Perbaiki Nutrisi untuk Atasi Darah Rendah Hipotensi bisa diatasi dengan perbaikan nutrisi. (foto: pixabay/lustroustaiwan)

DARAH rendah atau yang dikenal dengan hipotensi tidak selalu harus diatasi dengan suplemen makanan. Perbaikan nutrisi justru lebih sehat jika diterapkan secara konstan.

Kondisi darah rendah bisa disebabkan berbagai kemungkinan, sehingga penanganannya pun bisa bermacam-macam. Tergantung pada penyebabnya. Metode terapi untuk satu orang belum tentu efektif untuk orang lain. Akan tetapi, secara umum tingkat keparahan hipotensi bisa dikurangi dengan beberapa perubahan pola makan dan pola hidup seperti berikut.

BACA JUGA: Awas, Merokok Bisa Sebabkan Kebutaan

1. Perbanyak Konsumsi Air

water
Tekanan darah amat dipengaruhi volume cairan yang mengalir di dalamnya. (foto: pixabay/publicdomainpictures)

Tensi darah di pembuluh sangat dipengaruhi volume cairan yang mengalir di dalamnya. Jika jumlah cairan terlalu banyak, tekanan darah akan meningkat. Hal itu mirip selang kecil dengan aliran air yang deras.

Sebaliknya, jika kamu mengalami kekurangan cairan, tekanan darah akan turun, mirip kondisi selang lebar dengan aliran air yang lambat.

Kurangnya volume cairan mungkin disebabkan banyak faktor. Namun apa pun penyebabnya, terapinya tetap sama, yaitu memperbanyak minum air.


2. Tambahkan Garam ke Menu Sehari-Hari

salt
Tambahkan garam ke makanan. (foto: pixabay/bru-no)

Pada penderita hipertensi, konsumsi garam harus dibatasi. Pasalnya, komponen utama garam ialah natrium klorida, zat yang sangat menyukai air. Di dalam pembuluh, garam akan mengikat cairan darah. Makin banyak garam beredar di pembuluh darah, makin banyak air yang tertahan di sana sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi.

Jika kamu kekurangan garam, misalnya saat menjalani program diet ketat, tekanan darah bisa menurun. Agar tekanan darah bisa naik ke level normal, kamu perlu menambahkan garam sedikit lebih banyak ke dalam makanan sehari-hari.

Penambahan garam berarti harus juga ada penambahan konsumsi air. Jika kamu hanya menambah garam, sedangkan konsumsi air tidak ditingkatkan, bisa saja kamu justru mengalami ketikdakseimbangan cairan dan elektrolit.


3. Konsumsi Makanan yang Mengandung Zat Besi

meat
Makanlah makanan yang mengandung zat besi, seperti daging. (foto: pixabay/free-photos)

Agar terhindar dari masalah kurang darah, penderita hipotensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Zat-zat gizi itu banyak terdapat di dalam hati, daging (sapi, kambing, ayam), ikan, kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli. Jadi, tidak harus makan kambing walau protein hewani akan cukup membantu.

Umumnya orang yang menghindari makanan hewani punya kemungkinan lebih besar mengalami anemia daripada orang yang makan secara bervariasi, baik sumber nabati maupun hewani. Sayuran, biji-bijian, dan buah sebetulnya banyak mengandung zat besi. Namun, zat besi paling mudah diserap dari daging hewani.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH