Peras Tersangka Korupsi, Empat Penyidik KPK Gadungan Diringkus Polisi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono. (MP/Asropih Opih)

MerahPutih.com - Petugas Polda Metro Jaya meringkus empat orang mengaku penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeras tersangka tindak pidana korupsi Salman Alparisi Agusjaya.

"Keempat tersangka ditangkap di Hotel Mercure Jakarta Barat pada Selasa dinihari," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (6/2).

Keempat tersangka itu Harry Ray Sanjaya (45) dan Abdullah (47) asal Depok, Exitamara Rumzi (48) asal Pekanbaru, serta Dasril Dusky (52) asal Jambi.

Argo mengungkapkan penangkapan pelaku bermoduskan mengaku penyidik KPK itu berdasarkan laporan polisi yang dibuat Salman bernomor : LP/708/II/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

Argo tidak menjelaskan secara detail tindak pidana korupsi Salman namun diduga terkait kasus tindak pidana suap Gubernur Jambi Zumi Zola.

Seperti dilansir Antara, Argo menuturkan awalnya Dasril menghubungi Salman yang mengaku memiliki kenalan dengan penyidik KPK untuk membantu menyelesaikan perkara korupsi.

Salman meminta Dasril memperkenalkan dengan penyidik KPK kemudian berangkat dari Jakarta menuju Jambi guna menemui Dasril dan rekannya Heru.

Saat bertemu Salman, Heru mengaku kenal dua orang kenalan penyidik KPK yang dapat membantu Salman terkait kasus korupsi.

Selanjutnya, Heru memperkenalkan Salman dengan dua orang yang mengaku penyidik KPK yakni Imam Turmudi dan Irawan di Hotel Mercure Jakarta Barat.

Para pelaku meminta Salman uang Rp10 juta yang dikirim ke rekening atasnama Abdullah untuk mengurus kasus korupsi.

Namun Salman curiga para pelaku memeras dan menipu dengan modus mengaku sebagai penyidik KPK sehingga melapor ke Polda Metro Jaya.

Selain menangkap empat tersangka, polisi menyita tujuh telepon selular, uang tunai Rp6 juta, enam amplop surat perintah penyidikan KPK palsu, empat Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C atas nama para tersangka dan tiga jam tangan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Kritik Serapan Dana Pemulihan Ekonomi Tidak Maksimal
Indonesia
DPR Kritik Serapan Dana Pemulihan Ekonomi Tidak Maksimal

Untuk menghadapi resesi ekonomi, kata Anis, serapan dana PEN harus dimaksimalkan. Namun, saat ini ada sekitar Rp300 triliun lebih mengendap tidak sampai ke masyarakat.

Pemerintah Dituntut Buka Data Perjalanan Menhub Budi Karya
Indonesia
Pemerintah Dituntut Buka Data Perjalanan Menhub Budi Karya

"Misalnya menteri ini yang kena corona kan kita gak tau dia pernah ketemu siapa aja. Harus digali betul siapa saja," jelas Boni.

Dua Warga Malaysia yang Dipulangkan dari Wuhan Positif Virus Corona
Indonesia
Dua Warga Malaysia yang Dipulangkan dari Wuhan Positif Virus Corona

Jumlah kumulatif terjangkit corona hingga sekarang adalah 12 kasus.

Jakarta PSBB, Depok Masih Terapkan Jam Malam Sampai Akhir September
Indonesia
Jakarta PSBB, Depok Masih Terapkan Jam Malam Sampai Akhir September

Pemerintah kota mengoptimalkan peran Kampung Siaga COVID-19 dalam mendata dan mengawasi pendatang.

Tekan Corona, Muhammadiyah Imbau Masyarakat Kurangi Bepergian Ke Luar Negeri
Indonesia
Tekan Corona, Muhammadiyah Imbau Masyarakat Kurangi Bepergian Ke Luar Negeri

"Tetapi memang jumlahnya sangat masif dan mudah menyebar. Jadi dia menyerangnya di jumlah, bukan di mortality rate," ujar Dokter Corona

Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut
Indonesia
Anies Tegaskan PSBB di Jakarta Belum Pernah Dicabut

Papar Anies, sejak 10 April 2020 lalu Jakarta masih berstatus PSBB

Kasus Gagal Bayar PT Jiwasraya Harus Diseret ke Ranah Hukum Agar Tak Dipolitisasi
Indonesia
Kasus Gagal Bayar PT Jiwasraya Harus Diseret ke Ranah Hukum Agar Tak Dipolitisasi

“Kepentingan nasabah yang utama. Nasabah harus dijamin agar tidak dirugikan. Di sinilah negara harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya

Kericuhan Demo UU Ciptaker Diduga Ditunggangi Kelompok Pencari Elektoral
Indonesia
Kericuhan Demo UU Ciptaker Diduga Ditunggangi Kelompok Pencari Elektoral

secara garis besar, ada dua kelompok yang terlibat dalam aksi tersebut dan yang juga akan bergabung dalam aksi lanjutan 13 Oktober 2020 dan aksi-aksi yang akan datang.

Wapres Tak Bisa Dijatuhkan di Tengah Jalan, Parmusi: Banyak Umat Mendukung Ma'ruf Amin
Indonesia
Wapres Tak Bisa Dijatuhkan di Tengah Jalan, Parmusi: Banyak Umat Mendukung Ma'ruf Amin

Usamah juga berharap Ma'ruf Amin tetap bertahan dan diberi kesehatan

Anies Pertimbangkan Lockdown Jakarta tapi...
Indonesia
Anies Pertimbangkan Lockdown Jakarta tapi...

"Tapi, kami tidak bisa memutuskan sendiri. Jadi harus dikonsultasikan dengan kepala BNPB sebagai pimpinan di dalam pengendalian atau penanganan corona virus," jelasnya.