Penyidik Polisi Dihadang FPI, Kapolri: Sikat Semua Kapolri Idham Azis. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Adanya upaya penghadangan Front Pembela Islam (FPI) terhadap penyidik dan aparat kepolisian yang mengantarkan surat panggilan kepada pentolan FPI Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, membuat geram Kapolri Idham Azis.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menegaskan, negara tidak boleh kalah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan cara premanisme untuk menghalangi proses penegakan hukum di Indonesia.

"Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme. Kami akan sikat semua. Indonesia merupakan negara hukum. Semua elemen harus bisa menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat," kata Idham di Jakarta, Kamis (4/12).

Baca Juga:

Kasus Kerumunan di Acara Maulid dan Nikahan Anak Rizieq Naik Penyidikan

Ia meminta kepada seluruh pemangku kepentingan dan ormas harus patuh dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Ancaman pidana diatur dengan jelas untuk pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum di Indonesia.

"Ada sanksi pidana untuk mereka yang mencoba menghalangi petugas dalam melakukan proses penegakan hukum," ujar Idham.

Kerumunan
Keremunan di Petamburan. (Foto: Antara).

Kapolri menegaskan, akan mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan, dalam hal ini adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di beberapa acara yang dihadiri Rizieq.

"Polri selalu mengedepankan asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi," kata mantan Kepala Bareskrim Polri ini.

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kerumunan yang terjadi saat pernikahan anak Rizieq Shihab di Petamburan. Berbagai kalangan sudah diperiksa bahkan dicopot dari jabatannya akibat kerumunan sejak kedatangan Rizieq Shihab. (Asp)

Baca Juga:

Polisi Tangkap Penyebar Video Azan 'Jihad'

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Solo KLB COVID-19, Relawan Gibran Sumbang Ribuan APD ke Rumah Sakit
Indonesia
Solo KLB COVID-19, Relawan Gibran Sumbang Ribuan APD ke Rumah Sakit

"Kami apresiasi relawannya yang giat bekerja keras membantu kegiatan kemanusiaan dalam kondisi status kejadian luar biasa Covid-19 di Solo," ujar Gibran di Solo.

Bos Garmen Penyebar Hoaks Satpam Bank Mandiri Sakit Corona Dicokok
Indonesia
Bos Garmen Penyebar Hoaks Satpam Bank Mandiri Sakit Corona Dicokok

"Jadi LL seorang lelaki ini memiliki usaha Garmen di sana, dia mengambil video dengan narasi kalau korban terkena corona," ujar dia

Anies Akui Pernah Minta Pemerintah Pusat Batalkan Cuti Bersama
Indonesia
Anies Akui Pernah Minta Pemerintah Pusat Batalkan Cuti Bersama

Bukan tanpa alasan Pemprov DKI meminta hapus libur cuti bersama, karena dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 saat libur panjang.

Penangkapan 8 Tokoh KAMI Diduga Kental Aroma Politis
Indonesia
Penangkapan 8 Tokoh KAMI Diduga Kental Aroma Politis

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan protes resmi terhadap penangkapan delapan anggotanya oleh Tim Siber Bareskrim Polri

Buntut Sebutan Bencong, Mabes Polri Evaluasi Kapolres Blitar
Indonesia
Buntut Sebutan Bencong, Mabes Polri Evaluasi Kapolres Blitar

AKBP Fanani yang lama berdinas di Polda Metro Jaya menjelaskan, kemarahan yang ditujukan pada AKP Agus Tri gegara masalah rambut.

Butuh Belasan Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Milik Jokowi di Masjid Al-Wusto
Indonesia
Butuh Belasan Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Milik Jokowi di Masjid Al-Wusto

Dikatakan Purwanto, butuh waktu 30 menit untuk menyembelih hewan kurban milik Jokowi.

Presiden Jokowi Ungkap Polemik Prosedur Penyaluran Bansos COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Ungkap Polemik Prosedur Penyaluran Bansos COVID-19

Kepala Negara menegaskan bahwa mekanisme sinkronisasi data penerima bansos ini harus transparan agar seluruh pihak dapat ikut mengawasi.

Pakar Hukum Duga Hilangnya Harun Masiku Dipengaruhi Tekanan Politik
Indonesia
Pakar Hukum Duga Hilangnya Harun Masiku Dipengaruhi Tekanan Politik

Kasus ini sudah terdapat penetapan beberapa tersangka, ada indikasi dialah yang menyuap, dan pernah mau ditangkap justru malah dilepas,” ungkap Suparji

Bareskrim Mulai Dalami Kasus Dugaan Penipuan Berkedok Investasi PT Jouska
Indonesia
Bareskrim Mulai Dalami Kasus Dugaan Penipuan Berkedok Investasi PT Jouska

Sebelumnya kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya

Mantan Danjen Kopasuss Bakal Diperiksa Diduga Tersangkut Kasus Senpi Ilegal
Indonesia
Mantan Danjen Kopasuss Bakal Diperiksa Diduga Tersangkut Kasus Senpi Ilegal

Soenarko dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal yang membelitnya pada tahun 2019 lalu.