Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum Presiden Jokowi. Foto: Biro Setpres

Merahputih.com - Sejumlah kritik keras dilontarkan saat peristiwa kerumunan massa saat Presiden Joko Widodo dan rombongan dalam iring-iringan melintasi jalan dari Bandara Frans Seda, Waioti, Maumere.

Bahkan, ada yang menyamakannya dengan kerumunan kedatangan pimpinan ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab hingga membuatnya dipidana.

Baca Juga

Video Jokowi Berada di Tengah-Tengah Kerumunan Massa Viral, Ini Klarifikasi Istana

Praktisi hukum Petrus Selestinus membandingkan kerumunan masa saat kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi di Maumere dengan kerumunan masa penjemput Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta.

"Beda dengan Rizieq yang dinilai berlangsung terencana dan segala persiapan," kata Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (26/2).

Ia menjelaskan, massa yang berkerumum pada saat Presiden Jokowi melintas di sepanjang jalan menuju ke Bendungan Napun Gete, adalah massa spontan. Mereka bahkan tidak terorganisir dan bukan dalam satu asosiasi dan tidak konstan.

Spontanitas massa itupun hanya terjadi pada dua titik lokasi, berasal dari warga perkampungan di sepanjang jalan yang dilalui Presiden Jokowi.

Petrus menilai, massa di Maumere itu dalam jumlah kecil, berpakaian apa adanya, tanpa persiapan sapaan secara adat sebagaimana lazimnya orang Maumere menyambut kedatangan tamu negara.

Sedangkan pada kerumunan massa penjemput Rizieq Shihab, mereka adalah masa yang diorganisir, terasosiasi dalam FPI dan datang dari luar. "Ini terbukti dari penggunaan atribut FPI dan lainnya," katanya.

Mereka, bahkan menggunakan bus dari luar kota hingga berkerumun di Bandara Soekarno-Hatta dan di Petamburan. "Terbukti yang datang dalam jumlah sampai puluhan ribu massa," terang Petrus.

Baca Juga:

Ketika 'Spiderman dan Iron Man' Bantu Korban Banjir Kalsel

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini menyebut, publik sudah cerdas dan bisa membedakan, mana peristiwa yang masuk tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan dan mana yang tidak.

"Nantinya, Polri juga harus bersikap tegas dan profesional dalam menghadapi gelombang Laporan Polisi yang bakal muncul, " jelas Petrus. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksin Masih Terbatas, Anies: Tak Usah Dulu Ributkan Sanksi Penolak Vaksinasi
Indonesia
Vaksin Masih Terbatas, Anies: Tak Usah Dulu Ributkan Sanksi Penolak Vaksinasi

"Sekarang vaksinnya masih sedikit kok, yang mau aja yang divaksin gampang kan," jelas Anies.

146 Prajurit di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19
Indonesia
146 Prajurit di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19

Dia menambahkan dari jumlah 690 orang yang tersisa, 12 di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AD Dustira, Bandung.

PT KAI Minta Warga Taati Aturan Perlintasan Sebidang
Indonesia
PT KAI Minta Warga Taati Aturan Perlintasan Sebidang

Pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi

Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar
Indonesia
Pengganti Idham Azis Diwarisi Dua Utang Besar

Kapolri baru diharapkan bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri

BNI Beri Pelatihan Bagi Petani Milenial
Indonesia
BNI Beri Pelatihan Bagi Petani Milenial

Sejak 2019, bank BUMN ini menggarap sektor UMKM pertanian dengan meluncurkan pertanian pintar berbasis internet of things (IOT) menyongsong pertanian 4.0, memanfaatkan teknologi digital sehingga budi daya semakin efektif.

KSP Sejahtera Bersama Sepakat Restrukturisasi Utang Rp8,4 Triliun
Indonesia
KSP Sejahtera Bersama Sepakat Restrukturisasi Utang Rp8,4 Triliun

Dalam pembahasan proposal perdamaian yang terjadi beberapa kali tersebut, debitor memaparkan proposal untuk menyelesaikan kewajibannya.

Pemprov DKI Klaim Tak Pernah Temukan Pemudik Manfaatkan Angkutan Barang
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Tak Pernah Temukan Pemudik Manfaatkan Angkutan Barang

Sudah tak ada lagi bus antar kota anta provinsi (AKAP) yang berangkat dari Jakarta

Anies Sebut Rt Kasus Corona di Jakarta Naik Jadi 1,5
Indonesia
Anies Sebut Rt Kasus Corona di Jakarta Naik Jadi 1,5

Rt 1 artinya 1 orang positif menularkan ke 1 orang lain.

Ganjil-Genap Perdana di Bogor, Kendaraan yang Melanggar bakal Diputarbalikkan
Indonesia
Ganjil-Genap Perdana di Bogor, Kendaraan yang Melanggar bakal Diputarbalikkan

Kota Bogor tengah mempersiapkan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Satgas COVID-19 Minta Pemda Tegakkan Aturan Terkait Mudik Lebaran
Indonesia
Satgas COVID-19 Minta Pemda Tegakkan Aturan Terkait Mudik Lebaran

Karena virus ini dapat mengancam kita dimana saja dan kapan saja