Penyelam Polri dan Pasukan Elite TNI Diterjunkan ke Lokasi Jatuh Sriwijaya Air Ilustasi. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/foc.

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya menurunkan puluhan penyelam untuk mencari korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diperkirakan jatuh di wilayah Kepulauan Seribu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, ada 60 penyelam yang diturunkan.

Fadil menjelaskan, tim penyelam itu merupakan bawah kendali operasi (BKO) dari Korbrimob Polri yang memiliki kemampuan pencairan dan penyelamatan (search and rescue/SAR) di laut.

Baca Juga:

Terima Serpihan Bangkai Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Basarnas Serahkan ke DVI

Mereka ikut bersama kapal dari Polair Mabes Polri dan berkoordinasi dengan kawan-kawan dari Koarmada I.

Selain itu, dua kapal dari Polres Kepulauan Seribu telah menuju lokasi jatuhnya pesawat pada Sabtu petang.

Sementara itu, pasukan elite TNI dari Kopaska dan Denjaka ikut diturunkan mencari korban dan puing pesawat Sriwijaya Air yang diduga jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Panglima Koarmada I Laksama Muda TNI Abdul Rasyid menegaskan, pihaknya telah menemukan titik koordinat lokasi jatuhnya pesawat dan telah disebarkan ke seluruh unsur personel terdekat.

"Semuanya merupakan potensi SAR, apa pun yang dilakukan, kami akan sampaikan kepada pihak Basarnas," kata Rasyid kepada wartawan yang dikutip, Minggu (10/1).

Serpihan-serpihan pesawat yang diduga kuat berasal dari Sriwijaya Air SJ 182 di Posko SAR Terpadu JICT 2 Tanjung Priok. (ANTARA/HO-Basarnas)
Serpihan-serpihan pesawat yang diduga kuat berasal dari Sriwijaya Air SJ 182 di Posko SAR Terpadu JICT 2 Tanjung Priok. (ANTARA/HO-Basarnas)

Dari informasi yang dihimpun, tim melakukan temuan dari lokasi jatuhnya pesawat.

Temuan yang dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam itu bagian anggota tubuh hingga properti diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Ada juga sebuah properti yang diduga milik penumpang Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan dini hari kemarin. Saat ini, pihaknya masih mendalami temuan tersebut di RS Polri.

Tim evakuasi mengangkut sebuah kantong plastik hitam hingga kabel yang diduga temuan dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Temuan tersebut lalu dimasukkan ke kantong oranye dan dibawa oleh ambulans menuju RS Polri.

Adapula mobil ambulans bertuliskan Polisi Biddokkes Polda Metro Jaya itu lalu pergi meninggalkan dermaga JICT 2 pada jam 00.43 WIB.

Kapolres Tanjung Priuk AKBP Ahrie Sonta menyebut, benda dalam kresek hitam itu akan dibawa menuju ke rumah sakit Polri Kramat Jati. Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal isi dari plastik hitam tersebut.

Sekadar informasi, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga:

Dalam Hitungan Detik, Sriwijaya Air SJ 182 Hilang dari Radar

Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru.

Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki.

Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. (Knu)

Baca Juga:

Polri Kerahkan 7 Kapal dan 2 Helikopter Cari Sriwijaya Air

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemuda di Kota Bogor Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri
Indonesia
Pemuda di Kota Bogor Meninggal Dunia saat Isolasi Mandiri

Seorang pemuda di Kota Bogor ditemukan meninggal dunia di rumahnya saat isolasi mandiri di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Atlet dan Ofisial PON XX Terpapar COVID-19 Tercatat 40 Orang
Indonesia
Atlet dan Ofisial PON XX Terpapar COVID-19 Tercatat 40 Orang

PON XX Papua akan berlangsung hingga Jumat (15/10) diikuti 6.496 atlet dan sekitar 3.300 ofisial.

75 Persen Santri di DIY Sudah Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
75 Persen Santri di DIY Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

Pelaksanaan vaksinasi untuk santri dan kiai tidak hanya dilakukan dengan mendatangi pondok pesantren tetapi bisa juga dengan memusatkan vaksinasi di sentra-sentra vaksinasi yang ada di kota atau kabupaten.

Pemerintah Diminta Keluarkan Kebijakan Boikot Produk Israel
Indonesia
Pemerintah Diminta Keluarkan Kebijakan Boikot Produk Israel

"Kita meminta pemerintah memboikot produk-produk Israel. Produk mereka tidak boleh lagi masuk ke Indonesia," ucap Yandri

Puluhan SMP di Solo Bakal Awali Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
Puluhan SMP di Solo Bakal Awali Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka

"Ada 24 sekolah SMP yang kami siapkan untuk pembukaan perdana pembelajaran tatap muka," kata Dwi

MUI Minta SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Direvisi
Indonesia
MUI Minta SKB Tiga Menteri Soal Seragam Sekolah Direvisi

MUI menekankan agar aturan SKB Tiga Menteri ini dibatasi pada pihak yang berbeda agama.

Akun Penyebar Video Panas Diduga Artis Hilang, Polisi Pastikan Jejak Digital Tak Bisa Dihapus
Indonesia
Akun Penyebar Video Panas Diduga Artis Hilang, Polisi Pastikan Jejak Digital Tak Bisa Dihapus

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menerima dua laporan polisi terkait penyebaran video syur mirip artis GA di media sosial.

Ketua DPRD DKI: Saya Akan Lockdown Kantor DPRD
Indonesia
Ketua DPRD DKI: Saya Akan Lockdown Kantor DPRD

Kebijakan tak beroperasi kegiatan DPRD ini, sudah dikoordinasikan dengan Wakil Ketua DPRD DKI

Wagub DKI Klaim Kelebihan Bayar Gaji PNS Meninggal Sudah Dikembalikan 50 Persen
Indonesia
Wagub DKI Klaim Kelebihan Bayar Gaji PNS Meninggal Sudah Dikembalikan 50 Persen

"Sudah hampir 50 persen yang dikembalikan," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Aturan Baru Berwisata di Malioboro
Indonesia
Aturan Baru Berwisata di Malioboro

"Pengunjung yang masuk ke kawasan Malioboro akan otomatis tercatat dan nantinya akan mendapat pesan singkat melalui WhatsApp untuk mengingatkan bahwa waktu berkunjung mereka hampir habis," kata Ekwanto di Yogyakarta, Jumat (13/8)