Penyerangan Polsek Ciracas Gegara Hoaks, BPIP: Bukti Budaya Kritis Terkikis Suasana setelah penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

MerahPutih.com - Polsek Ciracas, Jakarta Timur diserang oleh sekitar 100 orang tak dikenal pada Sabtu (29/8) dini hari.

Penyerangan itu mengakibatkan kerusakan pada bangunan Polsek, serta sejumlah kendaraan pribadi dan oprasional Polsek Ciracas dibakar dan dirusak oleh para penyerang.

Baca Juga:

Insiden Penyerangan Polsek Ciracas Tak Ganggu Sinergitas TNI-Polri

Belakangan diketahui, serangan itu disebabkan oleh hoaks (berita bohong) yang disebarkan salah satu oknum anggota TNI.

Seorang oknum anggota TNI berpangkat prajurit dua (prada) berinitial MI mengalami kecelakaan tunggal.

Dia mengaku dikeroyok. Ini yang memicu penyerangan terhadap Mapolsek Ciracas. Seperti yang sering disuarakan oleh sejumlah tokoh nasional, hoaks merupakan salah satu musuh terbesar yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia pada era digitalisasi dan pesatnya perkembangan industry 4.0.

Merespon hoaks yang disebarkan oleh Prada MI yang memicu penyerangan Sabtu dini hari itu, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo berpendapat, hoaks bisa dengan mudah diterima sebagai kebenaran oleh masyarakat karena tergerusnya budaya kritis.

“Budaya kritis dalam masyarkat kita mulai tergerus, ini membuat mereka dengan mudah menerima atau hoaks sebagai suatu kebenaran, dan pada akhirnya hoaks yang diterima itu beberapa kali berujung pada tindakan kekerasan, seperti yang terjadi pada Sabtu dini hari kemarin di Polsek Ciracas,” terang Benny kepada Merahputih.com, Minggu (30/8).

Rohaniwan yang juga memiliki keahlian dalam bidang ilmu komunikasi itu berpendapat, perlunya membangun kembali budaya dan pendidikan kritis yang saat ini mulai tergerus.

“Pendidikan kritis melahirkan sikap dan cara berpikir yang tidak mudah dimanipulasi oleh pihak-pihak yang menggunakan propaganda sebagai alat untuk mengaduk emosi publik lewat ujaran kebencian dan isu-isu tertentu yang biasanya terkait dengan SARA,” ujarnya.

Kondisi mobil yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu (29/8/2020) dini hari. (ANTARA/Asprilla Dwi Adha/hp)
Kondisi mobil yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu (29/8/2020) dini hari. (ANTARA/Asprilla Dwi Adha/hp)

Dia juga menegaskan pentingnya pendidikan literasi media dalam era digital, agar nantinya dalam merespons pemberitaan masyarakat tidak mudah terkecoh, emosional, dan terjebak pada solideritas semu untuk melakukan tindakan-tindakan kekerasan serta negatif lainnya.

“Kecerdasan masyarakat dalam menggunakan media sosial atau mencari informasi melalui media siber bisa dibangun lewat sebuah kesadaran kritis, melalui pendidikan literasi media juga membangun kesadaran kritis mereka, dengan itu mereka lebih mampu dalam memilih berita dan konten yang memiliki sumber akurat,” jelas Benny.

Selain itu, menurutnya kesadaran berpikir kritis harus menjadi cara berpikir, bertindak dan berelasi sesama anak bangsa. Jika itu diterapkan, mereka tidak mudah tersulut emosi karena pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

Benny meminta, budaya kekerasan harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Karena siapa mencintai Tuhan, dia pastilah mencintai sesama manusia," tutup Benny.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pastikan keterlibatan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam insiden penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur akan dipecat.

"Ada 12 prajurit TNI AD yang sudah diperiksa terlebih penyerangan Polsek Ciracas. Sementara itu, ada 19 lainnya yang sedang dalam proses pemanggilan untuk diperiksa. Totalnya ada 31. Saya pastikan, semua prajurit TNI AD yang terlibat ini selain dihukum, mereka juga akan dipecat," kata Andika.

Baca Juga:

Puluhan Anggota Diperiksa, KSAD Janji Hukum Berat Pelaku Penyerangan Polsek Ciracas

Menurutnya, penyerangan terhadap Polsek Ciracas yang dilakukan aparat TNI telah mencoreng nama baik institusi TNI. Sehingga, ia memastikan semua prajurit TNI AD yang terlibat akan dipecat.

"Lebih baik kami kehilangan prajurit, daripada mempermalukan nama baik institusi TNI. Selain itu, kami minta mereka untuk menanggung semua kerugian yang diakibatkan oleh insiden penyerangan ini. Mereka harus bertanggungjawab secara penuh. Jangan mau seenaknya saja menerima hukuman begitu saja," ungkap Andika dengan nada tegas.

Dalam konferensi pers tersebut, pihak TNI AD juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa yang menimpa Polsek Ciracas dan warga sekitar. Proses penyelidikan terhadap kasus ini juga akan ditangani secara langsung oleh pihak TNI AD.

"TNI akan bertanggung jawab. Oleh karena itu, saya atas nama TNI AD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa penyerangan yang melibatkan prajurit TNI AD. Kami minta masyarakat untuk membantu TNI dalam mengungkap kasus ini," jelasnya. (Knu)

Baca Juga:

Bohong Anggota TNI Berujung Warga dan Polisi Diringsek

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tambah Fasilitas Stadion JIS, DPRD DKI: Pemprov Bisa Ambil Lahan Warga
Indonesia
Tambah Fasilitas Stadion JIS, DPRD DKI: Pemprov Bisa Ambil Lahan Warga

Ia meminta Pemda DKI untuk melakukan pembebasan lahan di sekitar stadion JIS.

ICW Kritisi Pelantikan Perwira Tinggi Polri Jadi Pejabat KPK
Indonesia
ICW Kritisi Pelantikan Perwira Tinggi Polri Jadi Pejabat KPK

“Secara umum, problematika pelantikan pejabat struktural baru KPK dapat dipandang sebagai upaya dari pimpinan untuk semakin mengikis independensi kelembagaan,” kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana

Listyo Sigit Diyakini Bisa Bangun Polri Lebih Berintegritas di Tengah Polemik Kasus Narkoba Eks Kapolsek Astanaanyar
Indonesia
Listyo Sigit Diyakini Bisa Bangun Polri Lebih Berintegritas di Tengah Polemik Kasus Narkoba Eks Kapolsek Astanaanyar

Ia berharap tidak kembali terjadi hal-hal serupa yang bisa merusak citra kepolisian

Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat
Indonesia
Potensi Resesi Ekonomi Kian Dekat

Potensi resesi secara teknis kian dekat, terlebih beberapa indikator juga menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih dalam kondisi tertekan akibat pandemi COVID-19.

Anies Siapkan Sanksi Buat ASN DKI yang Nekat Liburan saat Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Anies Siapkan Sanksi Buat ASN DKI yang Nekat Liburan saat Natal dan Tahun Baru

Anies pun telah menerbitkan Intruksi Gubernur (Ingub) No 64 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian kegiatan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di Masa Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Lebih dari 50 Calon Penumpang Kereta Api di Cirebon Positif COVID-19
Indonesia
Lebih dari 50 Calon Penumpang Kereta Api di Cirebon Positif COVID-19

Sedangkan yang dinyatakan positif tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan

Buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung Tolak UU Cipta Kerja dan Mogok Kerja
Indonesia
Buruh di Kawasan Industri Pulo Gadung Tolak UU Cipta Kerja dan Mogok Kerja

Tuntutan buruh adalah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tanpa syarat, tidak menghilangkan Upah Minimum Sektoral, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak seumur hidup serta tidak boleh ada "outsourcing" seumur hidup.

Menteri Edhy Pakai Rompi Oranye KPK
Indonesia
Menteri Edhy Pakai Rompi Oranye KPK

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama para pejabat lainnya serta pengusaha, memakai baju oranye saat keluar dari kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

BPJS Enggan Komentar Soal Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran
Indonesia
BPJS Enggan Komentar Soal Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran

BPJS enggan berkomentar banyak soal putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan kenaikan iuran untuk peserta mandiri.

KBRI Tokyo Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa
Indonesia
KBRI Tokyo Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa

“KBRI Tokyo telah menjangkau simpul-simpul masyarakat dan sejauh ini tidak terdapat laporan WNI yang menjadi korban,” demikian keterangan KBRI Tokyo