Penyelundup 420 Kilogram Sabu Lolos Hukum Mati, Ketua DPRD Jakarta Surati Jokowi Narkoba. (Foto: BNN)

MerahPutih.com - Enam orang terpidana pada kasus narkotika jenis sabu yang dikemas mirip bola seberat 420 kilogram, pada 3 Juni lalu itu dinyatakan lolos dari hukuman mati.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bakal menyurati Presiden Jokowi ihwal putusan banding yang meringankan terpidana narkotika jenis sabu jaringan internasional tersebut.

Baca Juga:

PCNU Cirebon Tolak Potongan Hukuman Mati Penyelundup Narkoba

"Harus ada efek jera disini, karena ini persoalan serius untuk menghentikan peredaran dan pemberantasan sampai ke akar-akarnya," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6).

Sebelumnya, enam orang terpidana tersebut telah mendapat vonis hukuman mati dari Pengadilan Negeri (PN) Cibadak pada 6 April. Namun banding belasan tahun penjara yang diajukan kuasa hukum diterima majelis hakum Pengadilan Tinggi Bandung, Jawa Barat.

Prasetyo yang juga Ketua Presedium Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) meminta agar penegak hukum tak tinggal diam dengan putusan Pengadilan Tinggi tersebut. Ia mendorong pengajuan banding kembali agar terpidana tetap mendapatkan hukuman maksimal.

Pemusnahan narkoba. (Foto: BNN)
Pemusnahan narkoba. (Foto: BNN)

"Jadi di sini saya memberi semangat kepada penegak hukum agar tidak main-main pada permasalahan Narkoba. Harus diberantas dengan hukuman mati agar jera, karena memang sudah banyak anak-anak kita generasi penerus yang menjadi korban," ungkapnya.

Dalam persoalan ini PN Cibadak memvonis 13 terdakwa dengan hukuman mati. Hanya Risma Ismayanti yang divonis lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Banding yang diajukan kuasa hukum para terdakwa ke PT Bandung meloloskan enam terpidana dari hukuman mati. Illan, Basuki Kosasih dan Sukendar masing-masing dihukum 15 tahun penjara. Sedangkan Nandar Hidayat, Risris Risnandar, dan Yunan Citivaga divonis 18 tahun penjara. (Asp)

Baca Juga:

BNN Lakukan Strategi 'Soft Power Approach' Agar Masyarakat Punya Daya Tangkal Terhadap Narkoba

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yuk Taat Prokes! Kasus Harian COVID-19 Pecah Rekor Capai 21.095
Indonesia
Yuk Taat Prokes! Kasus Harian COVID-19 Pecah Rekor Capai 21.095

"Kita berharap, kita semua sekarang ini yang ngantor 75 persen ada di rumah, dan kemudian mal-mal itu jangan kunjungi dulu. Jangan ada interaksi," tutur Alex.

5 Produk Hukum di Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf Dinilai Kontroversi
Indonesia
5 Produk Hukum di Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf Dinilai Kontroversi

Lima produk hukum tersebut dicurigai sarat akan kepentingan elit politik dan elit di sektor bisnis.

Aturan-Aturan dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Level 4 dan 3 di Jawa-Bali
Indonesia
Aturan-Aturan dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Level 4 dan 3 di Jawa-Bali

PPKM Level 3 yang ditetapkan di 33 kabupaten/kota di Jawa-Bali tak jauh beda dengan peraturan pada PPKM Level 4

Legislator Ini Perkirakan Surpres Calon Panglima TNI Keluar Setelah PON Papua
Indonesia
Legislator Ini Perkirakan Surpres Calon Panglima TNI Keluar Setelah PON Papua

DPR RI melaksanakan reses pada tanggal 8 Oktober sampai 7 November

Jokowi: Sekarang Ini 10 Juta Pengangguran di Negara Kita
Indonesia
Jokowi: Sekarang Ini 10 Juta Pengangguran di Negara Kita

Kebijakan perdagangan juga harus dapat memulihkan sektor-sektor ekonomi yang pada tahun lalu terkontraksi akibat dampak pandemi COVID-19.

Temui Raja Malaysia, Muhyiddin Yassin Serahkan Surat Pengunduran Diri
Dunia
Temui Raja Malaysia, Muhyiddin Yassin Serahkan Surat Pengunduran Diri

Muhyiddin Yassin menyerahkan surat pengunduran diri sebagai Perdana Menteri Malaysia kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Ri'ayatuddin di Istana Negara, Kuala Lumpur, Senin (16/8).

Libur Natal, Jumlah Pendaki ke Gunung Lawu Anjlok
Indonesia
Libur Natal, Jumlah Pendaki ke Gunung Lawu Anjlok

"Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang pada libur Natal tetap buka. Kami hanya membatasi 350 orang pendaki setiap harinya," ujar Titis, Sabtu (26/12).

Jokowi Diminta Tertibkan Relawannya, PKS: Teriak Pancasila Tapi Masih Rasis
Indonesia
Jokowi Diminta Tertibkan Relawannya, PKS: Teriak Pancasila Tapi Masih Rasis

Karena sekecil apapun perilaku rasis ini merusak dan menghancurkan persatuan

Ribuan Ibu Hamil di DIY Ikuti Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Ribuan Ibu Hamil di DIY Ikuti Vaksinasi COVID-19

Ribuan ibu hamil di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti vaksinasi COVID-19, Graha Saba UGM Yogyakarta.

Wisma Atlet Hambalang Diusulkan Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19
Indonesia