Penyelam TNI AL Temukan Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ilustrasi Black Box pesawat (Foto: Dok Pushidrosal)

Merahputih.com - Tim penyelam TNI Angkatan Laut berhasil menemukan kotak hitam atau Black Box pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Penyelam berhasil mengangkat Black Box di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa (12/1) sekitar pukul 16.20 WIB.

Informasi yang diterima Merahputih.com, Black box saat ini tengah diangkut menggunakan KRI Rigel-933 ke Posko JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga:

Pencarian 'Black Box' Mulai Mengerucut di Perairan Pulau Laki

Dalam foto yang dipublikasi Antara, Selasa sore, tampak sejumlah anggota TNI-AL berbaju 'Penyelam TNI-AL' tengah berada di sebuah perahu karet yang membawa temuan kotak hitam pesawat.

Sebelum ditemukan, Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan sudah menyatakan bahwa pencarian Black Box Sriwijaya Air SJ 182 mulai mengerucut di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Setidaknya, Ada lima titik penyelaman dengan radius sekitar 20 meter.

Tim Penyelam TNI AL yang menemukan Kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Penentuan lima lokasi penyelaman itu berdasarkan pemetaan dan analisis yang dilakukan KRI Rigel dengan seluruh sumber daya yang ada. Alat yang digunakan di antaranya magnetometer, HIPAP dan multibeamechosounder.

Sementara pada Senin (11/1), area pencarian berbentuk segitiga, 100 meter kali 100 meter kali 80 meter. Area pencarian itu mendapatkan empat kantong puing pesawat.

Tim penyelam dari Dislambair akan melakukan penguraian pada potongan-potongan material dari puing-puing pesawat yang kemungkinan besar diduga menimbun kotak hitam. (*)

Baca Juga:

Identifikasi Jenazah, Tim DVI Minta Keluarga Korban Sriwjaya Bersabar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Permenhub No 18 Tahun 2020 Kental Aroma Kepentingan Bisnis Aplikator
Indonesia
Permenhub No 18 Tahun 2020 Kental Aroma Kepentingan Bisnis Aplikator

Di samping itu, tidak ada jaminan pengemudi ojek daring akan mentaati aturan itu (protokoler kesehatan).

Mengapa Pemerintah Sulit Mengekstradisi Buronan dari Luar Negeri?
Indonesia
Mengapa Pemerintah Sulit Mengekstradisi Buronan dari Luar Negeri?

Padahal, pemerintah Indonesia memiliki perjanjian ekstradisi buronan antarnegara.

Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme
Indonesia
Kepala BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Jadi Pangkal Terorisme

Tumbuh suburnya ideologi radikalisme dan terorisme salah satunya diakibatkan oleh merenggangnya kohesi sosial akibat intoleransi yang sedang terjadi di masyarakat saat ini.

Diminta Keluarga Jaga Etika, Paman Menantu Jokowi Mundur dari Pilkada Tapanuli Selatan
Indonesia
Diminta Keluarga Jaga Etika, Paman Menantu Jokowi Mundur dari Pilkada Tapanuli Selatan

Bobby, yang juga keponakannya, maju dalam pertarungan Pilkada Kota Medan diusung PDIP, partai tempat Jokowi bernaung.

Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies
Indonesia
Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies

Selama periode pandemi, sektor formal kehilangan 453.295 pekerja tetapi hanya 259.597 pekerja mampu diserap oleh sektor informal. Akibatnya, 193.698 orang kehilangan pekerjaan.

KAMI Bantah Tunggangi Aksi Rusuh Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
KAMI Bantah Tunggangi Aksi Rusuh Tolak UU Cipta Kerja

KAMI membantah adanya tudingan mengikuti aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), Kamis (8/10).

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI
Indonesia
Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Untuk tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 62.063

Tim Advokasi Novel Temukan 9 Kejanggalan Sidang Teror Air Keras
Indonesia
Tim Advokasi Novel Temukan 9 Kejanggalan Sidang Teror Air Keras

Proses persidangan yang dilakukan dinilai belum bisa menggali fakta-fakta sebenarnya dalam kasus tersebut.

Tiongkok Catat 40 Kasus Tambahan Virus Corona
Dunia
Tiongkok Catat 40 Kasus Tambahan Virus Corona

Tiongkok daratan mencatat 40 kasus tambahan virus corona. Angka itu turun dari 44 pada hari sebelumnya.

 Penimbunan Masker Itu Kejahatan Ekonomi dan Bisa Dipidanakan
Indonesia
Penimbunan Masker Itu Kejahatan Ekonomi dan Bisa Dipidanakan

"Kalau tujuannya tidak jelas, tiba-tiba memborong barang, lalu dijual dengan sangat mahal, itu bisa dicarikan pasal-pasal pidananya," ucap dia.