Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK Logo KPK. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tersangka Andi Irfan Jaya dalam penyidikan dugaan suap, gratifikasi, dan permufakatan korupsi tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Pemeriksaan itu dilakukan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

"Tersangka AIJ dibawa ke KPK dalam rangka pemeriksaan oleh penyidik tim Kejaksaan Agung, " kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Baca Juga

Kasus Jaksa Pinangki, Kejagung Tetapkan Politikus Nasdem Andi Irfan Tersangka

Ali mengatakan, terkait materi pemeriksaan menjadi wewenang penyidik Kejagung. Ali menuturkan, pemeriksaan eks politikus Nasdem di Gedung KPK sebagai bentuk sinergi antar aparat penegak hukum.

"KPK fasilitasi tempat penahanan dan pemeriksaan tersangka," kata Ali.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, penyidik akan mendalami terkait konstruksi dan peran lengkap Andi Irfan.

Dalam pemeriksaan, kata Febrie, penyidik akan menggali tentang siapa pengendali Andi Irfan.

“Kita akan melihat pasal-pasal sangkaannya. Terutama tentang kesepakatan dia, bersama-sama Pinangki itu,” ujar Febrie.

Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

Kata Febrie, perlu pendalaman yang akurat dalam penyidikan terkait peran Andi Irfan di pusaran kasus dugaan suap, gratifikasi, serta pemufakatan jahat bersama Djoko Tjandra dan Pinangki. Terutama, kata Febrie menyangkut soal aliran uang yang diterima Andi Irfan, dari Djoko sebelum sampai ke Pinangki.

Dalam penyidikan tersangka Pinangki, Febrie pernah menerangkan, Djoko menyerahkan uang sedikitnya 500 ribu dolar AS (Rp 7,5 miliar) lewat perantara Andi Irfan. Uang haram tersebut, diyakini sebagai panjar kepada tersangka Pinangki, supaya mengatur upaya penerbitan fatwa dari Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan terpidana Djoko dari vonis MA 2009.

Djoko adalah terpidana korupsi Bank Bali 1999 yang pernah divonis dua tahun penjara pada 2009. Namun, Djoko berhasil kabur ke Papua Nugini, dan jadi buronan selama 11 tahun, sebelum akhirnya ditangkap pada 30 Juli 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Baca Juga

Mobil Mewah Jaksa Pinangki Diduga Hasil Suap Djoko Tjandra

Febrie pernah menjelaskan ada rencana jahat yang sudah dibicarakan antara Pinangki, dan Andi Irfan kepada Djoko. Pinangki, menggandeng Andi Irfan saat menawarkan proposal fatwa MA, kepada Djoko dua kali di Malaysia, pada November 2019.

Nilai proposal fatwa dikatakan mencapai 10 juta dolar. Terungkap dalam penyidikan, kata Febrie, Djoko memberi panjar 500 ribu dolar kepada Pinangki lewat perantara Andi Irfan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
AJI Surabaya Kecam Perampasan Telepon Genggam Milik Jurnalis Tempo
Indonesia
AJI Surabaya Kecam Perampasan Telepon Genggam Milik Jurnalis Tempo

Kukuh datang setelah ditugasi kantornya untuk melakukan peliputan dan bukan dalam kapasitas mewakili Tempo forum rapat.

 Fadli Zon Dukung Pembentukan Pansus Agar Bisa Investigasi Permasalahan Jiwasraya
Indonesia
Fadli Zon Dukung Pembentukan Pansus Agar Bisa Investigasi Permasalahan Jiwasraya

"Walaupun Fraksi Gerindra sudah ikut dalam Panja. Saya secara pribadi berpendapat seharusnya kalau sudah ada lebih dari dua Panja, lebih efisien dengan membentuk Pansus," kata Fadli .

Rakyat Harus Dapat Kompensasi dari Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Indonesia
Rakyat Harus Dapat Kompensasi dari Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

"(karena) Masyarakat masih banyak keluar rumah," tutur Ujang

[HOAKS atau FAKTA]: Program Mudik Sehat PSBB 2020 oleh Big Bird
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Program Mudik Sehat PSBB 2020 oleh Big Bird

Beredar pesan berantai sebuah poster berlogo perusahaan transportasi bus Big Bird.

COVID-19 di AS Capai 1.678.843 Kasus, Angka Kematian Hampir 100 Ribu
Dunia
COVID-19 di AS Capai 1.678.843 Kasus, Angka Kematian Hampir 100 Ribu

Jumlah kematian juga naik sebanyak 770 menjadi 99.031 kematian.

Angka Kasus COVID-19 di Solo Melonjak, TNI AD Bikin RS Darurat di Benteng Vastenburg
Indonesia
Angka Kasus COVID-19 di Solo Melonjak, TNI AD Bikin RS Darurat di Benteng Vastenburg

TNI AD melalui Korem 074/Warastratama bakal membangun rumah sakit (RS) darurat COVID-19 di dalam kompleks Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah. Pendirian RS darurat tersebut dilakukan seiring tingginya kasus COVID-19 di Soloraya.

FSGI Minta Pemerintah Lindungi Guru di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
FSGI Minta Pemerintah Lindungi Guru di Tengah Pandemi COVID-19

“FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020 sudah ada 42 guru dan 2 pegawai tata usaha sekolah yang meninggal karena COVID-19,” ujar Sekjen FSGI Heru Purnomo

Debat Pilwakot Solo, Gibran Libatkan Akademisi dan Bagyo Belajar dari Mantan Birokrat
Indonesia
Debat Pilwakot Solo, Gibran Libatkan Akademisi dan Bagyo Belajar dari Mantan Birokrat

"Saya sudah dikasih tahu KPU Solo debat paslon tahap pertama diadakan tanggal 6 November. Saya bersama Pak Teguh (cawawali) telah melaksanakan simulasi debat terbuka," ujar Gibran

 Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo
Indonesia
Kisah Sopir Bus Kena PHK, Mudik Jalan Kaki Ratusan Kilometer Jakarta-Solo

"Saya kena PHK tanggal 8 Mei sebagai sopir bus pariwisata. Awalnya saya gunakan uang Rp500.000 untuk membeli tiket bus AKAP jurusan Jakarta-Solo, tetapi yang datang justru mobil Elf," kata Budi

Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah
Dunia
Trump Putuskan Hubungan dengan WHO, Tarik Dana Triliunan Rupiah

Dia mengatakan bahwa organisasi kesehatan dunia itu gagal besar untuk memerangi penyebaran viru corona (COVID-19).