Penyelenggaran Haji Batal, Kemenag Pastikan Biaya Dikembalikan ke Calhaj Jamaah Calon Haji Indonesia hendak menaikai pesawat menuju jedda, Saudi Arabia. dua orang calhaj Jambi nyaris gagal berangkat menunaikan ibadah haji karena belum melunasi BPIH. (Antara/Ist)

MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memastikan bahwa keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M dibatalkan.

Seiring keluarnya kebijakan pembatalan keberangkatan Jemaah ini, jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442H/2021M. Setoran pelunasan BPIH yang dibayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Baca Juga

Kemenag Batalkan Pemberangkatan Jemaah Haji ke Arab Saudi

“Nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji 1442H/2021M. Setoran pelunasan Bipih juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji,” kata Menag di Jakarta, Selasa (2/6)

Bersamaan dengan terbitnya KMA ini, lanjut Fachrul, Petugas Haji Daerah (PHD) pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dinyatakan batal. Bipih yang telah dibayarkan akan dikembalikan.

“Gubernur dapat mengusulkan kembali nama PHD pada haji tahun depan,” urai Fachrul.

Fachrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Romadanyl

Hal sama berlaku bagi pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada penyelenggaraan haji tahun ini. Statusnya dinyatakan batal seiring terbitnya KMA ini. Bipih yang dibayarkan akan dikembalikan. KBIHU dapat mengusulkan nama pembimbing pada penyelenggaraan haji mendatang.

“Semua paspor Jemaah haji, petugas haji daerah, dan pembimbing dari unsur KBIHU pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M akan dikembalikan kepada pemilik masing-masing,” ucapnya.

Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga telah menyiapakn posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat.

“Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian COVID-19 ini segera usai,” jelas dia.

Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona yang belum usai.

“Sesuai amanat Undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jemaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi,” ungkap Fachrul

Ia menegaskan bahwa keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Selain soal keselamatan, kebijakan diambil karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441H/2020M.

Akibatnya, Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Padahal persiapan itu penting agar jemaah dapat menyelenggarakan ibadah secara aman dan nyaman.

Baca Juga

Terbitkan Protokol Kesehatan, Kemenag: Panduan Umat Beribadah dan Aman dari COVID-19

“Waktu terus berjalan dan semakin mepet. Rencana awal kita, keberangkatan kloter pertama pada 26 Juni. Artinya, untuk persiapan terkait visa, penerbangan, dan layanan di Saudi tinggal beberapa hari lagi. Belum ditambah keharusan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan saat kedatangan,” tuturnya.

Jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah.

"Meski dipaksakan pun tidak mungkin karena Arab Saudi tak kunjung membuka akses," katanya lagi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anggaran Dipotong Jadi Rp500 Miliar, Bagaimana Kelanjutan Program Andalan Anies DP 0 Persen?
Indonesia
Anggaran Dipotong Jadi Rp500 Miliar, Bagaimana Kelanjutan Program Andalan Anies DP 0 Persen?

Pemprov DKI mesti mencari cara lain untuk menalangi kredit pemilikan rumah (KPR) antara masyarakat yang membeli dan pengembang.

 Antisipasi Panic Buying, Polresta Surakarta Awasi Pusat Perbelanjaan
Indonesia
Antisipasi Panic Buying, Polresta Surakarta Awasi Pusat Perbelanjaan

Andy mengatakan Polresta Surakarta bekerjasama dengan Disdag Solo dalam mengawasi pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Infeksi Virus Corona di Israel Capai 9 Ribu Sehari
Indonesia
Infeksi Virus Corona di Israel Capai 9 Ribu Sehari

Israel kembali terkunci, yang kedua selama pandemi, pada 18 September.

KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor
Indonesia
KPK Sebut MA Tak Dukung Perang Lawan Korupsi Gegara Sering Sunat Hukuman Koruptor

KPK khawatir kecenderungan tersebut menjadi preseden buruk

Jakarta Jadi Sorotan Gegara Penambahan Kasus COVID-19 Tak Terkendali
Indonesia
Jakarta Jadi Sorotan Gegara Penambahan Kasus COVID-19 Tak Terkendali

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan kondisi pandemi di Indonesia kembali mengkhawatirkan.

Rute Kupang-Darwin Mulai Dibuka Awal Desember 2019
Indonesia
Rute Kupang-Darwin Mulai Dibuka Awal Desember 2019

iktor Bungtilu Laiskodat mengatakan rute penerbangan Kupang dengan Darwin, Australia dibuka awal Desember tahun ini.

Tuai Kritik, KPK Tinjau Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas
Indonesia
Tuai Kritik, KPK Tinjau Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas

KPK akhirnya memutuskan meninjau ulang pengajuan anggaran fasilitas mobil dinas.

KPK Periksa Wali Kota Banjar Terkait Korupsi Proyek Infrastuktur
Indonesia
KPK Periksa Wali Kota Banjar Terkait Korupsi Proyek Infrastuktur

Permeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

ICW Sentil KPK: Aktor Selevel Menteri Dapat Ditangkap, Harun Masiku Tidak!
Indonesia
ICW Sentil KPK: Aktor Selevel Menteri Dapat Ditangkap, Harun Masiku Tidak!

"Dalam konteks ini ICW pun mempertanyakan kenapa aktor selevel menteri dapat ditangkap KPK, sedangkan Harun Masiku tidak?" Kata Kurnia

 Pelaku Penyerangan Novel Diduga Oknum Anggota Polisi yang Tersulut Dendam
Indonesia
Pelaku Penyerangan Novel Diduga Oknum Anggota Polisi yang Tersulut Dendam

Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendapat informasi, bahwa terduga pelaku penyerangan Novel adalah pknum anggota polisi dari Brimob, Kelapa Dua, Depok.