Penyidik KPK Ungkap Kakak Penyuap Nurhadi Pernah Ubah BAP Dokumentasi bekas Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi (kiri), saat meninggalkan Gedung KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rizka Anung Nata dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Rizka dihadirkan sebagai saksi verbalisan pada hari ini.

Dalam persidangan, Rizka mengungkap bahwa Hengky Soenjoto selaku kakak kandung penyuap Nurhadi, Hiendra Soenjoto, sempat mengubah keterangannya. Menurut Rizka, Hengky mengubah keterangannya pada saat menjalani pemeriksaan yang ketiga sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

"Untuk pemeriksaan satu atau yang pertama, yang bersangkutan tidak ada koreksi. Pemeriksaan kedua, tidak ada koreksi. Pemeriksaan ketiga, yang bersangkutan ada koreksi. Dan saya persilakan untuk mengoreksi, kemudian yang terbaru saya tuangkan dalam BAP yang sekarang ada di berkas perkara," kata Rizka saat di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/2).

Baca Juga:

Debat dengan Penyidik, Kakak Penyuap Nurhadi Minta Hakim Buka Rekaman Suara dan CCTV

Rizka menjelaskan, salah satu keterangan krusial yang diubah oleh Hengky dalam berita acara pemeriksaannya adalah soal pengurusan perkara PT MIT dengan PT KBN. Pada pemeriksaan ketiga, kata Rizka, Hengky mengubah pernyataannya menjadi perkara PT MIT vs UOB.

"Ada materi yang terkait perkara, yaitu yang bersangkutan di pemeriksaan awal menyebutkan bahwa uang yang disuruh oleh Hiendra itu, untuk mengurus kasasi itu dia bilang, perkara MIT VS KBN kemudian di BAP ketiga, beliau ubah ternyata perkara MIT vs UOB," ujarnya.

Menurut Rizka, pada pemeriksaan pertama dan kedua, Hengky menyatakan bahwa ada aliran uang dari Hiendra untuk mengurus PT MIT dengan KBN. Namun, pernyataan itu diubah pada pemeriksaan yang ketiga menjadi pengurusan perkara antara PT MIT melawan UOB.

"Itu (yang diubah) masalah kasasi, dia bilang itu kasasi terkait MIT vs UOB," jelas dia.

Terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA Rezky Herbiyono di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa/pri.
Terdakwa kasus penerimaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA Rezky Herbiyono di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa/pri.

Rizka mengaku, setiap pemeriksaan yang dilakukan hasil koreksinya pasti disimpan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ia pun tidak mempermasalahkan saksi Hengky merubah keterangannya. Namun, Rizka mengingatkan bahwa ada ancaman pidana jika memberikan keterangan tidak benar pada saat proses penyidikan atau pun persidangan

"Perdebatan tidak ada, cuma ketika pemeriksaan ketiga, beliau, saksi Hengky Soenjoto akan merubah, ya saya tanyakan, 'Kenapa mengubah?" Yang bersangkutan bilang, 'Saya yang inget yang ini.' Ya saya persilakan," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima suap sebesar Rp45.726.955.000. Uang suap Rp45,7 miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Baca Juga:

Nama Moeldoko Muncul dalam Sidang Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi

Uang yang diberikan Hiendra tersebut untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, Nurhadi dan Rezky juga didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali. (Pon)

Baca Juga:

Nurhadi Dicecar 21 Pertanyaan Terkait Kasus Pemukulan Anak Buah Firli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terkait Jam Malam, Ini Jalan-Jalan di Jakarta Terkena Penyekatan
Indonesia
Terkait Jam Malam, Ini Jalan-Jalan di Jakarta Terkena Penyekatan

Polda Metro Jaya malam ini menyekat 10 titik ruas jalan ibu kota terkait pembatasan mobilitas pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Sebagai Atasan Penembak Prajurit TNI di Cengkareng, Kapolda Metro Minta Maaf
Indonesia
Sebagai Atasan Penembak Prajurit TNI di Cengkareng, Kapolda Metro Minta Maaf

Penembakan terjadi di kafe bernama RM di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Kamis (25/2) sekitar pukul 04.30 WIB

[HOAKS atau FAKTA] Rizieq Shihab Suap Kejaksaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Rizieq Shihab Suap Kejaksaan

Artikel itu memuat berita mengenai komentar pihak kepolisian terhadap kejadian kisruh Rizieq Shihab dengan pihak Kejaksaan di Rutan Bareskrim Polri

Polresta Surakarta Gencarkan Patroli K9 di Gereja
Indonesia
Polresta Surakarta Gencarkan Patroli K9 di Gereja

Polresta Surakarta, Jawa Tengah melakukan patroli K-9 di Gereja Maria Regina Purbowardayan, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (31/3).

Sidang Pledoi, Eks Mensos Juliari Minta Maaf ke Mega dan Jokowi
Indonesia
Sidang Pledoi, Eks Mensos Juliari Minta Maaf ke Mega dan Jokowi

Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara meminta maaf kepada Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Gerindra Bantah Prabowo Konsumsi Obat Ivermectin untuk Cegah COVID-19
Indonesia
Gerindra Bantah Prabowo Konsumsi Obat Ivermectin untuk Cegah COVID-19

Gerindra membantah kabar bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah mengonsumsi obat jenis Ivermectin.

Duh Baru 68 Remaja Sulsel Suntik Vaksin Dosis Kedua per 3 Agustus, Digenjot Lah!
Indonesia
Duh Baru 68 Remaja Sulsel Suntik Vaksin Dosis Kedua per 3 Agustus, Digenjot Lah!

Remaja yang sudah mendapat suntikan dosis kedua baru 68 orang hingga 3 Agustus 2021.

Warung Sate Taichan di Parkiran Senayan City Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan
Indonesia
Warung Sate Taichan di Parkiran Senayan City Ditutup karena Langgar Protokol Kesehatan

Penutupan ini karena mereka melanggar protokol kesehatan (prokes) saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, akhir pekan lalu.

Kapolda Jateng Tegaskan PPKM Mikro Berjalan Baik
Indonesia
Kapolda Jateng Tegaskan PPKM Mikro Berjalan Baik

Di Jawa Tengah terdapat 1.062 kelurahan yang telah mendirikan posko COVID-19. Perangkat Babinsa dan Babinkamtibmas juga siap

Sebagian Besar Kasus COVID-19 di Jakarta Hanya Pasien OTG dan Gejala Ringan
Indonesia
Sebagian Besar Kasus COVID-19 di Jakarta Hanya Pasien OTG dan Gejala Ringan

"Tetap dibutuhkan berbagai introspeksi. Sebagian besar kasus sekarang OTG dan ringan," ujar Widyastuti