Perempuan Indonesia Antikorupsi Minta Jokowi Terbitkan Perppu KPK Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) di Gedung KPK (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) menilai tak ada langkah konkret dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang sudah disahkan DPR.

"Kami tak melihat ada langkah konkret yang lebih jelas atau tanda-tanda yang lebih jelas mengenai akan dikeluarkannya (perppu) atau tidak," kata perwakilan PIA Anita Wahid dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).

Baca Juga

Ini Alasan Jokowi Belum Mau Terbitkan Perppu KPK

Anita menyayangkan sikap Jokowi yang sebelumnya mempertimbangkan akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk UU KPK hasil revisi.

"Bahwa kami tak melihat ketegasan beliau atas apa yang sudah diucapkan sendiri, yaitu akan mempertimbangkan keluarkan perppu, bahkan sudah ada omongan sendiri mengenai siapa yang akan ditunjuk untuk mendraft perppu-nya," ujar dia.

jokowi dan partai koalisi
Jokowi dan sembilan Sekjen Parpol pengusung saat Pilpres 2019 lalu (net/ist)

Revisi UU KPK sendiri sejatinya akan berlaku pada Kamis, 17 Oktober 2019 jika Jokowi tak segera menerbitkan perppu KPK. Revisi UU KPK akan diundangkan satu bulan setelah disahkan DPR.

"Besok (Kamis, 17 Oktober) adalah waktu yang sangat krusial, karena besok adalah moment di mana UU KPK akan berlaku. Jadi kami juga heran dengan mepetnya waktu ini, mengapa tak ada langkah-langkah yang jelas untuk dikemukakan kepada publik," ujar Anita.

Baca Juga

Eks Ketua MK Pastikan Jokowi Aman dari Pemakzulan Perppu KPK

Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gusdur ini mengaku pihaknya sudah melayangkan surat kepada Jokowi agar segera menerbitkan perppu. Surat tersebut disampaikan kepada Jokowi atas dasar inisiatif Perempuan Indonesia Antikorupsi dan komunitas antikorupsi di sejumlah daerah.

"Itu sebabnya kami melayangkan surat untuk memberikan tekanan kepada Pak Presiden agar melihat ada urgensi yang sangat tinggi untuk segera mengeluarkan perppu ini, dan mengingatkan kembali pada komitmen beliau (memberantas korupsi)," pungkasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH