Vaksin Corona Sudah Ada, Seperti Apa Khasiatnya? Vaksin virus Corona sudah ada (Foto: Pexels/Miguel A. Padrinan)

PARA ahli di bidang medis asal Amerika Serikat telah memberikan vaksin COVID-19 terhadap seorang sukarelawan asal Seattle pada Senin (16/3) lalu.

Dilansir dari LA Times, para ilmuwan dari Kaiser Permanente Washington Research Institute di Seattle telah memulai percobaan tahap pertema setelah melakukan penelitian di waktu yang cukup singkat.

Baca juga:

Ini Situasi di Belgia Terkait Covid-19

Dilansir dari Forbes, penelitian dilakukan 65 hari setelah pemerintah Tiongkok mengumumkan virus Corona. Dua hari kemudian, para peneliti di Vaccine Research Center di NIH (National Institutes of Health) telah menyelesaikan desain vaksin dan mulai memproduksi vaksin tersebut. Batch pertama produksi vaksin diselesaikan pada 7 Februari 2020. Berikut merupakan seputar informasi mengenai vaksin COVID-19 buatan Amerika Serikat.

1. Apa itu Vaksin mRNA-1273?

Vaksin mRNA-1273 menggunakan metode pembuatan vaksin terbaru. (Foto BBC)
Vaksin mRNA-1273 menggunakan metode pembuatan vaksin terbaru (Foto: BBC)

Dilansir dari LA Times, vaksin yang dinamakan mRNA-1273 ini dikembangkan oleh NIH dan perusahaan bioteknologi yang berpusat di Massachusetts bernama Moderna Inc.

Tidak ada kemungkinan para partisipan atau sukarelawan beresiko terinfeksi virus Corona dari vaksin percobaan ini karena vaksin mRNA-1273 tidak dibuat dari SARS-CoV-2.

Vaksin mRNA-1273 dibuat menggunakan proses terbaru yang lebih cepat daripada metode pembuatan vaksin sebelumnya. Biasanya, vaksin yang dibuat khusus untuk virus terbuat dari virus yang bersangkutan yang dilemahkan atau dibunuh, contohnya adalah virus campak.

Baca juga:

Cara Efektif untuk Mencegah dan Terhindar dari Virus Corona

2. Jennifer Haller, sukarelawan pertama dari Seattle

Jennifer Haller relawan yang mencoba vaksin ini (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Dilansir dari LA Times, orang pertama yang diinjeksi vaksin mRNA-1273 adalah Jennifer Haller, seorang ibu dari dua anak yang berasal dari Seattle, Washington. Haller mengatakan ini merupakan kesempatan yang baik baginya untuk bisa melakukan sesuatu terkait virus mematikan yang sedang ditakuti di seluruh dunia.

"Aku harap vaksin bisa bekerja dengan cepat dan kita bisa menyelamatkan nyawa, dan orang-orang bisa kembali menjalani kehidupan seperti biasa secepat mungkin," ungkap Haller ketika diwawancara oleh Time.

Baca juga:

Cegah Corona dengan Mengonsumsi 5 Makanan Peningkat Sistem Imun Tubuh

3. Percobaan dilakukan kepada orang dewasa berkondisi sehat

Fase pertama akan melibatkan 45 partisipan. (Foto Smithsonian Magazine) .jpg
Fase pertama akan melibatkan 45 partisipan. (Foto: Smithsonian Magazine) .jpg

Fase pertama dari penelitian akan memberikan vaksin mRNA-1273 kepada 45 orang dewasa sehat dengan tiga dosis yang berbeda-beda.

Para partisipan penelitian akan menerima dua suntikan vaksin yang berselang 28 hari dan kondisi mereka akan terus dipantau untuk mengevaluasi keamanan partisipan serta imunogenisitas vaksin.

Setelah suntikan vaksin kedua, seluruh partisipan akan terus dipantau selama 12 bulan kedepan untuk pengumpulan data dan memastikan apakah vaksin tersebut ama dan efektif.

Menurut Geek Wire, para partisipan akan dibayar sebesar USD 100 atau sekitar Rp 1,5 juta setiap mengunjungi klinik untuk keperluan penelitian.

Baca juga:

Jangan Salah Kaprah, Berikut Info Seputar Corona Menurut Ahli Kesehatan

4. Sebagian besar penelitian menargetkan protein bernama Spike

Protein Spike yang memungkingkan virus Corona menyerang tubuh manusia. (Foto The Economist)
Protein Spike yang memungkingkan virus Corona menyerang tubuh manusia. (Foto: The Economist)

Dilansir dari LA Times, seluruh penelitian seputar vaksin Corona di seluruh dunia menargetkan protein yang dinamakan spike. Spike adalah protein yang mengikat permukaan virus Corona dan memungkinkan virus tersebut untuk menyerang sel tubuh manusia. Jika vaksin mampu memblokir protein tersebut, maka orang-orang tidak akan terinfeksi.

Cara kerja vaksin mRNA-1273 pengertian mudahnya adalah dengan menjadikan tubuh sebagai pabrik mini untuk memproduksi protein spike yang tidak berbahaya. Kemudian setelah sistem kekebalan tubuh kita menyadari adanya protein yang tidak dikenal (spike), maka tubuh akan menyerang protein tersebut, dan akan cepat bereaksi jika seseorang terjangkit virus yang sebenarnya. (shn)

Baca juga:

4 Penyakit yang Berisiko Menyerang Milenial dan Generasi Z Gaul Jakarta

Kredit : shenna


Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH