Perankan Tokoh Pemenggal Kepala, Marsha Timothy Sulit Tahan Emosi. Gimana Penonton? Marsha Timothy. (Foto: Instagram/Marsha Timothy)

MAIN film susah-susah gampang. Susahnya, kalau harus memerankan tokoh orang baik, tapi terpaksa menjadi pembunuh. Seperti tokoh Marlina di film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak' yang diperankan Marsha Timothy.

Marsha mengaku sulit menahan emosi saat main sebagai Marlina. "Susah. Sutradara menginginkan si karakter perempuan ini tidak mengeluarkan emosi yang meluap-luap," katanya seperti dikutip dari ANTARA.

Marlina adalah janda muda di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Suatu hari, ia diserang tujuh perampok. Ternaknya juga diambil paksa. Tujuh perampok itu mengancam nyawa, harta dan kehormatan Marlina di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi.

Ketimbang mati sia-sia, Marlina memilih membela diri. Ia bunuh beberapa perampok dengan racun yang dicampur dalam makanan. Bos perampok, Markus (Egi Fedly), dia penggal kepalanya.

Film berdurasi 90 menit itu juga menampilkan sosok Marlina yang mencari keadilan. Usai memenggal Markus pada malam hari, keesokan harinya Marlina membawa kepala Markus. Di tengah perjalanan, ia bertemu Novi (Dea Panendra) yang tengah menanti kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus disatukan dengan tubuhnya.

Tragedi itu sebenarnya berat, tapi Marlina dituntut tegar dan dingin tanpa ekspresi. "Kalau pun nangis, Mouly maunya tidak cengeng nangisnya," terang Marsha.

Mouly yang dimaksud Marsha adalah Mouly Surya, sutradara film 'Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak'. Meski mengaku sulit menahan emosi, belum lagi ditambah susahnya menggunakan dialek Sumba, peran Marsha sebagai Marlina ternyata berbuah manis.

Marsha mendapat penghargaan Aktris Terbaik di Sitges International Fantastic Film Festival 2017. Dia berhasil mengalahkan aktris Hollywood asal Australia, Nicole Kidman. Selamat ya, Marsha. (*)


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH