Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa? Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

Merahputih.com - Polri menunda pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti, terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI yang diduga dilakukan tersangka FR dan MYO di Cikampek, Jawa Barat. Sebab, salah satu tersangka terpapar COVID-19.

"Belum, karena tersangka salah satunya kena COVID-19," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Senin (2/8).

Baca Juga:

Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat

Salah satu tersangka yang terpapar COVID-19 berinisial FR. Tersangka yang diduga berperan melakukan penembakan itu, diketahui positif ketika melakukan tes PCR untuk keperluan pelimpahan tahap dua.

"Untuk pelimpahan tahap dua menunggu salah satu tersangka itu negatif," ungkap Argo.

Sebelumnya diketahui, penyidik Bareskrim Polri telah melimpahkan tahap satu berkas perkara dua tersangka kasus dugaan pembunuhan laskar FPI ke kejaksaan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan dan dengan sengaja turut serta dalam membantu tindak kejahatan. Setelah dilakukan penelitian, kejaksaan menyatakan berkas perkara tersangka lengkap atau P21.

Selanjutnya akan dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan. Diketahui, penyidik awalnya menetapkan tiga oknum anggota Polri sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI, di Cikampek, Jawa Barat.

Kendati telah ditetapkan tersangka, namun FR pelaku penembakan dan MYO pengemudi mobil tidak ditahan. Alasannya karena keduanya dinilai kooperatif, tidak dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Baca Juga:

Ini Kabar Terbaru Kasus Penembakan Laskar FPI

Sementara itu, salah satu tersangka lainnya atas nama Ipda Elwira Priyadi Zendrato telah meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan Pasal 109 KUHAP, karena yang bersangkutan telah meninggal maka penyidikan terhadapnya dihentikan.

Ketiga oknum penyidik Polda Metro Jaya itu diduga kuat membunuh empat dari enam anggota laskar FPI yang ditangkap dalam keadaan hidup. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dinyatakan Positif COVID-19, Gibran: Pelayanan Publik Tetap Berjalan 24 Jam
Indonesia
Dinyatakan Positif COVID-19, Gibran: Pelayanan Publik Tetap Berjalan 24 Jam

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terpapar COVID-19 berstatus OTG dan jalani isolasi mandiri (isoman) di Rumah Dinas (Rumdin) Loji Gandrung.

Penjual Kuliner Ramadan di Bandung Bisa Jualan Lebih Lama
Indonesia
Penjual Kuliner Ramadan di Bandung Bisa Jualan Lebih Lama

Oded menyebut, selama Ramadan tempat usaha kuliner bisa beroperasi sampai pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, tempat kuliner hanya diperkenankan beroperasi sampai 21.00 WIB.

Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI
Indonesia
Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI

Penyidik Bareskrim Polri akan menggelar gelar perkara kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang dilakukan oknum polisi terhadap Laskar FPI.

Din Syamsuddin Nilai Kelakuan Moeldoko Rebut Demokrat Tak Sesuai Pancasila
Indonesia
Din Syamsuddin Nilai Kelakuan Moeldoko Rebut Demokrat Tak Sesuai Pancasila

"Dan bertentangan dengan paradigma etika politik berdasarkan Pancasila," kata Din

PPP Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang
Indonesia
PPP Desak Pemerintah Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang

Arsul Sani mendesak pemerintah mencabut paspor Youtuber terduga tindak pidana penistaan agama Jozeph Paul Zhang.

Kekayaan Riza Tambah Rp 2,5 Miliar saat Jabat Wagub DKI Dianggap Wajar
Indonesia
Kekayaan Riza Tambah Rp 2,5 Miliar saat Jabat Wagub DKI Dianggap Wajar

Melejitnya harta kekayaan Ahmad Riza Patria sebesar Rp 2,4 miliar saat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta selama satu tahun dianggap wajar.

[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19 Sudah Tidak Laku di Amerika dan Eropa
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Vaksin COVID-19 Sudah Tidak Laku di Amerika dan Eropa

Vaksin kan sudah tidak laku di Eropa dan Amerika. Dihentikan penggunaan vaksin eksperimen ini karena terbukti banyak KIPI/VAERS

Servernya Diisukan Dibobol Hacker Tiongkok, Ini Reaksi BIN
Indonesia
Servernya Diisukan Dibobol Hacker Tiongkok, Ini Reaksi BIN

BIN pun bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Cerita Cinta Istri Muda di Balik Kasus Suap Bansos
Indonesia
Cerita Cinta Istri Muda di Balik Kasus Suap Bansos

"Sifat jahat dari MJS semakin terlihat ketika memindah semua uang yang dia minta dari vendor ke rumahnya bersama Daning Saraswati di Komplek Yara E5-7 Jakarta Gardenia City Cakung. Tentu saja ada uang yang dia sengaja bawa ke Bandung ke rumah istri tuanya," imbuh Maqdir.

Omicron Masuk Indonesia, Menkes Budi: Tidak Usah Panik
Indonesia
Omicron Masuk Indonesia, Menkes Budi: Tidak Usah Panik

"Tidak usah panik, tetap hidup seperti normal, patuhi protokol kesehatan, patuhi surveilans, lakukan vaksinasi lebih cepat lagi," ujarnya.