Penyidik Polri-KPK Kompak Tak Tampilkan Nama Harun Masiku di Situs Interpol Harun Masiku. Foto: Isitmewa

Merahputih.com - Polri memberikan klarifikasi terkait tidak dipublikasikannya nama buronan Harun Masiku di situs resmi National Central Bureau (NCB) Interpol setelah diterbitkannya red notice.

Sekretaris NCB Hubungan Internasional (Hubiter) Polri, Brigjen Amur Chandra mengatakan penyidik Polri maupun KPK tidak memilih kolom publikasi untuk mengumumkan red notice Harun Masiku yang ada pada situs Interpol

"Pilihan itu tergantung penyidik yang meminta," jelas Amur kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/8).

Baca Juga:

KPK Sita Uang Rp 8 Miliar Terkait Kasus Suap "Ketok Palu" DPRD Jambi

Amur menyebut penerbitan red notice Harun Masiku sudah selesai dan penyidik KPK maupun Polri memilih untuk tidak mempublikasikannya untuk masyarakat umum. Namun, jika penyidik meminta untuk di-publish maka red notice Harun Masiku masuk ke dalam situs Interpol.

"Jadi orang yang melihat website (situs) itu melihat bisa mengetahui," ucapnya.

Kendati tidak dipublikasikan, Amur memastikan red notice tersebut sudah masuk dalam jaringan Interpol di 124 negara anggota. Data tersebut masuk ke dalam data setiap pintu perlintasan.

"Jadi pada saat itu penyidik minta tidak untuk di-publish tentunya keinginan untuk percepatan," tegasnya.

Alasan lain tidak dipublikasikan pencekalan terhadap Harun Masiku, karena penyidik ingin ada kerahasiaan, menghindari masyarakat umum melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dengan mengambil data dari situs tersebut. "Jadi kami pilih tidak di-publish," tutupnya.

KPK sebelumnya sempat mempertanyakan nama Harun Masiku tidak ada di website resmi interpol.

Gedung KPK. (Foto: Antara)
Gedung KPK. (Foto: Antara)

Padahal, mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sudah menjadi buronan KPK atas kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI tahun 2019.

"Jadi, KPK sudah berkoordinasi dan bertanya terkait ini, bagaimana kemudian tidak ada di sana (website interpol)," kata Ali di Gedung KPK.

Ali mengatakan, di website tersebut ada beberapa buronan internasional yang tercantum dan itu adalah permintaan dari negara lain. Sehingga, kalau ada permintaan dari negara lain memang akan dicantumkan dalam interpol NCB Indonesia.

"Kalau dari permintaan dalam negeri Indonesia sendiri itu tidak dicantumkan, tetapi bisa diakses oleh seluruh anggota interpol terkait hal itu," katanya.

Baca Juga:

ICW Tagih Janji KPK Tangkap Harun Masiku

KPK memastikan pihak interpol tetap mencari mantan politikus PDIP Harun Masiku yang saat ini masih menjadi buronan, walaupun namanya tidak dipublikasikan pada situs resmi interpol.

"Tersangka kasus dugaan suap terkait dengan penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, itu tetap diburu oleh anggota Interpol," kata Ali.

Pasalnya, Ali mengklaim meski nama Harun Masiku tidak dipublikasi, namun data akses notice kepasa yang bersangkutan masih dapat diakses oleh para aparat penegak hukum melalui jaringan interpol. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Tertinggi di DKI Jakarta
Indonesia
Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Tertinggi di DKI Jakarta

Pemerintah memang akan melakukan berbagai upaya untuk menambah kapasitas ruang perawatan intensif

Jokowi Jadi Inspektur Upacara Peringatan Virtual Hari Lahir Pancasila
Indonesia
Jokowi Jadi Inspektur Upacara Peringatan Virtual Hari Lahir Pancasila

Presiden Joko Widodo akan menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6).

Universitas Binawan Fokus Pada Teknologi Digital
Indonesia
Universitas Binawan Fokus Pada Teknologi Digital

Illah menyatakan siap menjadikan Universitas Binawan sebagai kampus yang berakhlak, berbasis digital, dan berdaya saing internasional.

PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja
Indonesia
PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja

Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, saat KRL mendekati stasiun Tanah Abang, kapasitas gerbong KRL semakin padat. Orang yang berdiri semakin berimpitan dan tidak ada jarak satu sama lain.

Fadli Zon Sambangi RS Polri Bersama Keluarga Pengawal Rizieq
Indonesia
Fadli Zon Sambangi RS Polri Bersama Keluarga Pengawal Rizieq

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyambangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12) sore.

Alasan Pemerintah Tidak Ajukan Revisi UU ITE di Prolegnas 2021
Indonesia
Alasan Pemerintah Tidak Ajukan Revisi UU ITE di Prolegnas 2021

"Kebijakan adalah prolegnas dievaluasi per semester maka lihat perkembangan selanjutnya (rencana memasukkan RUU ITE dalam Prolegnas 2021)," ujar Yasonna.

Mantu Jokowi Ingin Vaksinasi Dilakukan Lebih Masif
Indonesia
Mantu Jokowi Ingin Vaksinasi Dilakukan Lebih Masif

"Saya optimis, kita bisa membuat vaksinasi yang lebih besar lagi," kata Bobby.

KKB Kembali Menebar Teror, Bakar Gedung Sekolah Hingga Perumahan Guru
Indonesia
KKB Kembali Menebar Teror, Bakar Gedung Sekolah Hingga Perumahan Guru

Jalan-jalan tersebut digali dengan kedalaman 25 sampai 40 centimeter

Tembak Mati Pendukung Rizieq, Kapolda Metro Klaim Anak Buahnya Diserang Duluan
Indonesia
Tembak Mati Pendukung Rizieq, Kapolda Metro Klaim Anak Buahnya Diserang Duluan

Awalnya, polisi mendapatkan informasi akan adanya pergerakan massa yang akan datang ke Polda Metro Jaya