Penyakit Berikut Mengintai Perempuan Usia 20 Tahunan Usia 20 tahun, usia hormon pada perempuan yang berkembang dalam berbagai fase. (Foto: celebrity insider)

USIA 20 tahunan merupakan fase penting dalam kehidupan. Di fase ini, biasanya kita memiliki karir cemerlang, menemukan pasangan hidup dan menikmati hidup. Bagian sebagian orang, menikmati hidup dimaknai dengan bersenang-senang seperti melakukan travelling atau berpesta tanpa peduli dengan faktor kesehatan. Padahal di fase ini faktor kesehatan dapat menentukan kualitas hidup kita di masa depan.

Menjaga kesehatan dan asupan makanan perlu dilakukan oleh mereka yang berusia 20 tahunan, terutama wanita. Bagi para perempuan, usia 20 tahunan sangat penting karena di usia ini terjadi perubahan hormon dalam tubuh. Perubahan hormon tersebut membuat kita lebih rentan terhadap penyakit. Kendati demikian masih banyak wanita yang menikmati hidup tanpa mempedulikan kesehatan meskipun tahu risikonya. Jika pola hidup tidak sehat terus dilakukan selama fase usia 20 tahunan, sejumlah penyakit mengintai kesehatan kita. Berikut masalah kesehatan yang dapat dialami perempuan usia 20 tahunan:

perempuan
Hormon dapat menyebabkan jerawat pula. (Foto: cleanmindbody)

1. Jerawat

Selama ini kita berpikir jerawat hanya dialami oleh mereka yang mengalami kulit berminyak atau remaja yang sedang dalam masa pubertas. Jangan salah! Jerawat juga biasa dialami oleh mereka yang berusia 20 tahunan, terutama perempuan. Menurut Ahli Kecantikan, seperti dilansir dari Bold Sky, jerawat tumbuh dan berkembang pada wanita usia 20an hingga 30 tahunan. Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh menyebabkan kulit kita mudah berjerawat.

2. Nyeri Tulang dan Otot

Dalam bahasa ilmiah, nyeri tulang dan otot disebut dengan istilah fibromyalgia. Nyeri pada tulang dan otot tak hanya menyerang mereka yang berusia tua tetapi mereka yang berusia 20 tahunan. Penderita fibromyalgia mengalami gejala nyeri pada tulang saat melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau menyetir mobil membuat mereka mengalami nyeri.

3. Lupus

Lupus merupakan penyakit dengan sebutan seribu wajah. Istilah tersebut disematkan kepada salah satu penyakit autoimun ini karena gejalanya yang susah dideteksi. Gejala paling umum penderita lupus adalah perubahan mood, cepat merasa kelelahan, dan sakit kepala. Jumlah penderita lupus di Indonesia pada 2013 sebanyak 13.300 jiwa dan terus meningkat setiap tahunnya. Lupus sebagian besar dialami oleh wanita dan berusia 20 tahun. Untuk itu, para wanita dihimbau untuk rutin memeriksakan kesehatannya di dokter.

perempuan
Perempuan rawan terhadap penyakit lupus. (Foto: nypost)

4. Rheumatoid Arthritis

Lupus bukanlah satu-satunya penyakit autoimun yang menyerang perempuan usia 20 tahunan. Penyakit auto imun lain yang dapat menyerang di usia 20 tahunan adalah rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis merupakan peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian. Apabila tak segera mendapat penanganan, peradangan ini dapat menghancurkan jaringan persendian dan mengubah bentuk tulang. Untuk melakukan preventif, lihatlah riwayat penyakit dalam keluarga kita. Jika kita memiliki keluarga dengan riwayat penyakit autoimun, kemungkinan kita terjangkit penyakit ini lebih besar. Merokok meningkatkan resiko seseorang terjangkit rheumatoid arthritis. Tidak ada obat untuk penyakit ini. Obat anti inflamasi dan steroid dapat meredakan gejala rheumatoid arthritis.

5. Schizophrenia

Gejala schizophrenia mulai muncul di usia awal 20 tahunan dan mulai terdiagnosa saat akhir 20 tahunan. Gejala paling umum yang mudah dikenali adalah perubahan emosi dan kepribadian secara drastis. Para penderita schizophrenia mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosi mereka secara teratur dan tampak gelisah. Dalam tingkat lanjutan, mereka akan mengalami delusi dan halusinasi. Pola schizophrenia pada setiap pasien berbeda-beda.

Itulah beberapa penyakit yang biasa menyerang perempuan usia 20 tahunan. Penyakit tersebut dapat dicegah dan dikontrol oleh pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengubah pola makan.Hindari junk food semaksimal mungkin. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH