Hari Kartini 2021
Perempuan di Masa Pandemi Harus Teladani Kartini Kartini mendorong perempuan melek literasi. (Foto: Arsip Nasional republik Indonesia)

DI tengah situasi pandemi COVID-19, anak-anak sangat membutuhkan peran orang tua. Peran orang tua diperlukan dalam membantu anak melakukan pembelajaran jarak jauh maupun kegiatan lainnya.

Untuk itu, Ketua TP-PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, mengajak orang tua agar lebih bijak dan arif saat mendampingi anaknya, terlebih di masa pandemi seperti ini.

Baca Juga:

Wanita vs Perempuan, Pilih (Mau Jadi yang) Mana?

anak
Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership. (Foto: Unsplash/Arwan Sutanto)

Menurutnya, situasi pandemi memang serba sulit. Zaman sulit ini mengingatkan pada era Kartini. Namun Kartini mampu menghadirkan sebuah kebijakan fenomenal untuk mengetahui hal yang harus dilakukan seorang perempuan ketika berada dalam satu tantangan tanggung jawab.

Menurutnya, Kartini merupakan sosok yang berbudi pekerti, dan shalihah. Terlihat dari isi surat-suratnya yang dikompilasi dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Mengutip surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901, Siti menyebut Kartini sebagai akselerator atau inspirasi bagi perempuan.

Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama,” demikian isi surat Kartini.

“Dalam suratnya juga menceritakan keinginan dia untuk menjadi akselerator bagi perempuan-perempuan yang lain supaya memiliki skill untuk menata dan meningkatkan kualitas hidupnya,” terang Siti, menyambut Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2021.

Kartini, menurutnya, ingin mencerdaskan, meningkatkan literasi, kualitas dan peran serta tugas perempuan. “Supaya ketika dia menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik,” imbuh Siti.

Baca Juga:

Perempuan Sulit Dimengerti atau Pria yang Tidak Peka?

ibu
Menjadi ibu dan istri dia mampu menata dan menjaga situasi rumah dengan sangat baik. (Foto: Unsplash/Hobi industri)

Maka fenomena pandemi menjadi tantangan sangat besar bagi Kartini-Kartini era kekinian. Mereka dituntut mampu melahirkan generasi berkualitas, sekaligus menjadi pemenang dalam menghadapi pandemi.

“Anak-anak tetap harus memiliki kecerdasan spiritual, emosional, sosial, leadership dan itu dirangkum dengan segala kesulitan bisa diatasi, tentu dimulai dari keluarga,” tutur Siti.

Siti berpandangan Kartini masa kini harus memiliki tiga dasar untuk bisa menjalankan peran dan tugasnya dalam rumah tangga, termasuk menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Indonesia saat ini membutuhkan keluarga yang mampu melahirkan anak berkualitas, mengingat masa depan bangsa memiliki tantangan dan cita-cita mulia yang tertulis di dalam UUD yaitu melahirkan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Tiga dasar tersebut ialah, pertama memiliki kelurusan dalam pengabdian kepada Tuhan, yakni dengan menjadikan para pendahulunya menjadi kiblat. “Kartini ini mengajarkan sosok perempuan yang shalihah, berilmu, dan sosial. Saya melihat sosok Kartini ini sosok khadijah di jamannya,” tuturnya.

Kedua, literasi. Perempuan hari ini harus berliterasi sekaligus mampu meningkatkan indeks literasi. “Mari menjadi perempuan, kenali diri dan potensi, dan tingkatkan literasi,” seru Siti.

Dan terakhir, berbagi dengan sesama. Meski dalam kesulitan, perempuan tetap memiliki tugas sangat besar untuk mengembangkan tanggung jawab sosial kepada sesama.

“Bukan hanya berbagi materi, tapi disini berbagi keteladanan, inspirasi, motivasi, dan spirit bahwa kita berada di dalam satu ruang yang sama, melewati masa yang sama dengan tujuan yang sudah jelas, dan sama,” terang Siti.

“Yaitu menghadirkan kehidupan yang baik di masa yang akan datang, terselamatkan anak-anak kita, dan Kota Bandung harus menjadi Kota penyumbang pahlawan terbanyak.” (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Alasan Mengapa Perempuan Harus Bekerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tangyuan, Makanan Penutup Wajib saat Perayaan Imlek
Fun
Tangyuan, Makanan Penutup Wajib saat Perayaan Imlek

Katanya hidangan ini akan membawa berkah baik sepanjang tahun.

Karya Hayao Miyazaki Dipamerkan di Acamedy Museum of Motion Pictures
Fun
Karya Hayao Miyazaki Dipamerkan di Acamedy Museum of Motion Pictures

Hayao Miyazaki adalah orang di balik karya-karya gemilang Studio Ghibli.

Pemuda 18 Tahun jadi Relawan Termuda di PMI
Fun
Pemuda 18 Tahun jadi Relawan Termuda di PMI

Menjadi relawan termuda bukan berarti memiliki tanggung jawab yang kecil.

News Anchor Bertenaga AI Pertama di Korea Selatan Tampak Sangat Realistis
Fun
News Anchor Bertenaga AI Pertama di Korea Selatan Tampak Sangat Realistis

News Anchor bertenaga Augmented Reality pertama di Korea Selatan jadi sorotan di media sosial

Manfaat Okra untuk Penderita Diabetes
Fun
Manfaat Okra untuk Penderita Diabetes

Berikut ini cara okra membantu mengelola diabetes:

Sutra Laba-laba Vegan, Bahan Baru Pengganti Plastik
Fun
Sutra Laba-laba Vegan, Bahan Baru Pengganti Plastik

Kemasan plastik bertanggung jawab atas 46 persen dari 340 juta ton sampah plastik yang dihasilkan secara global pada tahun 2018.

Baru Rilis, 'Easy On Me' Pecahkan Rekor Spotify
ShowBiz
Baru Rilis, 'Easy On Me' Pecahkan Rekor Spotify

Meraih 20 juta streaming dalam satu hari sepanjang sejarah Spotify.

Fenomena Bertukar Rumah di Hong Kong, Cara Baru Berlibur dengan Aman
Fun
Pangeran William Kritik Wisata Angkasa Luar para Miliarder
ShowBiz
Pangeran William Kritik Wisata Angkasa Luar para Miliarder

Masalah sebenarnya ialah menyelamatkan Bumi.

3 Fakta Tentang Sultan Baabullah, Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional
Fun
3 Fakta Tentang Sultan Baabullah, Calon Penerima Gelar Pahlawan Nasional

Yuk pelajari sejarah untuk menghargai perjuangan pahlawan