Perdana Menteri May Peringatkan Irak: ISIS Belum Dikalahkan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker di Kantor Pusat Dewan Eropa di Brussels, Belgia (ANTARA FOTO/REUTERS/Christian Hartmann)

MerahPutih.Com - Klaim pemerintah Irak melalui Haider Al-Abadi bahwa ISIS sudah dikalahkan, mendapat tanggapan beragam dari para pemimpin dunia. Selain memberikan selamat atas keberhasilan Irak membasmi kelompok teroris itu, sejumlah pejabat seperti Perdana Menteri Inggris Theresa May mengingatkan Irak bahwa ISIS belum sepenuhnya dikalahkan.

Theresa May dalam pernyataan resmi di London, Sabtu (9/12) pagi menyatakan ISIS masih menimbulkan ancaman buat Irak termasuk di perbatasan Suriah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Al-Abadi mengumumkan ISIS yang menduduki wilayah penting Irak sudah dikalahkan lewat operasi tempur selama kurang lebih tiga tahun.

"Saya mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri Al-Abadi dan semua rakyat Irak atas saat bersejarah ini," kata Theresa May, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu siang (10/12).

Perdana Menteri May menambahkan dengan kejatuhan ISIS, Irak memasuki babak baru dalam menata pemerintahan dan masyarakatnya ke arah yang lebih baik lagi.

"Ini menunjukkan babak baru ke arah negara yang lebih damai dan makmur. Namun kita harus jelas, bahwa meskipun Da'esh gagal, mereka belum dikalahkan. Mereka masih menimbulkan ancaman buat Irak, termasuk dari seberang perbatasan Suriah." kata May yang tengah dihadang gejolak politik Brexit dalam negerinya sendiri.

Pasukan Irak menyerang daerah kantung petempur ISIS dari gurun di Irak Barat pada Sabtu, dan mengamankan perbatasan dengan Suriah, langkah yang menandai akhir dari operasi tempur melawan kelompok garis keras ISIS.

ISIS dengan cepat merebut banyak wilayah di Irak dan Suriah dan mengumum kehalifahan pada 2014. Kelompok itu menguasai lebih dari 34.000 mil persegi wilayah dari pantai Laut Tengah dan ke selatan Baghdad.

Operasi melawan ISIS berlangsung selama lebih dari tiga tahun dan sebanyak 25.000 serangan udara koalisi. Pasukan Irak terus mendesak ISIS ke luar negeri tersebut selama beberapa bulan belakangan.

Tentara Irak pada November merebut Rawa, salah satu kubu pertahanan terakhir ISIS di negeri tersebut.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH