Penumpang Pelni Harus Terdaftar di PeduliLindungi Kapal Pelni. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) melakukan integrasi sistem penjualan tiket dengan aplikasi PeduliLindungi untuk mendukung pemerintah dalam percepatan program vaksinasi di Indonesia, khususnya pengguna transportasi laut.

"Kebijakan ini semakin mempertegas bahwa penumpang Pelni adalah mereka yang sudah melakukan vaksin. Semoga bisa meyakinkan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan dengan kapal Pelni," kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni OM Sodikin dalam keterangannya, Kamis (26/8).

Baca Juga:

Ingin Masuk Mal, Aplikasi PeduliLindungi Dikeluhkan Warga di Surabaya

Sodikin menyampaikan, kebijakan integrasi sistem penjualan tiket dengan aplikasi PeduliLindungi dilaksanakan per 1 September mendatang. PeduliLindungi merupakan aplikasi milik Kementerian Kesehatan untuk membantu pemerintah dalam melakukan tracing dan tracking guna menghentikan penyebaran COVID-19.

"Melalui aplikasi ini, data lokasi berpergian masyarakat akan tersimpan secara digital serta sebagai basis data penerima vaksin," katanya.

Sodikin menambahkan, skrining awal calon penumpang saat ini dimulai sejak pembelian tiket kapal baik melalui loket di kantor cabang ataupun melalui website, Pelni Mobile Apps, dan travel agent/mitra penjualan.

Untuk melakukan pembelian tiket, calon penumpang wajib menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk WNI atau nomor paspor untuk WNA. Nantinya, jika NIK/nomor paspor calon penumpang teridentifikasi telah menerima vaksinasi pada aplikasi PeduliLindungi, maka petugas akan memproses tiket pelanggan.

"Bagi calon penumpang yang belum mendapatkan vaksin karena alasan medis, hanya dapat membeli tiket di loket kantor cabang. Selain itu, wajib menunjukkan surat keterangan yang ditandatangani oleh Dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dan telah diverifikasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat," ujarnya.

Ia menegaskan, aplikasi PeduliLindungi tidak hanya digunakan untuk memvalidasi data vaksinasi calon penumpang, tetapi juga untuk mengetahui hasil dan masa berlaku RT-PCR atau Antigen guna mencegah upaya pemalsuan dokumen persyaratan perjalanan.

Untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, saat ini seluruh calon penumpang kapal dihimbau agar melakukan tes swab RT-PCR atau Rapid Antigen pada laboratorium atau fasilitas kesehatan yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan RI. Hingga kini terdapat 742 laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Hal ini bertujuan agar seluruh informasi pemeriksaan kesehatan calon penumpang terintegrasi langsung dengan aplikasi PeduliLindungi sehingga waktu pemeriksaan dokumen perjalanan menjadi efisien," tambah Sodikin.

Adapun ketentuan perjalanan dengan kapal Pelni mengacu pada SE Kementerian Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021 serta SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 17 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut, calon penumpang wajib menyertakan surat keterangan hasil negatif PCR Test dengan masa pengambilan sampel dalam kurun waktu 2 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang pengambilan sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Situs PeduliLindungi. (Foto: Tangkapan Layar)
Situs PeduliLindungi. (Foto: Tangkapan Layar)

Seluruh kelengkapan dokumen persyaratan perjalanan akan diverifikasi oleh KKP di pelabuhan keberangkatan. Setelah dokumen dinyatakan valid oleh KKP, calon penumpang dapat melakukan cetak boarding pass melalui vending machine.

Selanjutnya, calon penumpang kembali melakukan verifikasi data pada counter DCS PELNI dengan menunjukkan KTP/paspor. Pada proses ini, petugas akan melakukan pemeriksaan NIK/nomor paspor serta memvalidasi tiket calon penumpang.

"Jika setelah dilakukan pengecekan di DCS tiket yang dibeli oleh calon penumpang tidak memenuhi persyaratan, maka tiket dapat di re-schedule atau dibatalkan dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Fitur QR Code di Aplikasi Pedulilindungi bisa untuk Check-in di Bandara

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dihadiri Jokowi, HPN 2021 Usung Tema Bangkit dari Pandemi
Indonesia
Dihadiri Jokowi, HPN 2021 Usung Tema Bangkit dari Pandemi

Presiden Joko Widodo dipastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dari Istana Merdeka secara virtual, 9 Februari mendatang.

PAN Minta Anies Kurangi Kapasitas Pengunjung Tempat Wisata Jadi 25 Persen
Indonesia
PAN Minta Anies Kurangi Kapasitas Pengunjung Tempat Wisata Jadi 25 Persen

"Dinas Pariwisata bisa tetap membuka tempat wisata tetapi kapasitas pengujungnya dikurangi menjadi 25-30 persen agar kawasan wisata tetap nyaman," ujar Farazandi di Jakarta.

Lebih dari 10 Ribu Pasien Sembuh COVID-19
Indonesia
Lebih dari 10 Ribu Pasien Sembuh COVID-19

Akumulasi kasus positif COVID-19 menjadi 1.037.993 orang, terhitung sejak pengumuman pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Anak Santoso MIT Tewas Setelah Bom di Badannya Meledak
Indonesia
Nyaris Seribu Pemudik Terdeteksi Positif COVID-19 saat Hendak Masuk Jakarta
Indonesia
Nyaris Seribu Pemudik Terdeteksi Positif COVID-19 saat Hendak Masuk Jakarta

Mereka terjaring operasi pemeriksaan swab antigen yang tersebar di perbatasan wilayah Jakarta.

Lokasi Vaksinasi Keliling di DKI Jakarta, Rabu (28/7)
Indonesia
Lokasi Vaksinasi Keliling di DKI Jakarta, Rabu (28/7)

Langkah ini sebagai upaya pemerintah menangani COVID-19

Firli Bahuri Janji Dalami Peran Azis Syamsuddin di Perkara Tanjungbalai
Indonesia
Pulang Mudik, Penumpang Bus di Tangerang Positif COVID-19
Indonesia
Pulang Mudik, Penumpang Bus di Tangerang Positif COVID-19

Bus tersebut diberhentikan petugas dan dilakukan pemeriksaan swab test antigen. Dari 13 penumpang, dua dinyatakan positif.

Isu Perpanjangan Masa Jabatan Dinilai untuk Cek Ombak Respon Jokowi
Indonesia
Isu Perpanjangan Masa Jabatan Dinilai untuk Cek Ombak Respon Jokowi

Direktur Eksekutif Indopolling Network, Wempy Hadir menilai, kelompok yang melempar isu masa jabatan 3 periode hanya ingin melihat respons Presiden Joko Widodo.

Karyawan Desak BPK Bongkar Transaksi Yang Bikin Keuangan Garuda Terseok
Indonesia
Karyawan Desak BPK Bongkar Transaksi Yang Bikin Keuangan Garuda Terseok

"Kami sangat berharap kiranya BPK dapat melakukan audit forensik terhadap semua transaksi tersebut," kata Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty.