Perekonomian Indonesia Diprediksi Pulih pada 2021 Usai COVID-19 Ilustrasi - Gedung perkantoran di Jakarta. ANTARA/M Razi Rahman

MerahPutih.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian kembali pulih pada 2021 setelah pandemi COVID-19 diprediksi berakhir pada September 2020.

"Kemungkinan kalau kita melihat pemulihan perekonomian akan terjadi pada tahun 2021," katanya di Jakarta, Selasa (28/4)

Baca Juga

Di Jakarta Terjadi Pelambatan Jumlah Penderita Corona

Prediksi pemulihan ekonomi tersebut, menurut Bhima, berdasarkan proyeksi berbasis data driven dari Singapura yang menyebut pandemi COVID-19 diperkirakan berakhir pada September 2020.

Bhima
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagaimana dilansir Antara, bahwa harapannya usai pandemi COVID-19 selesai pada September, perlahan-lahan lapangan kerja mulai kembali dibuka.

Sebelumnya, berdasarkan data pemerintah sampai 26 Maret 2020, Dedi dan tim merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020 dengan total penderita positif COVID-19 mencapai 6.174 kasus.

Namun, mengacu dengan data publikasi terbaru pemerintah hingga 23 April 2020, persebaran COVID-19 di Indonesia diprediksi mencapai puncaknya pada Mei 2020 dan kemudian mereda pada akhir Juli 2020 dengan perkiraan proyeksi total penderita positif COVID-19 di angka 31 ribuan kasus.

Prediksi itu menggunakan pemodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM), dengan asumsi waktu puncak tunggal.

Baca Juga

Relaksasi Penyampaian Dokumen Kelengkapan SPT 2019 di Tengah COVID-19

Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dedi Rosadi mengatakan bahwa prediksi tersebut bersifat sementara dan diperbaharui berkala sesuai data yang ada untuk prediksi jangka panjang.

Dia juga memaparkan setidaknya ada sejumlah hal penting yang harus diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan yang berpotensi mengubah time line persebaran virus menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari yang diprediksikan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolda Metro Jaya Sambangi Kantor Anies, Ada Apa?
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Sambangi Kantor Anies, Ada Apa?

Kedatangan polisi berpangkat bintang dua itu disambut baik oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ratusan Konten Hoaks COVID-19 Bertebaran, Paling Banyak di Facebook
Indonesia
Ratusan Konten Hoaks COVID-19 Bertebaran, Paling Banyak di Facebook

Facebook telah menindaklanjuti sebanyak 359 kasus

Belum Pikirkan Renovasi, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran
Indonesia
Belum Pikirkan Renovasi, Kejagung Fokus Telusuri Penyebab Kebakaran

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran tersebut, Kejagung menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Pemerintah Dinilai Tak Tepat Beri Kartu Pra Kerja untuk Korban Penanganan COVID-19
Indonesia
Pemerintah Dinilai Tak Tepat Beri Kartu Pra Kerja untuk Korban Penanganan COVID-19

Perian kartu andalan Presiden Joko Widodo itu tak sesuai dengan konteks mayoritas pekerja saat ini yang membutuhkan kebutuhan pokok sehari-hari.

PSI Minta Pemprov DKI Evaluasi Ganjil Genap
Indonesia
PSI Minta Pemprov DKI Evaluasi Ganjil Genap

“Ganjil genap harus segera dievaluasi dan tidak boleh terus dipaksakan. Sekarang yang terjadi lagi-lagi nyawa warga dipertaruhkan,” ujar Anthony

Ini Dalil MUI Larang Salat Jumat Dua Gelombang Saat Pangebluk COVID-19
Indonesia
Ini Dalil MUI Larang Salat Jumat Dua Gelombang Saat Pangebluk COVID-19

MUI beralasan Salat Jumat dua gelombang hanya bisa dlilaksanakana di daerah minoritas Islam.

Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Keluar Masuk Jakarta Harus Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

Kebijakan itu akan dimulai 18 Desember 2020

Lantik Puluhan Penyidik Perikanan, Menteri KP Ancam Awak Kapal Para Pencuri Ikan
Indonesia
Lantik Puluhan Penyidik Perikanan, Menteri KP Ancam Awak Kapal Para Pencuri Ikan

“Dalam beberapa kesempatan, saya telah menyampaikan bahwa terkait illegal dan destructive fishing, posisi KKP sangat jelas, akan ditindak tegas,” ujar Edhy

Jhon Kei Mengaku Sebar Anak Buahnya ke Tiga Lokasi Buru sang Paman
Indonesia
Jhon Kei Mengaku Sebar Anak Buahnya ke Tiga Lokasi Buru sang Paman

Di Kosambi menyebabkan dua korban yakni satu orang meninggal dunia dan satu orang luka berat

Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab

"Kami akan panggil beberapa saksi ahli lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus