Perempuan Korban Kekerasan Seksual Lebih Rentan Terkena Gangguan Otak Perempuan yang mengalami trauma seksual harus merasa diberdayakan untuk memberi tahu dokter mereka. (Foto: vccvr.org)

PEREMPUAN yang telah mengalami kekerasan seksual memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan jenis kerusakan otak yang telah dihubungkan dengan penurunan kognitif, demensia dan stroke. Demikian sebuah studi baru menemukan.

"Itu bisa berupa pelecehan seksual masa kanak-kanak atau kekerasan seksual ketika dewasa," kata penulis studi Rebecca Thurston, seorang profesor dan direktur Women's Biobehavioral Health Laboratory di SUniversity of Pittsburgh's Graduate School of Public Health, AS.

"Berdasarkan data populasi, sebagian besar perempuan mengalami kekerasan seksual ketika mereka berada di masa remaja awal dan dewasa awal," tambahnya, "jadi ini kemungkinan pengalaman awal yang kita lihat tandanya di kemudian hari."

Baca juga:

Orangtua Bisa Jadi Pelaku Perundungan, Kenapa?

Studi baru yang dipresentasikan Kamis (17/9) pada pertemuan tahunan North American Menopause Society itu menambah, semakin banyak penelitian tentang dampak jangka panjang kekerasan seksual pada tubuh dan pikiran.

"Kita perlu menjaga perhatian kita pada masalah kekerasan seksual terhadap perempuan dan tidak membiarkannya hilang dari radar masyarakat, karena ini terus menjadi masalah kesehatan utama perempuan," kata Thurston seperti diberitakan CNN (22/9).

Pengaruh pada Fisik

Perempuan dengan riwayat kekerasan seksual memiliki hiperintensitas materi putih yang lebih besar di otak. (Foto: cdn.net)
Perempuan dengan riwayat kekerasan seksual memiliki hiperintensitas materi putih yang lebih besar di otak. (Foto: cdn.net)

Studi sebelumnya telah menemukan trauma seksual terkait dengan tingkat trigliserida dan tekanan darah yang lebih tinggi di usia paruh baya, dan risiko tiga kali lipat lebih besar terkena plak karotis, semua faktor risiko utama penyakit jantung.

Selain itu, sebuah studi tahun 2018 yang dilakukan Thurston menemukan, perempuan yang melaporkan serangan seksual sebelumnya tiga kali lebih mungkin mengalami depresi, dan dua kali lebih mungkin mengalami peningkatan kecemasan dan insomnia dibandingkan perempuan tanpa riwayat trauma seksual.

Depresi, kecemasan, dan gangguan tidur semuanya terkait dengan hasil kesehatan yang lebih buruk, termasuk penyakit jantung, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS.

Baca juga:

Statistik CDC juga menunjukkan lebih dari 1 dari 3 perempuan di AS (dan 1 dari 4 laki-laki) mengalami kekerasan seksual setidaknya sekali dalam hidup mereka. Mempertimbangkan dampak yang meluas, Thurston mengatakan dokter harus bertanya kepada pasien mereka tentang trauma seksual sebelumnya, dan kemudian dengan hati-hati memantau risiko kardiovaskular perempuan itu seiring bertambahnya usia.

Perempuan yang mengalami trauma seksual juga harus merasa diberdayakan untuk berbicara dan memberi tahu dokter mereka, tambahnya.

"Benar-benar bagikan informasi ini dengan penyedia layanan kesehatanmu," kata Thurston, "Ini bukan salahmu, jadi tolong bagikan apa yang kamu rasa nyaman untuk diungkapkan. Ini adalah informasi penting yang berimplikasi pada kesehatan fisik dan kesejahteraan emosionalmu."

Pemindaian Otak

Perempuan yang melaporkan serangan seksual sebelumnya tiga kali lebih mungkin mengalami depresi. (Foto: kuchhnaya.com)
Perempuan yang melaporkan serangan seksual sebelumnya tiga kali lebih mungkin mengalami depresi. (Foto: kuchhnaya.com)

Studi baru, yang akan segera diterbitkan dalam jurnal Brain Imaging and Behavior, mencari tanda-tanda hiperintensitas materi putih dalam pemindaian otak 145 perempuan paruh baya tanpa riwayat penyakit kardiovaskular, stroke, atau demensia sebelumnya. Namun, 68 persen peserta pernah mengalami trauma, dan 23 persen perempuan, trauma itu adalah kekerasan seksual.

Hiperintensitas materi putih, yang muncul sebagai bintik-bintik putih kecil pada MRI, adalah penanda gangguan aliran darah yang telah meninggalkan kerusakan di otak.

"Dengan menggunakan pencitraan otak, kami menemukan bahwa perempuan dengan riwayat kekerasan seksual memiliki hiperintensitas materi putih yang lebih besar di otak, yang merupakan indikator penyakit pembuluh darah kecil yang dikaitkan dengan stroke, demensia, penurunan kognitif, dan kematian," kata Thurston.

Studi ini mengontrol penyakit dan kondisi lain yang akan memengaruhi perkembangan hiperintensitas materi putih, seperti usia, hipertensi, merokok dan diabetes. Studi ini juga mengontrol gangguan emosional, termasuk depresi, kecemasan, dan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Peningkatan hiperintensitas materi putih, kata Thurston, tidak dijelaskan oleh gejala subjektif dari kesusahan ini, "Ini hampir seperti tubuhmu memiliki memori yang mungkin tidak sepenuhnya terwujud melalui gejala psikologis. Serangan seksual juga meninggalkan jejak trauma di otak dan tubuh kita." (aru)

Baca juga:

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
CEO Twitter Berharap Bitcoin Bisa Ciptakan Perdamaian Dunia
Fun
CEO Twitter Berharap Bitcoin Bisa Ciptakan Perdamaian Dunia

CEO Twitter Jack Dorsey berharap mata uang kripto Bitcoin dapat membawa perdamaian di dunia.

Laleilmanino Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan di Hari Hutan Sedunia
ShowBiz
Laleilmanino Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan di Hari Hutan Sedunia

Wisata Situ Gunung merupakan salah satu pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Melihat Modisnya Kombinasi Kain Tradisional dengan Material Kulit
Fashion
Felicya Angelista Ngidam Video Call Song Joong-ki, Malah jadi Kerja Sama
ShowBiz
Felicya Angelista Ngidam Video Call Song Joong-ki, Malah jadi Kerja Sama

Kolaborasi spesial antara Scarlett dan Song Joong-ki dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara eksklusif.

Lelah Setelah Menjadi Vegan? Ada Apa?
Fun
Lelah Setelah Menjadi Vegan? Ada Apa?

Sebenarnya makanan nabati memberikan banyak energi, lalu mengapa makan vegan membuat kamu menjadi sangat lelah?

Tetap Stylish Saat Idul Adha Meski PPKM Darurat
Fashion
Tetap Stylish Saat Idul Adha Meski PPKM Darurat

Walaupun hanya sekadar foto keluarga.

Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh, Kok Bisa?
Fun
Puasa Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh, Kok Bisa?

Berpuasa bantu perbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.

Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global
Fun
Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan terjadinya krisis air global

Apa Moda Transportasi Paling Aman untuk Liburan Akhir Tahun?
Fun
Apa Moda Transportasi Paling Aman untuk Liburan Akhir Tahun?

Pesawat, kereta, atau kendaraan pribadi?