Perayaan Natal Jadi Momentum Stop Ujaran Kebencian Seorang jamaah tengah berdoa. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Momentum perayaan Natal 2020 bisa jadi upaya menjauhkan diri dari godaan menyampaikan ujaran kebencian, kebohongan publik dan keserakahan.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Kardinal Suharyo menilai, ujaran kebencian dan kebohongan publik sudah marak terjadi di masyarakat. Menurut dia, hal tersebut bisa berdampak buruk terhadap kehidupan.

Baca Juga:

Misa Natal di Katedral Jakarta Hanya Diikuti Jemaah Yang Miliki QR Code

"Tetapi ujaran kebencian, kebohongan publik dan keserakahan adalah tanda yang jelas bahwa paham serta penghayatan hidup keagamaan dan keimanan masih dangkal," jelas dia.

Menurut dia, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi umat yang rajin berbuat baik. Yakni merawat dan mengembangkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, membangun kehidupan bersama sebagai warga bangsa, bekerja sama dengan pemerintah dan semua yang berkehendak baik untuk meringankan beban-beban kehidupan serta semakin rela berbagi.

"Pada waktunya, apapun kesulitan yang kita hadapi akan menjadi baik kembali," sambungnya.

Dia mengajak untuk meningkatkan persaudaraan dan membantu sesama yang membutuhkan pertolongan dan menjadikan momentum Natal 2020 mewujudkan jati diri yang rajin berbuat baik.

"Misalnya, merawat dan mengembangkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air, membangun kehidupan bersama sebagai warga negara bangsa, bekerjasama dengan pemerintah," katanya.

Gereja di Makassar. (Foto: Antara).
Gereja di Makassar. (Foto: Antara).

Suharyo mengingatkan umat Kristiani untuk menahan diri untuk tak mengumbar ujaran kebencian. Dia berharap Indonesia dapat melalui masa-masa sulit seperti saat ini.

Seperti diketahui, ibadat dan perayaan Natal di Katedral tahun ini dilakukan secara daring atau online. Hal ini guna membatasi jumlah umat yang datang ke gereja dan mencegah penularan COVID-19.

Katedral juga menggelar ibadah Natal secara tatap muka, namun jumlahnya dibatasi yakni, hanya 20 persen atau 309 kursi dari total kapasitas gereja. Mereka juga harus menerapkan protokol kesehatan seperti, memakai masker dari rumah hingga ke tempat ibadah serta menjaga jarak aman. (Knu)

Baca Juga:

Pelaksanaan Ibadah Natal di Jakarta Berjalan Aman dan Kondusif

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masa Larangan Mudik, 1,5 Juta Warga Keluar dari Jabodetabek
Indonesia
Masa Larangan Mudik, 1,5 Juta Warga Keluar dari Jabodetabek

Kementerian Perhubungan memaparkan data dari posko monitoring sudah ada lebih dari 1,5 juta orang keluar dari Jabodetabek.

Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif
Indonesia
Nasional Tembus 1 Juta Kasus, DKI Hari Ini Sumbang 2.314 Orang Positif

Dengan positivity rate 15,5 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 2.314 jiwa.

Pemprov DKI Tambah Ruang Isolasi dan ICU di 98 RS Rujukan COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Tambah Ruang Isolasi dan ICU di 98 RS Rujukan COVID-19

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan ruang isolasi dan tempat tidur ICU tambahan dalam penanganan COVID-19.

Larangan Mudik, PT KAI Hanya Operasikan KA Prioritas
Indonesia
Larangan Mudik, PT KAI Hanya Operasikan KA Prioritas

Pengamanan stasiun selama Lebaran dilakukan dengan sangat ketat

Bongkar Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi
Indonesia
Bongkar Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa enam orang saksi terkait perkaran dugaan korupsi di PT Asabri.

Upaya Kudeta di Demokrat Diduga Ulah Kelompok Barisan Sakit Hati terhadap SBY
Indonesia
Upaya Kudeta di Demokrat Diduga Ulah Kelompok Barisan Sakit Hati terhadap SBY

Orang-orang tersebut merasa kecewa dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai mantan ketua umum sekaligus pendiri partai.

Pemerintah Tak Pasang Target Waktu Bereskan Konflik di Papua
Indonesia
Pemerintah Tak Pasang Target Waktu Bereskan Konflik di Papua

Bukan Papua terorisnya dan bukan orang-orang Papua teroris

Kemnaker Terima Ribuan Pengaduan soal THR
Indonesia
Kemnaker Terima Ribuan Pengaduan soal THR

Kementerian Ketenagakerjaan melalui Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 telah menerima pengaduan 2.897 laporan mengenai THR. Jumlah tersebut terdiri dari 692 konsultasi THR dan 1586 pengaduan THR.

Selain Bansos Jabodetabek, KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Difabel dan Lain-Lain
Indonesia
Selain Bansos Jabodetabek, KPK Dalami Dugaan Korupsi Bansos Difabel dan Lain-Lain

Karyoto menegaskan, tak tertutup kemungkinan KPK akan membuka penyelidikan baru untuk mendalami berbagai informasi mengenai program-program bansos lainnya.