Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Kemenko Marves).

MerahPutih.com - Penunjukan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, untuk membantu penanganan COVID-19 di sembilan provinsi dinilai kurang tepat.

Pengamat politik Jerry Massie menilai, harusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkaan menunjuk sosok yang lebih kompeten.

Baca Juga

Tangis Haru Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac

“Tidak perlu (Luhut mengurusi), fokus saja di kementeriannya. Apa lagi yang akan diurus Luhut?” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie kepada wartawan di Jakarta, Rabu (16/9).

Jerry menilai penunjukan itu bakal tumpang tindih. Sebab, sudah ada Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir.

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Menurut kata Jerry, seharusnya masuk ranah Satgas Penanganan COVD-19. Sebab, mereka memiliki data sebaran kasus dan rumah sakit agar penanganan lebih efektif.

“Libatkan dan panggil mereka yang ahli pandemi seperti ini,” ujar dia.

Jerry menjelaskan Jokowi harus memastikan pemerintah daerah selaras dengan pemerintah pusat. Supaya penanganan COVID-19 satu visi dan efisien.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menekan penyebaran COVID-19 di 9 provinsi. Jokowi meminta Luhut untuk menekan kasus COVID-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

9 provinsi ini dianggap memiliki kontribusi besar ke perekonomian nasional. Luhut mengatakan diberikan waktu selama dua minggu untuk menekan kasus Corona. Sasarannya berupa penurunan penambahan kasus, peningkatan angka kesembuhan, dan penurunan kasus kematian.

Baca Juga

Haji Lulung Sebut Penerapan PSBB Jilid 2 Keinginan Jokowi

"Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate dan penurunan mortality rate," tegas Luhut dalam keterangannya, Senin (14/9). (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH