Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus Ihsan Yunus usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/2) malam. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Harry Van Sidabukke mengakui pernah menyerahkan dua sepeda mewah merek Brompton ke Agustri Yogasmara (Yogas). Yogas merupakan orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Harry, yang telah divonis bersalah dalam kasus ini mengaku membelikan dua sepeda tersebut karena diminta oleh Agustri Yogasmara. Demikian diakui Harry saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap Bansos COVID-19 untuk terdakwa pejabat Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Baca Juga

Terpidana Suap Bansos Mengaku Tak Pernah Diminta Fee Oleh Juliari

"Diminta, karena kebetulan saya hobi main sepeda, lalu beliau (Yogas) cerita 'Ya aku juga kepengen ikut sepedaan, tapi enggak punya sepeda'. Lalu saya tawarin, 'Ya sudah mas pengen sepeda apa', 'sepeda Brompton'. 'Ya udah nanti aku beliin'. 'Tapi beliin dua ya mas'. Akhirnya saya beliin dua," kata Harry di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) heran karena Harry rela memberikan sepeda mewah tersebut kepada Yogas. Dikatakan Harry, sepeda itu sengaja diberikan kepada Yogas agar PT Hamonganan Sude dan PT Pertani kedepannya bisa lancar mendapat kuota bansos COVID-19.

"Justru karena saya pengusaha pak, makanya saya kasih Brompton, karena saya pikir ke depannya bisa dapat proyek lagi dari Mas Yogas," ujarnya.

Harry Van Sidabukke bersaksi untuk mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/5). ANTARA/Desca Lidya Natalia
Harry Van Sidabukke bersaksi untuk mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/5). ANTARA/Desca Lidya Natalia

Sekadar informasi, Agustri Yogasmara alias Yogas sudah pernah mengembalikan sepeda Brompton tersebut ke KPK pada Rabu, 10 Februari 2021. Sepeda tersebut kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos), Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa turut bersama-sama dengan mantan Mensos, Juliari Peter Batubara menerima suap sebesar Rp32 miliar. Keduanya diduga menjadi perantara suap terkait pengadaan Bansos COVID-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos COVID-19. Di antaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar.

Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. (Pon)

Baca Juga

Anak Buah Juliari Disebut Minta Jatah Rp2.000 Per Paket Bansos

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Sebut Kenaikan Batas Gaji Rumah DP 0 Rupiah Ikuti Arahan Pempus
Indonesia
Wagub DKI Sebut Kenaikan Batas Gaji Rumah DP 0 Rupiah Ikuti Arahan Pempus

Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies menaikkan batas penghasilan pemilikan Rumah DP 0 Persen dari Rp7 juta menjadi Rp14,8 juta berdasarkan arahan Pemerintah Pusat.

Alasan Sahroni Tak Setuju Polri di Bawah Kementerian
Indonesia
Alasan Sahroni Tak Setuju Polri di Bawah Kementerian

Indonesia harus memastikan bahwa Polri menjadi lembaga profesional dan independen

Cara Baru Pesan Tiket Masuk Ancol
Indonesia
Cara Baru Pesan Tiket Masuk Ancol

"Di dalam Ancol Apps, terdapat beragam informasi dan promosi menarik yang disajikan Ancol kepada para wisatawan," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini

Penuntasan Kasus Novel Baswedan Simbol Kesungguhan Negara Melawan Korupsi
Indonesia
Penuntasan Kasus Novel Baswedan Simbol Kesungguhan Negara Melawan Korupsi

"Penuntasan kasus Novel Baswedan adalah simbol kesungguhan negara melawan korupsi. Pengungkapan dalang kasus Novel adalah bagian penting dari penegakkan keadilan di negeri ini," kata Isnur dalam keterangannya, Senin (12/4).

Asrama Haji Donohudan Jadi Lokasi Isoter, Gibran: Amit-amit Ada Gelombang Ketiga
Indonesia
Asrama Haji Donohudan Jadi Lokasi Isoter, Gibran: Amit-amit Ada Gelombang Ketiga

Persiapan yang sudah dilakukan diantaranya tempat isolasi terpusat (isoter) yang akan dibutuhkan untuk melakukan karantina bagi warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Muncul Klaster COVID-19 di Lapas Kendal, ICJR Sayangkan Warga Binaan Tak Divaksin
Indonesia
Muncul Klaster COVID-19 di Lapas Kendal, ICJR Sayangkan Warga Binaan Tak Divaksin

ICJR sejak Januari 2021 telah menyerukan bahwa WBP harus divaksin

Anggota DPR Kritik Penamaan Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed
Indonesia
Anggota DPR Kritik Penamaan Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed

Anggota Komisi V DPR Toriq Hidayat mengkritik penamaan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated menjadi Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), yaitu Putra Mahkota Uni Emirat Arab, sebagai hal yang dinilai janggal.

DKPP Sidangkan 118 Perkara Terkait Tahapan Pilkada
Indonesia
DKPP Sidangkan 118 Perkara Terkait Tahapan Pilkada

Dari 626 aduan yang masuk pada tahun 2020—2021, sebanyak 327 aduan atau 52,2 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat dan sebanyak 299 aduan atau 47,8 persen yang disidangkan.

BIN Fokus Gelar Vaksinasi di Pesantren
Indonesia
BIN Fokus Gelar Vaksinasi di Pesantren

"Ketahanan NKRI kita ada di sini, sehingga ini menjadi prioritas sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo terkait vaksinasi di kalangan pelajar," kata Budi Gunawan.

Pemerintah Diminta Fasilitasi Pengobatan Mantan Atlet Nasional Verawaty Fajrin
Indonesia
Pemerintah Diminta Fasilitasi Pengobatan Mantan Atlet Nasional Verawaty Fajrin

Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti memberikan perhatian serius kepada legenda bulu tangkis Indonesia Verawaty Fajrin.