Penyidik Acak-acak Apartemen Jaksa Pinangki Cari Bukti Terkait Kasus Suap Djoko Tjandra Jaksa Pinangki saat menjadi ketua Bhayangkari Rejang Lebong, Bengkulu pada 2018. Foto: Instagram

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku telah mengacak-acak dua apartemen Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pencucian uang.

"Tentunya, dari penerimaan ini kita telusuri bagaimana aliran uang itu. Jadi TPPU sudah kita kenakan," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Andriansyah kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Selasa (1/9).

Baca Juga

Komitmen Ma'ruf Amin Vaksin COVID-19 Bersertifikasi Halal Didukung MPR

Dalam menelusuri TPPU yang disangkakan kepada Pinangki sejak Sabtu (29/8) penyidik telah melakukan kerja di lapangan.

Selain menyita sebuah mobil BMW, Febrie mengatakan hingga Senin (31/8) kemarin, penyidik sudah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi.

Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari (tengah) bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: ist
Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari (tengah) bersama pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. Foto: ist

Tanpa bersedia mengungkapkan lokasi tepatnya, Febri menyebut penggeledahan dilakukan di dua apartemen milik Pinangki di daerah Jakarta Selatan.

"Lokasi tersebut di antaranya di Sentul. Apartemen, tempat dealer mobil. Lokasi di Sentul. Ada beberapa tempat yang jelas terkait TPPU," ujar dia.

Hingga saat ini, Febrie mengatakan penyidik masih bekerja melakukan penggeledahan terkait TPPU tersebut.

"Rekan-rekan penyidik masih bekerja di lapangan. Kita tidak usah ganggu dulu karena dari kemarin Sabtu Minggu pun anak-anak masih di lapangan. Kita masih lihat tetapi ketika pengenaan TPPU tentu akan diusut semuanya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah ditetapkan tersangka kasus suap untuk membantu Kepengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait eksekusi Djoko Tjandra.

Diduga, Pinangki menerima hadiah sebesar USD 500.000 atau Rp 7 milliar dari Djoko Tjandra. Uang telah digunakan oleh Jaksa Pinangki untuk sejumlah peruntukkan.

Febrie menyebut pihaknya mempercepat proses pemberkasan perkara Jaksa Pinangki. Kasus ini menyedot perhatian masyarakat dan publik terus memantau penanganan perkara itu.

Baca Juga

Yasonna Harap RUU MK Segera Disahkan Jadi UU

"Ini akan terus dikembangkan sampai percepatan pemberkasan," kata dia.

Mobil BMW jenis SUV X5 berwarna biru yang disita penyidik terparkir di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan. Mobil berpelat F 214 itu parkir di dekat mobil tahanan Kejagung berwarna hijau. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lebih dari 1.000 Penyintas COVID-19 di DKI Donorkan Plasma Konvalesen
Indonesia
Lebih dari 1.000 Penyintas COVID-19 di DKI Donorkan Plasma Konvalesen

Darah itu nantinya diperuntukan bagi warga yang membutuhkan dalam penanganan medis

Ketua DPR: Saatnya Para Menteri Fokus Bekerja
Indonesia
KPK Isyaratkan Jerat Edhy Prabowo dengan Pasal Pencucian Uang
Indonesia
KPK Isyaratkan Jerat Edhy Prabowo dengan Pasal Pencucian Uang

"Tentu akan dilakukan analisa terhadap peluang kemungkinan penerapan pasal TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Bintang Emon Dibully Buzzer, Pengamat Minta Jokowi Turun Tangan
Indonesia
Bintang Emon Dibully Buzzer, Pengamat Minta Jokowi Turun Tangan

Stanislaus meminta kepada pemerintah untuk segera menindak para buzzer tersebut dan menyarankan agar Bintang Emon melaporkan para akun tersebut.

Kasus COVID-19 Tambah 4.411 Orang
Indonesia
Kasus COVID-19 Tambah 4.411 Orang

Kasus baru COVID-19 di Indonesia bertambah 4.411 dalam data yang dikumpulkan selama 24 jam terakhir sampai Kamis (15/10) siang.

Tolak Masuk Tim Pemenangan, Purnomo: Tanpa Bantuan Saya Gibran Pasti Menang
Indonesia
Khawatir Terjadi Penumpukan di Transportasi Umum, Jam Kerja ASN Bakal Dibagi Dua Sif
Indonesia
Khawatir Terjadi Penumpukan di Transportasi Umum, Jam Kerja ASN Bakal Dibagi Dua Sif

Sistem sif yang dibagi, yakni: Sif 1; 07.30-15.00. Sif 2; 10.00-17.30.

Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional
Indonesia
Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional

Kementerian Pariwisata telah menetapkan konsep homestay dengan memadukan antara penginapan dengan biaya terjangkau dan pengalaman budaya lokal yang otentik.

Semarakan Ramadan, 1.442 Obor Hiasi Kota Singkawang
Indonesia
Semarakan Ramadan, 1.442 Obor Hiasi Kota Singkawang

Panitia Ramadhan dan Eid Mubarak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mulai menghias kota itu dengan sebanyak 1.442 obor untuk menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah atau tahun 2021 Masehi.

Kabareskrim Janji Transparan Usut Pihak yang Bersekongkol dengan Djoko Tjandra
Indonesia
Kabareskrim Janji Transparan Usut Pihak yang Bersekongkol dengan Djoko Tjandra

"Semuanya akan kita proses secara transparan," kata Listyo