Penyidik Bakal Periksa Dirut Pembuat Cairan Pembersih Buntut Kebakaran Kejagung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

Merahputih.com - Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap satu orang tersangka terkait kebakaran gedung Kejaksaan Agung pada beberapa waktu lalu yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung (Kejagung) berinisial NH.

"Tersangka NH direncanakan pada hari ini dilakukan pemeriksaan dan informasi dari penyidik yang bersangkutan hadir memenuhi panggilan," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/11).

Baca Juga

Delapan Orang Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung, Mayoritas Tukang dan Mandor

Selain itu, penyidik juga nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT.APM. Pemeriksaan akan dilakukan pada Selasa (3/11) besok.

"Besok penyidik juga melakukan penyidikan tambahan terkait tersangka R selaku Dirut PT. APM, karena informasi dari penyidik bahwa saat menang tender perawatan gedung Kejagung menggunakan bendera atau meminjam bendera orang lain, maka terkait hal ini terus dilakukan pendalaman," ujarnya.

Pendalaman pemeriksaan berkaitan status R sebagai tersangka kebakaran gedung Kejagung pada 22 Agustus lalu. Dalam perkara ini Bareskrim menetapkan delapan orang tersangka yakni T, H, S, K, dan IS (kuli bangunan), UAM (mandor), R dan NH (PPK Kejagung).

Konferensi pers kebakaran gedung Kejagung (MP/Kanugraha)

Mereka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.

Polisi menyimpulkan kebakaran ini karena kealpaan, akibat dari keteledoran tukang bangunan yang membuang puntung rokok sembarangan di ruang aula biro kepegawaian lantai 6.

Dalam pemeriksaan, polisi telah menanyai 64 saksi. Keterangan saksi diperkuat oleh citra satelit milik IPB guna mengetahui titik awal api. Satelit ini biasa digunakan untuk memantau kebakaran lahan.

Pakar Kebakaran Lingkungan dan Hutan IPB Bambang Hero Saharjo yang menjadi saksi kali ini. Hasilnya, diketahui petugas pembersih menggunakan cairan pembersih yang tidak sesuai dengan ketentuan yaitu minyak lobi.

Baca Juga:

ICW minta KPK Turun Tangan Usut Kebakaran di Kejagung

"Ada minyak lobi yang biasa digunakan oleh petugas kebersihan. Setelah Puslabfor mengecek temuan adanya fraksi solar dan tiner di setiap lantai, kemudian kami selidiki dari mana barang ini berasal," terang dia, Jumat (23/10) lalu.

Minyak itu dianggap sebagai akseleran, bahkan tak mempunyai izin edar. Sehingga penyidik menyimpulkan pengadaan minyak lobi itu ilegal. Dampak puntung rokok dan minyak tersebut membuat gedung ludes dan negara rugi Rp1,1 triliun. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Minta Bantuan Pemerintah Pusat Cari Rute Baru Formula E
Indonesia
Pemprov DKI Minta Bantuan Pemerintah Pusat Cari Rute Baru Formula E

"Pengumuman lokasi sirkuit pengganti akan dilakukan setelah disetujui oleh FEO dan FIA selaku partner penyelenggaraan Formula E Jakarta," ungkap Dwi

Trump Klaim Raih Banyak Kemenangan
Dunia
Trump Klaim Raih Banyak Kemenangan

Kemenangan atas Pennsylvania, Michigan, Georgia dan Nort Corolina, bisa mengukuhkan kembali Trump di Gedung Putih.

Jokowi Minta Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Dilakukan Maksimal
Indonesia
Jokowi Minta Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Dilakukan Maksimal

Kondisi cuaca saat kejadian sedang dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

 Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Dituntut Penjara Empat Bulan
Indonesia
Demonstran Pembawa Bendera Merah Putih Dituntut Penjara Empat Bulan

JPU menilai Luthfi terbukti melangar Pasal 218 KUHP. JPU menyebut aksi unjuk rasa yang dilakukan Luthfi dan massa lain meresahkan masyarakat.

Rakyat Kecil Menjerit di Tengah Pendemi COVID-19, Anies Diminta Bertindak
Indonesia
Rakyat Kecil Menjerit di Tengah Pendemi COVID-19, Anies Diminta Bertindak

Azas mengatakan, para pedagang dan buruh harian harusnya mendapat prioritas perlindungan kehidupannya ditengah bencana seperti sekarang ini.

Pertahankan Bisnis, Pengusaha Muda Diminta Lebih Adaptif
Indonesia
Pertahankan Bisnis, Pengusaha Muda Diminta Lebih Adaptif

Banyak sekali bisnis-bisnis yang mungkin masih belum bisa berjalan namun ada juga bisnis yang menggeliat saat pandemi.

Polisi Periksa Sejumlah Anggota Sunda Empire dan Staf UPI
Indonesia
Polisi Periksa Sejumlah Anggota Sunda Empire dan Staf UPI

Polisi akan melibatkan budayawan Sunda untuk membantu mencari titik terang sejarah yang diklaim oleh perkumpulan Sunda Empire

Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi di Kasus Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi di Kasus Suap Djoko Tjandra

Mabes Polri didesak untuk segera menahan tersangka Tommy Sumardi di kasus gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik
Indonesia
Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik

Dalam acara tersebut, hadir dalam acara ini Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Sementara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Hidayat Nur Wahid turut serta secara virtual.

Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Padat Karya Tunai di Perdesaan
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Padat Karya Tunai di Perdesaan

Tujuannya untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan