Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan sebagai Tersangka KPK menetapkan penyidik AKP Stefanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan penyidik AKP Stefanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Stefanus merupakan penyidik KPK yang berasal dari Korps Bhayangkara. Selain Stefanus dan M Syahrial, KPK juga menetapkan pengacara bernisial MH sebagai tersangka.

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/4) malam.

Baca Juga:

Propam Amankan Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai

Stefanus diduga menerima suap dari M Syahrial terkait pengurusan perkara di KPK. Suap tersebut diberikan agar kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang tengah diusut KPK tidak dilanjutkan.

Firli menegaskan, lembaga antirasuah tidak akan mentolerir perbuatan rasuah yang dilakukan penyidiknya tersebut.

KPK (ANTARA/HO)
KPK (ANTARA/HO)

"Sikap KPK dari awal sampai hari ini tidak bergeser, yaitu memegang prinsip zero tolerance. Tak pernah memberikan toleransi terhadap penyimpangan," tegas Firli.

Dalam kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai, KPK belum mengumumkan secara resmi pihak yang dijerat sebagai tersangka.

Pengumuman tersangka akan dilkukan saat dilakukan upaya hukum paksa seperti penangkapan atau penahanan. (Pon)

Baca Juga:

Kepemimpinan Firli, Implikasi UU Baru dan Runtuhnya Integritas KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Oknum Polisi Sulsel Perkosa ART Anak, Ponakan Prabowo Ungkit Nasib RUU TPKS
Indonesia
Oknum Polisi Sulsel Perkosa ART Anak, Ponakan Prabowo Ungkit Nasib RUU TPKS

Kejahatan seksual terhadap anak tidak cukup hanya dijerat menggunakan UU Perlindungan Anak.

Penularan COVID-19 di Kota Bandung Mulai Terkendali
Indonesia
Penularan COVID-19 di Kota Bandung Mulai Terkendali

Pemkot Bandung melalui Wakil Wali Kota Yana Mulyana menyampaikan terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang telah berjibaku menghadapi pandemi COVID-19.

Eks Penyidik KPK AKP Robin Divonis 11 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Divonis 11 Tahun Penjara

Vonis mantan penyidik KPK asal Polri ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang sebelumnya menuntut Robin 12 tahun penjara.

Akhir Tahun Ini Pra Konstruksi ITF Sunter Segera Dimulai
Indonesia
Akhir Tahun Ini Pra Konstruksi ITF Sunter Segera Dimulai

ITF Sunter mampu mengolah sampah 2.200 ton per hari

Polisi Selidiki Kasus Keracunan Warga Koja usai Makan Nasi Kotak dari Kader PSI
Indonesia
Polisi Selidiki Kasus Keracunan Warga Koja usai Makan Nasi Kotak dari Kader PSI

Polisi menyelidiki sampel nasi kotak yang diduga dibagikan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan diduga menyebabkan sejumlah warga Koja, Jakarta Utara, keracunan.

Tugu Api Tidak Pernah Padam Jadi Simbol Nyalakan Semangat Indonesia
Indonesia
Tugu Api Tidak Pernah Padam Jadi Simbol Nyalakan Semangat Indonesia

Semangat perjuangan bangsa Indonesia jangan pernah padam dan harus selalu menyala-nyala.

Sapi Simental Seberat 1,3 Ton Asal Agam Calon Hewan Kurban Jokowi
Indonesia
Sapi Simental Seberat 1,3 Ton Asal Agam Calon Hewan Kurban Jokowi

Sapi simental seberat 1,3 ton terpilih sebagai calon hewan kurban Presiden Joko Widodo pada Idul Adha 1442 Hijriah.

Pemerintah Tunjuk Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia
Indonesia
Pemerintah Tunjuk Juru Bicara Presidensi G20 Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pembentukan tim jubir ditujukan untuk membangun kekompakan, kolaborasi, dan kepercayaan dalam negeri melalui sosialisasi dan promosi Presidensi G20 Indonesia.

Warga Tutup Jalan Tol Cipularang, Polri: Kalau Tidak Diatur Lebih Macet Lagi
Indonesia
Warga Tutup Jalan Tol Cipularang, Polri: Kalau Tidak Diatur Lebih Macet Lagi

Warga menutup Jalan Tol Cipularang ke arah Bandung, Jawa Barat akibat terjadinya kemacetan parah dari pemberlakuan one way.

Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada
Indonesia
Terungkap! Uang Suap dari Azis Syamsuddin untuk Sawer Biduan hingga Maju Pilkada

Pengacara Maskur Husain mengaku menggunakan sebagian uang haram senilai total Rp 2,55 miliar yang diduga diterima dari Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado untuk berbagai keperluan pribadi.