Penyerangan Acara Midodareni, Kapolda Jateng: Tidak Ada Kompromi Kelompok Intoleran Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi ungkap kasus pelaku intoleran di Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menegaskan tidak akan berkompromi terhadap kelompok intoleran di seluruh wilayah hukum Jawa Tengah. Hal itu menyusul kasus pembubaran paksa acara pernikahan atau midodareni di rumah Almarhum Assegaf bin Jufri di Kota Solo, Sabtu (8/8).

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh Kapolres di Jawa Tengah, tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Termasuk wilayah Kota Solo," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi dalam koferensi pers ungkap kasus penganiayaan dan pengeroyokan pelaku intoleran di kantor Satlantas Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (11/10).

Baca Juga:

Buntut Insiden Midodareni Solo, Menag Ingatkan Islam Itu Penebar Perdamaian

Dikatakannya, Polda Jawa Tengah terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Apalagi pihaknya sudah mengantongi nama-nama pelaku lainnya yang belum tertangkap ataupun menyerahkan diri.

"Kami dari jajaran Polda Jawa Tengah dengan di-backup Mabes Polri dalam hal ini adalah Direktorat Tindak Pidana Umum Mabes Polri akan tetap melakukan pengejaran kepada para pelaku-pelaku kelompok intoleran," kata dia.

Selang tiga hari pasca kejadian, lanjut dia, polisi telah mengamankan lima orang pelaku, yakni inisialnya, BD, MM, MS, ML dan RN. Para pelaku ini kami ancam dengan pasal berlapis, yakni 160, 335 dan 170 KUHP. Empat dari lima pelaku telah ditetapkan tersangka.

"Adapun peran mereka macam-macam dan akan kami dalami lagi satu-satu. Sementara ini ada yang menggunakan alat, ada yang melempar kemudian yang memprovokasi juga ada," ujarnya.

Lima orang pelaku intoleran ditangkap Polda Jawa Tengah, Selasa (11/8). (MP/Ismail)
Lima orang pelaku intoleran ditangkap Polda Jawa Tengah, Selasa (11/8). (MP/Ismail)

Ditanya mengenai otak penyerangan, Kapolda mengatakan masih akan mendalami. Sedangkan barang bukti yang sementara ini diamankan berupa kayu, batu, motor dan mobil. Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang. Sebab Polri memberi jaminan keamanan masyarakat.

"Masyarakat tidak usah takut manakala menjumpai yang mencurigai dari kelompok itu laporkan kepada kami maka akan kita tindak tegas," tutup Kapolda.

Baca Juga:

Kapolres Surakarta Diganti Setelah Tangkap Penyerang Acara Midodareni

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Purbo Adjar Waskito mengungkapkan satu pelaku baru ditangkap pada Senin (10/8) sore di tempat persembuyiannya di luar Solo. Namun demikian, ia enggan menyebut inisial pelaku dengan alasan supaya pelaku lain masih buron tidak lari jauh.

"Polresta Surakarta sudah memberikan peringatan bagi pelaku yang melarikan diri segera menyerahkan diri 2 x 24 jam. Sejauh ini belum ada yang menyarahkan diri," ujar Purbo, Selasa (11/8).

Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri ini kembali memperingatkan pada pelaku yang masih buron masih punya kesempatan satu hari untuk menyerahkan diri baik-baik sebelum dilakukan penangkapan paksa dari kepolisian. Polresta Surakarta dibantu Ditreskrimum Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Mabes Polri dalam menangani kasus ini. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Polresta Surakarta Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Acara Midodareni



Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH