Penyuap Juliari Ungkap Operator Ihsan Yunus 'Sakti' Urus Kuota Bansos di Kemensos Anggota Fraksi PDIP DPR, Ihsan Yunus. Dokumentasi DPR

MerahPutih.com - Harry Van Sidabukke, penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, menyebut Agustri Yogasmara (Yogas) merupakan orang 'sakti' dalam segi pengurusan kuota Bansos) COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos). Yogas merupakan orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Harry mengakui banyak dibantu oleh Yogas berkaitan dengan kuota pengadaan Bansos COVID-19 untuk PT Hamonangan Sude dan PT Pertani. Menurutnya, Yogas mampu meningkatkan kembali jumlah kuota yang diperoleh untuk perusahaan penyedia bansos.

Baca Juga

Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus

"Saya melihat mas Yogas ini ya lumayan sakti lah menurut saya," kata Harry saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap Bansos COVID-19 untuk terdakwa Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/5).

Harry membeberkan 'kesaktian' Yogas dalam mengurus perkara Bansos COVID-19. Di mana, Harry mengaku awalnya mendapat jatah untuk menggarap 200 ribu paket bansos berupa sembako. Seiring berjalannya proyek, kata Harry, paket sembako yang akan digarapnya berkurang menjadi 150 ribu.

Ihsan Yunus usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2) malam. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Ihsan Yunus usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2) malam. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Kemudian, hal itu diceritakan Harry kepada Yogas. Yogas lantas menemui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso untuk membicarakan jatah kuota paket tersebut. Setelah ada pertemuan itu, ungkap Harry, jatah kuota untuk dirinya kembali seperti semula yakni sebanyak 200 ribu paket.

"(Yogas) masuk ke ruangan Pak Joko. Saya diluar nunggu Mas Yogas. Terus Yogas keluar, (bilang) 'sudah mas, beres'," ungkap Harry.

Harry mengaku tak mengetahui ihwal perbicangan Yogas dengan Matheus Joko Santoso. Sebab, ia berada di luar ruangan Matheus Joko. Namun, Harry meyakini ada pembahasan terkait penambahan jumlah kuota untuk perusahaan yang dibawanya.

"Intinya (Yogas) lapor (ke Joko). Terus (jatah) paket saya kembali," imbuh Harry.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa turut bersama-sama dengan mantan Mensos, Juliari Peter Batubara menerima suap sebesar Rp32 miliar. Keduanya diduga menjadi perantara suap terkait pengadaan Bansos COVID-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos COVID-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. (Pon)

Baca Juga

Terpidana Suap Bansos Mengaku Tak Pernah Diminta Fee Oleh Juliari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha di Bogor Keberatan UMK Naik
Indonesia
Ekonomi Belum Pulih, Pengusaha di Bogor Keberatan UMK Naik

Apindo berharap langkah penyelamatan lain dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, seperti memangkas banyak alur birokrasi untuk kemudahan berinvestasi, penundaan pajak atau retribusi daerah.

Anies: Perkantoran Diisi Orang Terdidik, Tapi Masih Langgar Aturan
Indonesia
Anies: Perkantoran Diisi Orang Terdidik, Tapi Masih Langgar Aturan

Anies juga menyesalkan adanya seorang ibu hamil yang tetap diminta bekerja di kantor

Siap Bertarung, Zohri dan Alvin Berangkat ke Olimpiade Tokyo
Indonesia
Siap Bertarung, Zohri dan Alvin Berangkat ke Olimpiade Tokyo

Zohri maupun Alvin berharap bisa membuat prestasi terbaik dalam Olimpiade pertamanya. Apalagi persiapan yang dilakukan cukup matang termasuk dalam mengatasi pandemi.

Ingat! Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Lewat Darat Wajib Tes Antigen
Indonesia
Ingat! Pelaku Perjalanan Jarak Jauh Lewat Darat Wajib Tes Antigen

Khusus pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan, tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dan hasil tes antigen.

Ini Tempat Persembunyian Nurhadi dan Menantunya Selama Jadi Buronan KPK
Indonesia
Ini Tempat Persembunyian Nurhadi dan Menantunya Selama Jadi Buronan KPK

"Selama DPO hanya di satu tempat. Di rumah saya di Kediri. Saya hanya berdua sama Rezky. Ya (rumah) yang di Sambi," kata Nurhadi kepada Jaksa KPK.

Peringatan HUT ke-76 RI Tahun 2021 Dipindahkan ke Platform Digital
Indonesia
Peringatan HUT ke-76 RI Tahun 2021 Dipindahkan ke Platform Digital

Peringatan kemerdekaan kali ini akan digelar secara sangat minimalis

Pernyataan Resmi MUI Pengurusnya Diduga Terlibat Kasus Teroris
Indonesia
Pernyataan Resmi MUI Pengurusnya Diduga Terlibat Kasus Teroris

MUI berkomitmen dalam mendukung penegakan hukum terhadap ancaman tindakan kekerasan terorisme

Dekranasda Bandung Bikin Kampanye Beli Lokal
Indonesia
Dekranasda Bandung Bikin Kampanye Beli Lokal

Dekranasda berusaha agar pengrajin lebih percaya diri dengan produknya.

Vaksinasi Merdeka Diklaim Sudah Suntik Hampir 2 Juta Warga Jakarta
Indonesia
Vaksinasi Merdeka Diklaim Sudah Suntik Hampir 2 Juta Warga Jakarta

Polda Metro Jaya mengklaim jumlah persentase warga DKI Jakarta yang telah menerima vaksin dosis pertama dalam gerakan Vaksinasi Merdeka mencapai 99 persen.

Kasus COVID-19 DKI Meroket, Anies Rekrut Tenaga Profesional Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 DKI Meroket, Anies Rekrut Tenaga Profesional Kesehatan

Rekrutmen yang diperlukan oleh Pemprov DKI yaitu Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Anastesi/KIC dan Dokter Spesialis Obgyn