka yang memiliki tingkat optimisme yang lebih tinggi memiliki risiko 30% lebih rendah mengalami kematian dini.

Peneliti juga menemukan fakta bahwa perempuan yang paling optimistis memiliki kemungkinan lebih kecil meninggal karena berbagai penyakit jika dibandingkan dengan perempuan yang paling tidak optimistis.

Jadi, mulai sekarang ubahlah pola pikir gelas setengah kosong ke pemikiran gelas setengah penuh. (dwi)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH