Perdalam Combat Medic, Kopassus Bakal Latihan Bersama Tentara AS Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (kanan) (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan segera melakukan latihan bersama dengan tentara Amerika Serikat (AS). Rencananya, latihan bersama tersebut digelar pada tahun 2020 nanti.

Sebelumnya pasukan elite TNI AD itu pernah menjalani latihan bersama dengan militer AS tapi terhenti.

Informasi latihan bersama Kopassus dan pasukan AS disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu seusai menerima kunjungan kehormatan Acting Secretary of Defence of USA, H E Patrick Michael Shanahan, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (30/5).

Menhan menjelaskan latihan bersama yang dilakukan oleh Kopassus dengan tentara AS itu terkait "Combat Medic". Combat Medic itu diajarkan bagaimana memberikan pertolongan pertama dan perawatan trauma garis depan di medan tempur dengan ketiadaan dokter yang siap sedia.

Pasa prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
Para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) (Foto: antaranews)

"Rehab medic kita akan ikut caranya Amerika. Di Amerika itu kalau ada prajurit yang buntung kakinya, masih bisa lari-lari. Setelah balik lagi ke batalyon tempur, ke ranger ikut perang lagi walaupun kakinya buntung. Di sini enggak, begitu ditembak, diajarin jahit, ngapain juga. Enggak ada lagi itu. Tentara semangat prajuritnya harus dipelihara. Jangan melempem," kata Ryamizard.

Sementara itu di tempat yang sama, Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengakui, kerja sama latihan bareng dengan pasukan Amerika Serikat dimulai pada 2020 mendatang.

"Latihan bersama ini merupakan kemajuan luar biasa. Komandan US Indo-Pacifik Command (USINDOPACOM)-nya sudah berbicara. Realisasinya tahun depan, mereka menawarkan ke kita materi apa, kita minta combat medic," katanya.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, combat medic dipilih dalam latihan bersama nanti karena memberikan kemampuan untuk melakukan bedah jika ada personel yang mengalami luka tembak.

Prajurit Kopassus tengah menunjukkan kebolehannya dalam sebuah demo ketangkasan
Pasukan Kopassus tengah melakukan unjuk ketangkasan (Foto: antaranews)

"Kita minta combat medic. Itu menjadi atensi untuk keselamatan personel kalau kena tembak. Mereka alatnya lengkap. Jadi seorang sersan bukan dokter, bisa melakukan operasi bedah untuk luka tembak, yang penting bisa bertahan tiga hari nyawa itu sampai ketemu rumah sakit yang besar," terang perwira tinggi yang pernah menjabat Kasdam XVII/Cendrawasih itu.

BACA JUGA: Jadi Pesakitan Hukum Karena Kasus Makar, Kivlan Zen Pasrahkan Nasibnya ke Penyidik

Al Araf: Kerusuhan 22 Mei Bukti Upaya 'Suriahkan' Indonesia Benar-Benar Nyata

Sebagaimana dilansir Antara, latihan bersama ini akan dilakukan di Indonesia. Selanjutnya, dilakukan di Amerika Serikat.

"Mudah-mudahan bisa di sini. Nanti gantian. Ini bisa dimanfaatkan untuk bantuan saat bencana alam. Untuk tahun ini kita masih lakukan kontak person saja rencana apa yang kita rancang untuk latihan-latihan ke depan. Kemarin saya ke Amerika, di Hawai kita ada rencana latihan materi combat medic. Ini yang jadi penekanan, jadi prioritas ke depan," tutup Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH