Peradilan Kematian Brigadir J Bakal Diisi 11 Dakwaan untuk Seluruh Pelaku

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 05 Oktober 2022
Peradilan Kematian Brigadir J Bakal Diisi 11 Dakwaan untuk Seluruh Pelaku
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo (tengah) dikawal petugas di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/10/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp)

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) bersiap menuntut Ferdy Sambo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat ini, jaksa tengah menyiapkan dakwaan terhadap 11 tersangka pembunuhan berencana Brigadir J dan penghalangan penyidikan.

“Iya, ada 11 dakwaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/10).

Baca Juga:

7 Perwira Polisi Tersangka Obstruction of Justice di Kasus Brigadir J Ditampilkan ke Publik

Mereka yang menjadi tersangka adalah Ferdy Sambo dan Brigjen Pol Hendra Kurniawan (mantan Karo Paminal Polri).

Selanjutnya, mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria‎, mantan Wakaden B Biropaminal Div Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin, dan Kompol Baiquni Wibowo selaku mantan PS Kasubbag Riksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Kemudian, Kompol Chuck Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Bag Rowabprof Divisi Propam Polri dan mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto.

Tersangka tersebut akan didakwa dengan dugaan tindak pidana menghalangi penyidikan (obstruction of justice) dengan cara melakukan perusakan barang bukti telepon seluler dan kamera pengawas.

Lalu dakwaan terhadap tersangka pembunuhan berencana Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Richard Eliezer, Kuat Maruf serta Putri Candrawathi.

Dua perkara yang menjerat Ferdy Sambo yakni menghalangi penyidikan dan pembunuhan berencana Brigadir J akan digabung dalam satu dakwaan.

Baca Juga:

Di Kejaksaan Agung, Ferdy Sambo Ungkapkan Permintaan Maaf ke Keluarga Brigadir J

Kejagung mengaku memiliki strategi khusus untuk melindungi jaksa penuntut umum yang menangani sidang Ferdy Sambo.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana menjelaskan, JPU telah dijaga terkait integritas dan profesionalitas dalam bekerja.

Ia menyebut, Kejagung tidak dapat diintervensi dalam proses penanganan perkara.

“Kejaksaan Agung tidak bisa diintervensi karena kita harus menjaga netralitas dalam proses penanganan perkara,” imbuhnya.

Wacana safe house bagi JPU yang melaksanakan persidangan disambut baik. Namun, dia meyakini jaksa dari Kejagung tidak bisa diintervensi dari pihak mana pun.

“Tidak ada yang bisa ditutupi saat ini di dunia digital. Dan, akan diberikan keputusan oleh hakim yang seadil-adilnya,” tegasnya. (Knu)

Baca Juga:

Barang Bukti dan Tersangka Pembunuhan Berencana Brigadir J Diserahkan Terpisah

#Kasus Pembunuhan #Kejaksaan Agung
Bagikan
Bagikan