Perang AS-Israel vs Iran Meluas, DPR Sarankan WNI Dievakuasi ke Negara Tetangga

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran Meluas, DPR Sarankan WNI Dievakuasi ke Negara Tetangga

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Foto X

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menekankan pentingnya langkah cepat dan tepat pemerintah dalam mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan konflik menyusul memanasnya perang Israel-AS melawan Iran.

Oleh Soleh menyebutkan, konflik bersenjata tersebut kini telah memasuki hari ke-6 dengan eskalasi yang semakin meluas dan intens.

Situasi ini dinilai semakin berbahaya bagi keselamatan warga sipil, termasuk WNI yang masih berada di wilayah Iran.

“Perang Israel-AS melawan Iran sudah memasuki hari ke-6 dan skalanya semakin meluas serta memanas. Karena itu, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI harus bergerak cepat melakukan langkah-langkah evakuasi bagi WNI, khususnya yang berada di Iran,” kata Oleh Soleh kepada wartawan, Kamis (5/3).

Baca juga:

41 WNI masih Tertahan di Abu Dhabi dan Dubai di Tengah Konflik, KBRI Fasilitasi dan Tinjau Berbagai Opsi Pemulangan

Menurutnya, laporan terbaru menunjukkan bahwa hingga saat ini Israel-AS telah melakukan serangan ke sekitar 150 kota di Iran. Kondisi tersebut tentu sangat berisiko terhadap keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak konflik.

“Dengan serangan yang sudah menjangkau sekitar 150 kota di Iran, situasi ini sangat membahayakan keselamatan WNI. Negara harus hadir memastikan perlindungan maksimal bagi setiap warga negara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, bahwa evakuasi tidak selalu harus berarti memulangkan seluruh WNI ke Indonesia. Pemerintah dapat mempertimbangkan opsi evakuasi ke negara-negara tetangga Iran yang dinilai lebih aman dari dampak peperangan.

“Evakuasi tidak harus selalu membawa pulang WNI ke Indonesia. Mereka bisa dipindahkan sementara ke negara tetangga Iran yang relatif aman dari konflik. Kita juga harus memahami bahwa tidak semua WNI ingin langsung pulang ke Indonesia,” jelasnya.

Baca juga:

Menlu Sugiono Siapkan Evakuasi WNI dari Iran, Perjalanan Darat ke Baku Bisa Capai 10 Jam

Ia menilai, jalur darat dapat menjadi opsi paling realistis untuk proses evakuasi, mengingat kondisi ruang udara yang berpotensi tidak stabil di tengah konflik militer. Lokasi yang paling dekat adalah jalur darat ke Azerbaijan. Setalah itu, baru melalui jalur udara.

“Evakuasi melalui darat harus melalui jalur yang tepat, sehingga tidak menjadi sasaran serangan Israel-AS. Jalur darat ke Azerbaijan menjadi yang paling realistis, " ujar legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu.

Selain itu, Oleh Soleh juga mengimbau para WNI yang berada di wilayah konflik untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta mereka untuk terus menjalin komunikasi dan mengikuti arahan dari perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.

“Saya meminta para WNI untuk tetap tenang dan waspada. Terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di sana serta mengikuti setiap arahan resmi yang diberikan,” tutupnya. (Pon)

#Konflik Israel-Iran #Perang #Evakuasi WNI #Komisi I DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Indonesia
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Wakil Ketua Komisi I DPR mendorong Menlu Arrmanatha Nasir memperkuat diplomasi ekonomi agar berdampak pada industri nasional, lapangan kerja, dan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Dorong Diplomasi Indonesia Berdampak Langsung pada Ekonomi dan Lapangan Kerja
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Indonesia
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
DPR menilai 8 WNI diduga menjadi tentara Rusia karena faktor ekonomi. Ia mengingatkan konsekuensi terhadap status kewarganegaraan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Konsekuensi Kewarganegaraan
Bagikan