Peras Anggota Polisi sampai Ratusan Juta, Ketua LSM Antikorupsi Ditangkap Polisi menangkap Ketua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) berinisial KP (depan). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Aksi pemerasan berkedok lembaga swadaya masyarakat (LSM) masih saja terjadi.

Teranyar, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat menciduk Ketua DPP LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak) berinisial KP (36). Pelaku diciduk di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (22/11) sore.

Ia diduga memeras anggota Polri hingga pejabat pemerintahan hingga ratusan juta.

Baca Juga:

MAKI Akan Gugat Luhut kalau Rencana Pemerintah Audit LSM tidak Direalisasikan

Saat digiring ke kantor polisi, KP yang memakai kemeja putih ini hanya bisa terdiam seraya dicecar pertanyaan oleh awak media.

Seraya diborgol tangannya, tatapan KP pun kosong dan enggan mengeluarkan ucapan sedikit pun.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, KP ditangkap karena melakukan pemerasan kepada anggota Polri yang menangani perkara narkoba.

"Pelaku ini melakukan pemerasan terhadap anggota kami," ujar Hengki di kantornya, Senin (22/11).

Awalnya, anggota narkoba yang menjadi korban pemerasan mengirim empat pelaku narkoba ke panti rehabilitasi. Pasalnya, mereka tidak memiliki barang bukti narkoba.

Padahal, empat pelaku positif menggunakan sabu-sabu.

Sehingga, kepada empat pelaku ini dilakukan rehabilitasi karena saat ditangkap atas kasus narkoba tidak ada barang bukti.

"Pelaku ini menganggap anggota kami telah melanggar SOP dan terus dilakukan pengancaman dengan membawa nama petinggi negara maupun Polri. Dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang," kata Hengki yang mengenakan seragam dinas kepolisian dan masker hitam ini.

Baca Juga:

Densus Geledah Kantor LSM Syam Organizer Terkait Dugaan Penggalangan Dana Terorisme

Anggotanya pun sempat diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya dan tidak ditemukan pelanggaran SOP atau etik disiplin Polri.

Sebab, uang yang dibayarkan oleh keluarga pelaku narkoba sebesar Rp 10 juta diserahkan ke Panti Rehabilitasi.

"Anggota satgas kami justru menjadi korban pemerasan terhadap LSM tersebut," jelas Hengki.

Pelaku memgancam akan memviralkan anggota satgas tersebut karena tidak bekerja secara profesional dan melanggar SOP.

KP kemudian meminta uang sebesar Rp 2,5 miliar kepada anggota satgas begal agar tidak memviralkan ke sosial media.

Selanjutnya, terjadi negosiasi antara anggota polisi itu dengan KP hingga akhirnya pelaku meminta uang sebesar Rp 250 juta.

Setelah itu, anggota memberikan uang Rp 50 juta. Kemudian hari ini, jika anggota tersebut tidak menyerahkan sisanya Rp 200 juta, maka akan diviralkan.

"Pelaku akhirnya kami tangkap di kantor LSM-nya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat dengan sejumlah bukti," terang Hengki.

KP dipersangkaan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 dan 369 KUHP dan atau pasal 27 ayat 4 UU ITE ancaman lima sampai enam tahun. (Knu)

Baca Juga:

Dua LSM Buat Gerakan Indonesia Bebas Stunting

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi 'Lari' ke Ganjar, Ustaz Abdul Somad Masuk 10 Besar
Indonesia
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi 'Lari' ke Ganjar, Ustaz Abdul Somad Masuk 10 Besar

Pada November 2021, terjadi kenaikan sebesar 13 persen sejak Juli 2021 dengan angka 59 persen`

Ada Lebih dari 3.200 Kasus Cacar Monyet di Dunia
Dunia
Ada Lebih dari 3.200 Kasus Cacar Monyet di Dunia

Lebih dari 3.200 kasus yang terkonfirmasi cacar monyet dan satu kematian dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari wabah saat ini.

Survei Charta Politika: Ganjar-Sandi Menang Lawan Anies-AHY dan Prabowo-Puan
Indonesia
Survei Charta Politika: Ganjar-Sandi Menang Lawan Anies-AHY dan Prabowo-Puan

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali bertengger di posisi puncak versi survei Charta Politika Indonesia.

KPK Amankan Dokumen Keuangan Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing
Indonesia
KPK Amankan Dokumen Keuangan Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tiga lokasi terkait kasius dugaan suap terkait perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) Sawit di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Luhut Pastikan Tak Ada Jalan Damai Bagi Haris dan Fatia
Indonesia
Luhut Pastikan Tak Ada Jalan Damai Bagi Haris dan Fatia

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti resmi menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik atas laporan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Mendag Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng Sudah Rp 14 Ribu
Indonesia
Mendag Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng Sudah Rp 14 Ribu

Dari peninjauan tersebut, Mendag mengklaim harga minyak goreng kini sudah berada di bawah Rp14 ribu per liter

Elektabilitas Dekati Prabowo, Anies dan Ganjar Justru Dinilai Hadapi Kendala Maju ke Pilpres
Indonesia
Elektabilitas Dekati Prabowo, Anies dan Ganjar Justru Dinilai Hadapi Kendala Maju ke Pilpres

Lembaga survei kembali merilis hasil temuan terbarunya terkait peta Pemilu 2024.

[HOAKS atau FAKTA]: Cuci Muka Pakai Odol Bisa Hilangkan Jerawat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Cuci Muka Pakai Odol Bisa Hilangkan Jerawat

Klaim tersebut menjelaskan sudah 2 tahun menggunakan pasta gigi sebagai perawatan wajah sekaligus pengganti skin care, bedak, dan foundation.

Heru Budi Hartono Disebut Jadi Pj Gubernur DKI, Djarot: Cocok Lah!
Indonesia
Heru Budi Hartono Disebut Jadi Pj Gubernur DKI, Djarot: Cocok Lah!

"Saya pikir kalau Pak Heru, cocok lah. Dia orangnya pekerja keras, tidak kenal lelah," kata Djarot di Gedung KPK, Jakarta, Rabu(18/5).

UNS Kuliah Tatap Muka Perdana, Mahasiswa Wajib Tunjukkan Bukti Izin Orang Tua
Indonesia
UNS Kuliah Tatap Muka Perdana, Mahasiswa Wajib Tunjukkan Bukti Izin Orang Tua

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah memulai perkuliahan tatap muka (PTM) terbatas, Senin (6/9).