Penumpang KRL Membludak di Stasiun Tanah Abang Gegara Pintu Dijadikan Satu Akses Antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Selasa (11/8) sore hingga malam (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Selasa (11/8) sore hingga malam terpantau membludak. Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak antrean mulai membludak pada pukul 16.00 WIB.

Antrean calon penumpang ini mengular hingga hampir memenuhi seluruh area publik yang berada di depan Stasiun Tanah Abang.

Pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), melalui VP Corporate Comunications Anne Purba mengungkapkan hal yang berbeda. Menurut Anne, meski antrean pengguna lebih panjang, namun pergerakannya berlangsung lebih lancar.

Baca Juga

2 Tenaga Kesehatan di Indramayu Terkonfirmasi Positif COVID-19

Menurut KCI, hari ini merupakan hari pertama pemberlakuan pintu akses tunggal di Stasiun Tanah Abang. Pemberlakuan pintu akses tunggal ini juga berlangsung kondusif.

Antrean calon pengguna menuju pintu utara Stasiun Tanah Abang pada sore hari ini memang terlihat lebih panjang dibanding hari sebelumnya.

"Hal ini dikarena akses yang disatukan melalui pintu utara. Meski demikian, pergerakan antrean calon penumpang KRL dapat berlangsung lebih lancar," kata Anne, saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, jumlah pengguna KRL di stasiun Tanah Abang hari ini terpantau sedikit berkurang dibanding kemarin, Senin 10 Agustus 2020. Hingga pukul 19.00 WIB ini, jumlah pengguna di Stasiun Tanah Abang tercatat 19.700 pengguna, atau turun 7% dibanding kemarin pada waktu yang sama, yaitu 21.145 pengguna.

Sejak pukul 15.05 WIB, para pengguna KRL telah mengantre hingga ke area integrasi antarmoda di luar gate sisi utara Stasiun Tanah Abang.

Antrean calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Selasa (11/8) sore hingga malam (MP/Kanugraha)

Para pengguna juga mengikuti antrean dengan tertib melalui sejumlah penyekatan dari area integrasi antarmoda, sebelum masuk gate elektronik stasiun, sebelum naik eskalator, hingga di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Stasiun Tanah Abang. Pengguna juga dibagi dalam antrean untuk ke peron 2 dan 3 tujuan Stasiun Duri, Angke, Sudirman, Manggarai, Depok, Bogor.

"Juga antrean untuk ke peron 5 dan 6 tujuan Palmerah, Serpong, Parungpanjang, dan Rangkasbitung," jelas Anne.

Untuk mengatur penyekatan pengguna dengan pintu akses tunggal ini, PT KCI mengerahkan 150 petugas termasuk dari TNI, Polri, serta petugas PT KCI yang terdiri dari frontliner maupun jajaran manajemen.

Meski termasuk kondusif, PT KCI akan melakukan evaluasi rutin untuk tetap dapat meningkatkan kelancaran antrean dan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan.

Dari hasil pelaksanaan akses tunggal Stasiun Tanah Abang hari pertama ini, kami ingin mengingatkan kembali pengaturan alur pergerakan penumpang di Stasiun Tanah Abang yang berlaku setiap sore mulai hari ini. "Untuk pengguna yang hendak transit, seluruhnya diarahkan menggunakan hall sisi selatan stasiun," ujarnya.

Baca Juga

Sudah Dilarang, Seorang Anak Sempat Dikabarkan Hilang Saat CFD

Sementara, lanjut Anne, pengguna yang hendak keluar stasiun seluruhnya akan diarahkan melalui JPO ke hall sisi utara stasiun.

Ia kembali mengingatkan aturan tambahan yang berlaku selama masa pandemi COVID-19. Salah satunya adalah bagi orang lanjut usia yang hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk, yaitu pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Bagi para pengguna yang membawa barang sesuai ketentuan, namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk.

"Aturan ini penting untuk selalu diikuti demi kesehatan bersama," tutupnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Belum Terpecahkan, Bayi Kembar Tiga Positif COVID-19 dengan Kedua Orang Tua Negatif
Indonesia
Kasus Belum Terpecahkan, Bayi Kembar Tiga Positif COVID-19 dengan Kedua Orang Tua Negatif

Otoritas kesehatan menyebutkan bahwa sang ibu sebelumnya diyakini sebagai pembawa virus tanpa gejala.

 Begini Nasib 71 Staf Medis Asal Depok yang Sempat Kontak dengan Pasien 01 dan 02
Indonesia
Begini Nasib 71 Staf Medis Asal Depok yang Sempat Kontak dengan Pasien 01 dan 02

"Mereka sudah melaksanakan tugas seperti yang sebelumnya," jelas Yuri kepada wartawan di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

  Jakarta Banjir, KPK Batal Periksa Ketua KPU dan Advokat PDIP
Indonesia
Jakarta Banjir, KPK Batal Periksa Ketua KPU dan Advokat PDIP

"Hari ini karena kendala teknis, kita tahu semua hari ini ada cuaca yang tidak bersahabat sehingga kemudian sepakat para saksi dan penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan," kata Ali

PAN Diprediksi Terbelah Gegara Loyalis Amien Rais
Indonesia
PAN Diprediksi Terbelah Gegara Loyalis Amien Rais

Yang menjadi kekuatan Amien Rais itu pendiri PAN dan juga mantan Ketum Muhammadiyah

Gerindra: Hasil Tes Swab Edhy Prabowo Negatif
Indonesia
Gerindra: Hasil Tes Swab Edhy Prabowo Negatif

Dasco juga membenarkan Menteri Edhy masuk unit perawatan intensif atau ICU

Jangan Sampai Ego Sektoral yang Menonjol Saat Presiden ingin Angka COVID-19 Ditekan
Indonesia
Jangan Sampai Ego Sektoral yang Menonjol Saat Presiden ingin Angka COVID-19 Ditekan

Kesan yang muncul justru ego sektoral, kebijakan yang dinilai bertolak belakang dan menimbulkan polemik.

Masker Kumis Buatan Wali Kota Solo Viral, Begini Kisah Mulanya
Indonesia
Masker Kumis Buatan Wali Kota Solo Viral, Begini Kisah Mulanya

FX Rudyatmo selalu memakai masker bergambar kumis tebal dengan mulut tersenyum.

Puluhan Daerah Masuk Zona Merah, Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada
Indonesia
Puluhan Daerah Masuk Zona Merah, Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut pelaksanaan Pilkada 2020 tetap harus berjalan.

Komnas HAM Sebut Pemerintah tak Bisa Sembarang Hapus Kewarganegaraan Ratusan Kombatan ISIS
Indonesia
Komnas HAM Sebut Pemerintah tak Bisa Sembarang Hapus Kewarganegaraan Ratusan Kombatan ISIS

"Bisa enggak kita bikin kebijakan untuk dikeluarkan dari kewarganegaraan indonesia?," ujar Taufan

Jakarta Banjir, Pengamat: Anies Tidak Bisa Kerja
Indonesia
Jakarta Banjir, Pengamat: Anies Tidak Bisa Kerja

Akibat jalan ditutup air banjir, jalan macet dan banyak kendaraan yang mogok