Perebutan Harta Warisan, Pengadilan Sebut Jenazah Maradona Mesti Diawetkan Foto Diego Maradona sebelum pertandingan antara Boca Juniors melawan Newell's Old Boys. REUTERS/Marcelo Endelli/hp/cfo

MerahPutih.com - Jenazah mendiang legenda sepak bola Diego Maradona "harus diawetkan" bila DNA-nya diperlukan dalam kasus perebutan hak warisan. Demikian menurut keputusan pengadilan Argentina pada Kamis (17/12).

Maradona meninggal karena serangan jantung bulan lalu dan dimakamkan di luar Buenos Aires pada 26 November.

Baca Juga:

Tarian Balet di Gol Terbaik Abad 20, Pembuktian Maradona si 'Bajingan Jenius'

Dikutip Antara, pengacara Maradona sebelumnya mengatakan bahwa sampel DNA sudah ada, pengadilan mengatakan bahwa jenazah mantan pemain Boca Juniors dan Napoli itu tidak boleh dikremasi.

Maradona mempunyai lima anak yang diakui dan enam lainnya yang meminta untuk dites DNA sebagai bagian dari proses pembagian warisan.

Legenda sepak bola Argenina Diego Maradona yang baru saja meninggal dalam usia 60 tahun. (REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN)
Legenda sepak bola Argenina Diego Maradona yang baru saja meninggal dalam usia 60 tahun. (REUTERS/AGUSTIN MARCARIAN)

Salah satu dari enam anak tersebut adalah Magali Gil yang berusia 25 tahun, yang mengetahui dua tahun lalu bahwa ia adalah anak kandung dari pesepak bola legendaris tersebut.

Baca Juga:

Putri Maradona Laporkan Dugaan Ayahnya 'Tidak Sengaja' Terbunuh Dokter Pribadi

"Nyonya Gil meminta agar tes dilakukan, dan untuk tujuan ini kantor kejaksaan mengirim sampel DNA," kata Pengadilan Nasional Tingkat Pertama untuk Masalah Sipil No 56.

Maradona sendiri hanya mengakui empat anak di Argentina dan satu di Italia, yang ia miliki ketika bermain di negara itu. (*)

Baca Juga:

Argentina Selidiki Kematian Diego Maradona

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Awas, Kecepatan Berkendara di Tol Kini Tercantum di Karcis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Awas, Kecepatan Berkendara di Tol Kini Tercantum di Karcis

Akun Tantan Hadiansyah (fb.com/tantan.hadiansyah.771) mengunggah sebuah gambar dengan keterangan karcis tol tercantum kecepatan rata-rata.

Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito
Indonesia
Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito

Safri mengaku Suharjito sempat memberikan 'titipan' berupa uang

1,2 Juta Dosis Sinovac Sudah di Tangan, Menlu Incar Vaksin Produksi COVAX WHO
Indonesia
1,2 Juta Dosis Sinovac Sudah di Tangan, Menlu Incar Vaksin Produksi COVAX WHO

Vaksin COVAX itu ditargetkan sudah masuk Indonesia tahun depan.

Brimob Evakuasi Korban hingga Lakukan Pembersihan ke Lokasi Bencana NTT
Indonesia
Brimob Evakuasi Korban hingga Lakukan Pembersihan ke Lokasi Bencana NTT

Polri mengerahkan Kapal Barata-8004 untuk mengangkut bantuan kebutuhan pokok dan dapur lapangan guna membantu warga korban bencana alam di NTT.

 Tahap 1, Pemprov DKI Suntik Sinovac ke 131 Ribu Nakes Hari Ini
Indonesia
Tahap 1, Pemprov DKI Suntik Sinovac ke 131 Ribu Nakes Hari Ini

Vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan yang mendapatkan SMS blast dan sudah mendaftar ulang

[HOAKS atau FAKTA]: Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap 30 Menit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap 30 Menit

Beredar gambar tangkapan layar artikel berjudul “Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap Jeda 30 Menit untuk Hirup Udara Segar!” yang dimuat di situs hai.grid.id pada Senin, 19 Oktober 2020.

Polemik Bupati Terpilih Sabu Raijua, BPIP: Akurasi Data Masalah Besar Bangsa
Indonesia
Polemik Bupati Terpilih Sabu Raijua, BPIP: Akurasi Data Masalah Besar Bangsa

Pendiri Setara Institute ini mengkritik lemahnya pengelolaan data dan administrasi

Penangkapan 8 Tokoh KAMI Diduga Kental Aroma Politis
Indonesia
Penangkapan 8 Tokoh KAMI Diduga Kental Aroma Politis

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan protes resmi terhadap penangkapan delapan anggotanya oleh Tim Siber Bareskrim Polri

Hajatan Saat PPKM Bakal Langsung Dibubarkan
Indonesia
Hajatan Saat PPKM Bakal Langsung Dibubarkan

Acara hajatan melanggar SE Wali Kota Solo Nomor 067/03 tentang PPKM. Selama PPKM acara hajatan tidak dibolehkan apapun alasannya.

Pengunjung Positif Narkoba, Diskotek New Monggo Mas Ditutup dan Izin Usaha Dicabut
Indonesia
Pengunjung Positif Narkoba, Diskotek New Monggo Mas Ditutup dan Izin Usaha Dicabut

"Ya Monggo Mas disegel permanen karena memang diketemukan adanya pemakaian narkoba disitu," ujar Kasatpol PP DKI, Arifin