Turun Tahta dengan Sejarah Panjang, Jepang Kini Punya Kaisar Baru Masako dan Naruhito, Permaisuri dan Kaisar baru Jepang. (Foto: Fox News)

TEPAT memasuki hari pertama di bulan Mei, Jepang, sebagai negara monarki konstitusional, memiliki Kaisar baru setelah 30 tahun terakhir. Perpindahan kepemimpian ini terjadi sebagaimana Kaisar sebelumnya, Akihito, mengundurkan diri dan menyerahkan Kekaisaran Jepang kepada anaknya, Naruhito.

Rencana mundurnya Akihito dari kekaisaran telah disampaikan beberapa tahun lalu, ia merasa tugas Kaisar Jepang sudah berat untuk dilakukannya dalam kondisi kesehatan dan usianya saat ini. Mundurnya Akihito juga menjadi pertanda penutup untuk era Heisei Jepang, sekaligus jadi pertamakalinya dalam 200 tahun Kaisar yang masih hidup turun tahta. Mari kita simak lebih jauh bagaimana prosesi turun tahta dan pengangkatan Kaisar baru Jepang.

1. Upacara Pengunduran Diri Kaisar Akihito

Penurunan Tahta Bersejarah untuk Negara, Jepang Kini Punya Kaisar Baru
Kaisar Akihito turun Tahta dan melanjutkan Kekaisaran ke anaknya Naruhito (Foto: Japan Times)

Upacara sakral ini dilakukan di ruangan paling prestis di istana Kekaisaran Jepang, Matsu no ma. Akihito membawa pedang, permata, dan cermin sebagai simbol dari kekaisaran Jepang. Ketiga unsur tersebut dikatakan tradisi dari mitologi Jepang kuno.

Nantinya tiga pusaka tersebut akan diserahkan oleh Kaisar yang turun tahta dalam upacara. Pedang, yang disimpan di sebuah kuil di Jepang tengah, Batu permata yang disimpan kekasiaran dalam kotak tertutup, sedangkan cermin disimpan di Kuil Ise, situs Shinto paling suci di Jepang.

Kemudian Perdana Menteri yang menjabat, saat ini Shinzo Abe, akan mengumumkan pengunduran diri tersebut disusul dengan pidato terakhir Akihito sebagai Kaisar Jepang.

2. Pidato Pertama Kaisar Baru

Penurunan Tahta Bersejarah Negeri Matahari Terbit, Jepang Kini Punya Kaisar Baru
Pidato pertama Kaisar Naruhito (Foto: AP News)

Ini adalah saat pertamakalinya penerus tahta, Naruhito, berbicara sebagai Kaisar Jepang. Mantan kaisar, yang juga ayah kandung dari Naruhito, akan menempatkan ketiga pusaka yang telah disebutkan sebelumnya ke hadapan Kaisar baru sebagai bukti penyerahan kekuasaan.

Saat ayahnya diangkat sebagai Kaisar pada 1989 silam, ia berjanji untuk melindungi konsitusi Jepang dan memenuhi tugasnya saat pidato perdana.

Bergantinya Kaisar berarti berganti pula Permaisurinya. Istri dari Kaisar Naruhitho, Masako dan anggota keluarga Kekaisaran lainnya akan diperkenalkan, bersama perwakilan dari tiga cabang pemerintah dan pasangan mereka.

3. Kaisar dan Permaisuri Baru Bertemu dengan Publik

Penurunan Tahta Bersejarah Negeri Matahari Terbit, Jepang Kini Punya Kaisar Baru
Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako (Foto: The Star)

Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako akan tampil untuk publik pertamakalinya, keduanya akan menyapa para simpatisan yang berkumpul di Istana Kekaisaran. Acara ini akan diselenggarakan Kekaisaran Jepang pada 4 Mei 2019.

Sebagaimana proses perpindahan kekuasaan kaisar ini menjadi libur panjang, 10 hari, nampaknya akan banyak orang yang hadir. Saat Kaisar sebelumnya melakukan serupa 30 tahun silam, lebih dari 100.000 orang datang untuk melihat Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko.

4. Upacara Penobatan

Penurunan Tahta Bersejarah Negeri Matahari Terbit, Jepang Kini Punya Kaisar Baru
Penobatan Kaisar Akihito (Foto: Imperial Household Agency)

Kaisar baru, Naruhito, akan memproklamirkan penobatannya dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari ratusan negara. Mengikuti tradisi, Kaisar baru akan mengenakan pakaian lengkap dengan topi tradisional khas.

Kaisar Naruhito akan naik keatas Takamikura, seperti pendopo tinggi, dan duduk di kursi empuk yang terbuat dari jerami khas untuk tatami. Naruhito kemudian akan berdiri saat tirai terbuka dan menyatakan penobatannya ke dunia. Upacara penobatan ini akan dilakukan pada 22 Oktober 2019. (ADP)

Kredit : anandadimas

Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH