Penyelidikan Satu Pekan Kemenkumham di Lapas Narkotika Yogya Berujung Pengakuan Sipir Dialog antara perwakilan Lapas Narkotika Pakem dengan napi korban kekerasan, dan Komnas HAM di kantor Kemenkum DIY. (Foto: Humas Kanwil Kemenkumham DIY)

MerahPutih.com - Laporan mantan warga binaan soal penganiayaan dan pelecehan seksual sedikit menemui titik terang. Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Kabupaten Sleman, Yogyakarta sipir akhirnya mengakui ada yang tidak beres di dalam.

Petugas sipir mengakui telah melakukan tindakan kekerasan dan disiplin berlebihan pada narapidana.

Hal tersebut terungkap usai tim investigasi dari Kanwil Kemenkumham DIY melakukan penyelidikan selama sepekan ke lapas di daerah Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta Budi Argap Situngkir menyebutkan, pihaknya masih mengusut apa saja bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan para oknum sipir.

Baca Juga:

Komnas HAM Terjunkan Tim Investigasi ke Lapas Narkotika Yogyakarta

"Beberapa sudah mengakui berdasarkan hasil pemeriksaan. Mereka melakukan tindakan berlebihan, termasuk mungkin ya kekerasannya ada," tegas Budi usai berdialog bersama perwakilan Komnas HAM, mantan napi korban kekerasan dan perwakilan Lapas Narkotika di Kanwil Kemenkumham DIY, Kamis (11/11)

Tim investigasi Kemenkumham DIY akan menjabarkan hasil temuan usai kegiatan pengusutan selesai.

"Saya belum bisa menyimpulkan karena saya tidak langsung jadi tim pemeriksa. Biar nanti dirumuskan karena pemeriksaan itu tidak bisa kami ambil kesimpulan dari terlapor atau petugas saja, kami harus buktikan dengan warga binaan. Bisa saja dari petugas tidak mengaku, tapi dari warga binaan ada. Kami butuh waktu," kata Budi.

Menurut dia, hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap lima petugas Lapas Narkotika Yogyakarta di Kanwil Kemenkumham DIY masih berlanjut.

Selain diperiksa lantaran terindikasi menerapkan kedisiplinan berlebihan terhadap narapidana, jabatan lima petugas itu juga telah dicopot sementara.

Baca Juga:

Jabatan Lima Sipir Lapas yang Diduga Lakukan Kekerasan Pada Napi Dicopot

Ia memastikan bakal menindak tegas oknum petugas lapas yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran.

"Kami sampaikan bahwa apa yang menjadi komitmen kami kalau salah tetap kami akan tindak," ujar dia.

Dalam dialog bersama ini, terjadi islah atau perdamaian antara napi korban kekerasan dengan perwakilan Lapas Narkotika Pakem.

Namun, Budi menegaskan perdamaian ini tidak menghentikan proses investigasi kasus dugaan penganiyaaan di lapas itu.

Dalam pertemuan, Kepala Lapas Narkotika Pakem Cahyo Dewanto akan mengubah pola pendidikan napi menjadi lebih manusiawi tanpa kekerasan.

Sebagai wujud perbaikan, menurut dia, Kanwil Kemenkumham DIY bakal intensif memberikan arahan kepada seluruh pegawai Lapas Narkotika Yogyakarta.

"Jadi ini harus seluruhnya kami upgrade kembali, mindset-nya harus lebih humanis lah. Memang tadi teman-teman (eks warga binaan) bilang bahwa rasanya terlampau tegang di Lapas Narkotika," ujar Budi.

Pihak pelapor yang hadir dalam pertemuan kemarin, yakni dua eks warga binaan Vincentius Titih Gita Arupadatu dan Erza, serta pendamping pelapor Anggara Adiyaksa. Sementara pihak lapas diwakili Kepala Lapas Narkotika Pakem Cahyo Dewanto.

Sementara itu, Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Tama Tamba mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menggali informasi guna mencari fakta kebenaran dari kasus itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah mantan narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta mengadu ke ORI Perwakilan DIY dan Jawa Tengah pada Senin (1/11), mengenai dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual yang mereka alami selama di lapas tersebut. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Ombudsman Selidiki Dugaan Penganiayaan Warga Lapas Narkotika Sleman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kritik Pengangkatan Rektor UI Jadi Komisaris BUMN
Indonesia
Kritik Pengangkatan Rektor UI Jadi Komisaris BUMN

Polemik rangkap jabatan Rektor UI Ari Kuncoro mendapat perhatian masyarakat.

Lantai 2 Gedung Cyber Kebakaran, Gulkarmat Sebut Ada yang Terjebak
Indonesia
Lantai 2 Gedung Cyber Kebakaran, Gulkarmat Sebut Ada yang Terjebak

Belum diketahui secara pasti penyebab dari kebakaran tersebut

Tak Pakai Masker, Wisatawan Asing Di Bali Didenda Rp 1 Juta
Indonesia
Tak Pakai Masker, Wisatawan Asing Di Bali Didenda Rp 1 Juta

Sementara itu untuk layanan makanan melalui pesan-antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional

Pimpiman DPR Sambut Baik Usul Jokowi Revisi UU ITE
Indonesia
Pimpiman DPR Sambut Baik Usul Jokowi Revisi UU ITE

Seharusnya UU ITE dapat lebih mempertimbangkan prinsip keadilan,

Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT
Indonesia
Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT

data terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut sebanyak 174 orang dan 48 orang masih hilang.

Salatiga Digoyang Rentetan Gempa Bumi, Aktivitas Gunung Merapi Normal
Indonesia
Salatiga Digoyang Rentetan Gempa Bumi, Aktivitas Gunung Merapi Normal

sejauh ini dampak gempa di Kota Salatiga sekitar tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi. Aktivitas Gunung Merapi dalam rentang 12 jam, sejak Sabtu pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB tidak terlalu signifikan.

Cak Imin Pede Bertarung di Pilpres 2024
Indonesia
Cak Imin Pede Bertarung di Pilpres 2024

”Ya saya rasa itu sebagai tantangan, saya siap,” ujar Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin

Kemenkumham Didesak Percepat Pengkajian Status Kewarganegaraan Orient P Riwu
Indonesia
Kemenkumham Didesak Percepat Pengkajian Status Kewarganegaraan Orient P Riwu

Mendagri telah menunjuk Sekretaris Daerah sebagai pelaksana harian Bupati Sabu Raijua

Kapolri: Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar
Indonesia
Kapolri: Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar

Kapolri menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya.

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 24 Wilayah Tanah Air
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 24 Wilayah Tanah Air

Pada hari ini, BMKG mencatat suhu udara wilayah DKI Jakarta berkisar antara 25 derajat hingga 34 derajat celsius. Adapun kelembapan udara berkisar antara 65 sampai 95 persen.