Perbedaan Antara Green Tourism, Ecotourism dan Sustainable Tourism Kerusakan lingkungan terus terjadi akibat industri pariwisata, (Foto: baobinhduong)

RASA tanggung jawab para pelancong terhadap lingkungan semakin tinggi. Nah, muncul lah istilah Green Tourism, Ecotourism dan Sustainable Tourism. Ketiganya intinya memiliki konsep melancong ramah lingkungan atau keberlanjutan. Soalnya tak sedikit khusus tentang rusaknya lingkungan karena ulah pelancong.

Informasi terus bergulir tentang kerusakan lingkungan akibat industri pariwisata, termasuk bagaimana perjalanan wisata menyumbang 8 persen gas rumah kaca. Kemudian keindahan jalur-jalur pejalan kaki di taman nasional rusak karena dampak banyaknya pelancong yang datang.

Baca juga:

Rekomendasi Spot Snorkeling Terbaik di Kepulauan Derawan, Pelancong Wajib Mampir!

Sebelum pergi melancong, ada baiknya kamu mengetahui tiga istilah melancong ramah lingkungan tadi.

Hati-hati dengan istilah green tourism

1
Banyak hotel berkedok ramah lingkungan (Foto: hospitalityinsights)

Istilah green tourism mungkin terdengar ramah di telingamu. Menurut laman Culture Trip, banyak hotel mengaku sebagai hotel ramah lingkungan tanpa melakukan banyak upaya keberlanjutan seperti daur ulang dasar atau program konservasi air.

Istilah ini mendapat reputasi buruk selama bertahun-tahun karena greenwashing yang merajalela, di mana hotel menyebut dirinya ‘hijau’ hanya karena mengeluarkan kartu anjuran bertulisan "tolong gantung handuk Anda jika akan digunakan kembali". Padahal tidak cukup untuk melakukan konsep berkelanjutan hanya dengan mengurangi pemakaiannya.

Sebagian besar hotel dan tur yang benar-benar menjalankan beberapa bentuk keberlanjutan akan mencantumkan program di situs web mereka, sehingga kamu dapat menggali dan mengetahui dengan jelas apa yang mereka kerjakan.

Inisiatif ini bisa mencakup program daur ulang, menggunakan persediaan pembersih yang ramah lingkungan, membuat kunci kamar dari bahan daur ulang, atau memiliki program konservasi air. Buat yang ingin melancong, carilah “ecotourism” dan “sustainable tourism”. Kedua istilah tersebut mengacu pada praktik untuk meminimalkan dampak negatif pengunjung sambil menjaga keanekaragaman hayati lokal dan menghormati budaya setempat.

Tidak ada aturan hukum baku tentang ketentuan-ketentuan ini, namun kedua istilah muncul setelah “green tourism”. Keduanya juga memiliki definisi yang lebih spesifik, dan sebagian besar organisasi pariwisata yang menggunakannya akan menjelaskan metode mereka secara spesifik untuk mengurangi dampak lingkungan.

Ecotourism

2
Istilah ini akan jarang dipakai untuk mewakili pariwisata perkotaan (Foto: traveltourxp)

Menurut International Society (TIES) Ecotourism adalah melakukan perjalanan ke alam dengan rasa tanggung jawab sambil melestarikan lingkungan, mejaga kesejahteraan masyarakat setempat, dan melibatkan interpretasi dan pendidikan. Perjalanan semacam ini bertujuan untuk konservasi dan pelestarian satwa liar. Istilah ini akan jarang dipakai untuk mewakili pariwisata perkotaan.

Ada sedikit penekanan tentang di mana kamu tinggal dan lebih pada apa yang kamu lakukan saat kamu berada di sana. Mereka yang berpartisipasi dalam ecotourism memastikan setiap situs yang dikunjungi dilindungi dari pengaruh luar atau hal tak wajar dan menggunakan panduan lokal untuk membentuk pengalaman perjalanan. Jika kamu ingin melakukan perjalanan safari Afrika di Uganda atau berjalan-jalan di hutan hujan di Brasil, mungkin ada baiknya melirik perusahaan ecotourism.

Mereka yang tertarik dengan pengalaman ecotourism di Thailand mungkin akan mengunjungi Proyek Rehabilitasi Gibbon atau homestay di Pulau Ko Yo. Pengalaman ecotourism di Selandia Baru contohnya mendaki taman nasional gunung Masak atau mengunjungi Goa Waitomo.

Baca juga:

Cara Beberapa Negara Terpencil Minim Pelancong Menghadapi COVID-19

Sustainable tourism

3
Banyak hotel dan perusahaan wisata tidak ikut dalam upaya keberlanjutan (Foto: thoughtco)

Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mendefinisikan sustainable tourism merupakan rujukan ke aspek lingkungan, ekonomi dan sosial budaya dari pengembangan pariwisata. Di antara ketiga hal ini harus ada keseimbangan yang sesuai untuk menjamin keberlanjutan jangka panjangnya. "Dengan fokus yang sedikit lebih luas dari ecotourism, sustainable tourism akan memastikan masyarakat dibayar secara adil dan akan mencakup destinasi perkotaan seperti Mexico City, Singapura atau Thessaloniki, di mana orang mungkin tidak otomatis memikirkan perlunya kelestarian lingkungan.

Rainforest Alliance menawarkan sertifikasi untuk menunjukkan bahwa hotel-hotel dan tur-tur berkelanjutan melakukan bagian mereka untuk melindungi satwa liar alami Amerika Latin dan Karibia, dua tujuan populer bagi wisatawan yang ingin merasakan keajaiban hutan hujan. Untuk membantu pedagang yang ingin mendapatkan sertifikasi ini, Dewan Pariwisata Berkelanjutan Global menawarkan modul pelatihan dan bantuan teknis untuk memenuhi kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan, juga mengaudit perusahaan untuk memastikan mereka memenuhi standar.

Lakukan riset sendiri dan cari tahu inisiatif apa yang dilakukan tur dan hotel sebelum kamu memesan. Sebagian besar hotel dan perusahaan wisata tidak berpartisipasi dalam upaya keberlanjutan apa pun, meskipun ini akan berubah mengikuti permintaan konsumen. Akan menjadi awal yang baik jika sebuah perusahaan menyinggung sesuatu di dalam situsnya. (lgi)

Baca juga:

Destinasi Terkenal Dunia Sepi Pelancong Akibat COVID-19

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH