Penyebar Hoax Soal Berita Teror Mulai Disidangkan Sidang perdana dugaan penyebaran berita hoax di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/10) sore. (MP/Amsal Chaniago)

MerahPutih.com - Surya Hardyanto (32) warga Jalan Pertahanan, Gang Teratai No 245, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, terlihat santai menjalani sidang perdana di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/10) sore.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti, pada tanggal 1 Juli 2017, polisi melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya tindak pidana penyebaran berita bohong dengan kalimat, "sedikit informasi saja, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh dari Mapolda Sumut, saya dapat kabar bahwa peristiwa di Mapolda itu karena masalah utang piutang. Dan pembunuh dan korban sama-sana nonmuslim, warga di sekitar Mapolda saja heran, kenapa berita di tv jadi terkait masalah teroris, waallahu a’lam".

"Dari hasil penyidikan diketahui, pemilik akun Facebook bernama Surya Hardyanto dan alat yang digunakan yakni HP android merk Samsung duos warna putih yaitu dengan membuat komentar, pernyataan, posting-an, atau pemberitaan yang tidak benar di media sosial," lanjut JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Selanjutnya, masih dalam dakwaan, yang dirugikan akibat pemberitaan tersebut adalah Polda Sumut dan Polri serta masyarakat luas yang membaca maupun menerima informasi tersebut sehingga masyarakat banyak bertanya kepada saksi-saksi tentang kejadian sebenarnya yang terjadi pada tanggal 25 Juni 2017 jam 03.00 WIB.

Padahal, secara resmi Kapolda Sumut sudah menyampaikan di media massa sesuai dengan pembuktian dari hasil penyidikan bahwa para tersangka pelaku penikaman terhadap anggota yang piket adalah kelompok teroris, bukan masalah utang piutang.

"Perbuatan terdakwa Surya Hardianto diancam pidana dalam Pasal 48 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 Tentang ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkas Marina di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sri Wahyuni Batubara itu

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim nenunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Saat diadili, terdakwa Surya yang mengenakan kacamata tanpa didampingi penasehat hukumnya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Amsal Chaniago, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Terdakwa Penista Agama Islam Di Karawang Didakwa Pasal Berlapis



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH