Penyidik Pegang Bukti Kuat Penjarakan Ambroncius Nababan Warga melintas di depan mural bertema Anti Rasisme di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

MerahPutih.com - Penyidik penjarakan tersangka kasus ujaran rasial yang diduga dilakukan Ketua Relawan Pro Jokowi, Ambroncius Nababan, di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, penahanan tersebut berdasarkan bukti-bukti yang telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga

Jokowi Diminta Tertibkan Relawannya, PKS: Teriak Pancasila Tapi Masih Rasis

"Penyidik mempertimbangkan untuk kepentingan penyidikan, kemudian juga berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh bukti yang cukup," katanya kepada wartawan, Rabu (27/1).

Rusdi menjelaskan, penyidik telah mengeluarkan surat perintah penahanan nomor SPHan/18/I/2021/Direktorat Tindak Pidana Siber.

Warga melintas di depan mural bertema Anti Rasisme di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ambroncius Nababan

Ia menuturkan, tersangka akan ditahan hingga 20 hari ke depan, mulai 27 Januari hingga 15 Februari 2021.

"Ini surat penahanannya, ditandatangani oleh penyidik dan juga ditandatangani oleh tersangka atas nama AN," sambungnya.

Rusdi menegaskan penyidik Polri akan menuntaskan kasus ini secara profesional dan akuntabel

Diketahui setelah menjalani pemeriksaan, Ambroncius akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim.

Bareskrim pun diketahui telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut di antaranya saksi ahli pidana dan bahasa. (Knu)

Baca Juga

Kasus Rasisme, Eks Pentolan Relawan Jokowi Terancam Penjara di Atas 5 Tahun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hapus Pasal Migas di UU Ciptaker, Kemsesneg Dinilai Langgar UU
Indonesia
Hapus Pasal Migas di UU Ciptaker, Kemsesneg Dinilai Langgar UU

"Mungkin pelanggaran UU, karena menghapus pasal UU di luar forum resmi yang diatur konstitusi," kata Peneliti Formappi Lucius Karus

[HOAKS atau FAKTA): Dapat Penghargaan di Malaysia, Rizieq Dihina di Tanah Air
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA): Dapat Penghargaan di Malaysia, Rizieq Dihina di Tanah Air

Akun Facebook Aishah Kamaludiin Wijaya Kusuma mengunggah status yang mengklaim di Malaysia, Rizieq Shihab mendapat penghargaan sementara di tanah airnya mendapat penghinaan.

Pemprov Jabar Diminta Jadikan Bandara Kertajati Pusat Logistik e-Commerce
Indonesia
Pemprov Jabar Diminta Jadikan Bandara Kertajati Pusat Logistik e-Commerce

"Dengan membangun ekosistem digital free trade zone di Kertajati Airport, maka memberikan daya tarik bagi global player e-commerce untuk menjadikannya sebagai hub connectivity untuk distribusi nasional bahkan sampai Asia Pasifik," ujar Akbar

 KPU Akan Libatkan Gugus Tugas COVID-19 dan Kemenkes Dalam Pilkada 2020
Indonesia
KPU Akan Libatkan Gugus Tugas COVID-19 dan Kemenkes Dalam Pilkada 2020

Viryan mengatakan, pelibatan Gugus Tugas COVID- 19 dan Kemenkes ini dilakukan di seluruh Indonesia. Tujuannya mengedepankan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada ditengah pandemi COVID-19.

Respons Yasonna Dituding Irjen Napoleon Hapus Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Respons Yasonna Dituding Irjen Napoleon Hapus Red Notice Djoko Tjandra

Yasonna H Laoly menanggapi nota pembelaan atau pledoi mantan Kadivhubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang menyeret nama dirinya dalam pusaran skandal Djoko Tjandra.

Polda Metro Hentikan Kasus Pungli Permintaan THR Rektor UNJ
Indonesia
Polda Metro Hentikan Kasus Pungli Permintaan THR Rektor UNJ

pihaknya tidak menemukan adanya unsur pidana korupsi dalam kasus tersebut.

Wali Kota Bogor Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab
Indonesia
Wali Kota Bogor Bersaksi di Sidang Rizieq Shihab

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjadi salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab (HRS) terkait perkara tes Swab RS UMMI Bogor.

DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok
Indonesia
DPD Minta Kejaksaan Tahan Rumahkan 4 IRT Kasus Pengerusakan di Lombok

"Negara harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan, terutama bagi rakyat kecil yang justru sedang menuntut keadilan di hadapan korporasi. Sudah cukup dengan kasus Nenek Asyani," kata Sultan.

Larang Mudik Maju 22 April, Penyekatan di Tol Solo-Ngawi Belum Dilakukan
Indonesia
Larang Mudik Maju 22 April, Penyekatan di Tol Solo-Ngawi Belum Dilakukan

"Belum ada kenaikan volume kendaraan di Jalan Tol Solo-Ngawi hari ini (Jumat), setelah larangan mudik berlaku efektif mulai Kamis kemarin," ujar Saktia, Jumat (23/4).

UEA Bangun Masjid Rp5,7 Triliun di Solo
Indonesia
UEA Bangun Masjid Rp5,7 Triliun di Solo

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) resmi membangunkan masjid megah hadiah untuk Presiden Jokowi di Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.