Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup Pendakwah Syekh Ali Jaber. ANTARA

MerahPutih.com - Penyidik Polres Lampung bakal melakukan rekonstruksi kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber besok, Kamis (16/9).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, nantinya pelaku yang berinisial AA akan memeragakan sejumlah adegan.

“Sampai saat ini, tempat untuk kegiatan (TKP) masih ada dan dijaga oleh anggota dan besok ada rekonstruksi,” kata Argo di gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).

Baca Juga:

Dikunjungi Mahfud MD Usai Ditusuk, Syekh Ali Jaber: Saya Biasa Panggil Guru

“Jadi akan memerankan seperti apa adegannya. Nanti beberapa adegan akan dilakukan oleh tersangka,” sambung dia.

Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka AA yang sudah ditahan.

Sejauh ini, polisi mengaku sudah memeriksa 13 orang saksi, baik dari pihak keluarga, mereka yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), dan panitia acara.

Polisi juga telah melakukan gelar perkara dan status kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Argo menuturkan, penyidik telah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung pada Selasa (15/9) kemarin.

“Jadi kalau ancaman hukumannya, hukuman mati atau seumur hidup, paling (lama) 20 tahun (penjara),” ucapnya.

Pelaku penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber. ANTARA/HO
Pelaku penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber. ANTARA/HO

Ia menegaskan bahwa polisi serius dalam menangani kasus ini.

Penyidik Bareskrim Polri serta tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan untuk menangani kasus tersebut.

Argo menambahkan, penyidik akan segera menyelesaikan berkas perkara agar dapat dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

Argo membantah isu yang berkembang di media sosial soal AA, tersangka penusuk pendakwah Syekh Ali Jaber telah dibebaskan.

Argo menegaskan tersangka AA hingga saat ini masih ditahan di Rutan Polresta Bandar Lampung.

"Beredar isu di media sosial bahwa tersangka sudah dibebaskan oleh penyidik. Kami sampaikan hal itu tidak benar. Tersangka AA masih ditahan di dalam sel Polresta Bandar Lampung," kata Argo.

"Dapat dibuktikan dengan polisi telah menangkap pelaku, mengamankan barang bukti dan sudah menahan pelaku," tuturnya.

Baca Juga:

Besok Polisi Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Dalam menangani kasus ini, penyidik Polresta Bandar Lampung dibantu penyidik Polda Lampung dan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Sebelumnya, pendakwah sekaligus ulama Syekh Ali Jaber ditikam orang tidak dikenal saat sedang mengisi acara wisuda hafidz quran di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung pada Minggu (13/9) sore.

Syekh Ali terkena luka tikaman pada bagian lengan.

Dari keterangan keluarga pelaku kepada polisi, pelaku disebut sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak lama.

Meski begitu, pihak kepolisian masih terus mendalami pengakuan keluarga pelaku termasuk motif penusukan itu. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Diminta Lakukan Ini Agar Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dipolitisasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Klaim Tak Pernah Temukan Pemudik Manfaatkan Angkutan Barang
Indonesia
Pemprov DKI Klaim Tak Pernah Temukan Pemudik Manfaatkan Angkutan Barang

Sudah tak ada lagi bus antar kota anta provinsi (AKAP) yang berangkat dari Jakarta

 Pengamat Prediksi Konstelasi Politik Indonesia 2020 Cenderung Stabil
Indonesia
Pengamat Prediksi Konstelasi Politik Indonesia 2020 Cenderung Stabil

"Perlu diantisipasi bunder-bunder politik yang menimbulkan kemarahan atau protes dari rakyat dalam skala yang masif," kata M Qodari

DPR Siap Bahas RUU PKS Tahun Depan
Indonesia
DPR Siap Bahas RUU PKS Tahun Depan

Yang tidak selesai sebenarnya terkait dengan undang-undang lain

Doni Monardo Soroti Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet
Indonesia
Doni Monardo Soroti Menu Makanan Pasien RS Darurat Wisma Atlet

Menu makanan ikan menjadi perhatian Doni beberapa waktu lalu

Bos Garmen Penyebar Hoaks Satpam Bank Mandiri Sakit Corona Dicokok
Indonesia
Bos Garmen Penyebar Hoaks Satpam Bank Mandiri Sakit Corona Dicokok

"Jadi LL seorang lelaki ini memiliki usaha Garmen di sana, dia mengambil video dengan narasi kalau korban terkena corona," ujar dia

18 Anggota Positif COVID-19, Kasatpol PP DKI: Harusnya Gedung DPR Ditutup
Indonesia
18 Anggota Positif COVID-19, Kasatpol PP DKI: Harusnya Gedung DPR Ditutup

Arifin berpendapat, seharusnya gedung wakil rakyat itu ditutup sementaran jika ada anggota dewan yang terjangkit.

Pemprov DKI Terima 2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil
Indonesia
Pemprov DKI Terima 2.000 Alat Rapid Test untuk Ibu Hamil

ibu hamil perlu mendapatkan perhatian lebih guna mempercepat upaya penanganan penyakit corona.

Kritik Perlakuan Aparat, Dewan Pers: Wartawan Harusnya Dilindungi, Bukan Diintimidasi
Indonesia
Kritik Perlakuan Aparat, Dewan Pers: Wartawan Harusnya Dilindungi, Bukan Diintimidasi

Dewan Pers mengecam tindakan oknum aparat yang melakukan kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugas peliputan demo penolakan UU Omnibus Law.

Masyarakat Jangan Tunggu Penambahan Kasus Corona 5 Ribu Per Hari
Indonesia
Masyarakat Jangan Tunggu Penambahan Kasus Corona 5 Ribu Per Hari

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia pada hari ini bertambah sebanyak 4.634.