Penumpang Kereta Api Berusia Dewasa Belum Vaksin Booster Kini Wajib Tes PCR Ilustrasi - Vaksin COVID-19.(MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Persyaratan bagi calon penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) kini makin ketat.

Penumpang yang berusia 18 tahun ke atas mulai Senin (15/8) wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR, bila belum vaksin booster.

Hal itu termasuk penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jakarta Kota, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek.

Baca Juga:

Pemprov DKI Gencarkan Vaksin Booster 100 Persen di 28 RT Zona Merah COVID-19

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menjelaskan, ketentuan tersebut berdasarkan surat edaran terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 80 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi COVID-19.

Sementara itu, calon penumpang KAJJ usia enam sampai 17 tahun yang sudah mendapatkan vaksin kedua tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening COVID-19.

"Daop 1 Jakarta mengimbau kepada calon penumpang KA khususnya yang berangkat pada tanggal 15 Agustus 2022 dan seterusnya agar memerhatikan kembali aturan persyaratan terbaru," ucap Eva dalam siaran pers resminya, Senin, (15/8).

Menurut Eva, pada masa transisi dari 15 sampai 17 Agustus 2022, penumpang yang tidak dapat menunjukkan hasil negatif RT-PCR dapat membatalkan tiket dengan pengembalian bea 100 persen di luar bea pesan.

"Dan, juga dapat dibatalkan paling lama sampai dengan H+7 dari tanggal keberangkatan," imbuh Eva.

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan ticketing system KAI dengan aplikasi PeduliLindungi untuk memvalidasi data vaksin dan hasil tes COVID-19 pelanggan.

“Data tersebut dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding," ujar Eva.

Baca Juga:

Sebanyak 57,5 Juta Warga Telah Divaksin Booster

Berikut persyaratan lengkap perjalanan menggunakan KAJJ dan Lokal yang berlaku mulai 15 Agustus 2022:

- Syarat naik KA Jarak Jauh usia 18 tahun ke atas

a) Vaksin ketiga (booster) tidak perlu menunjukkan hasil negatif screening COVID-19

b) Vaksin kedua dan pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3x24 jam

c) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3x24 jam

- Usia 6-17 tahun

a) Vaksin kedua wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil negatif screening COVID-19

b) Vaksin pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen 1x24 jam/ RT-PCR 3x24 jam

b) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes Antigen 1x24 jam/ RT-PCR 3x24 jam

c) Perjalanan dari luar negeri belum divaksin wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen 1x24 jam/ RT-PCR 3x24 jam.

Usia di bawah enam tahun tidak wajib vaksin dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif rapid tes antigen atau RT-PCR. Namun, wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan.

- Syarat naik KA Lokal dan Aglomerasi

a) Vaksin minimal dosis pertama tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen atau RT-PCR

b) Tidak/belum divaksin dengan alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah

c) Pelanggan dengan usia di bawah enam tahun tidak wajib vaksin namun wajib ada pendamping yang memenuhi persyaratan perjalanan.

Adapun pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dapat melakukan pembatalan tiket. (Knu)

Baca Juga:

Vaksinasi Booster di Kota Bandung Belum Sampai 50 Persen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penjelasan IJTI Terkait Perkara Dugaan Hoaks Salah Satu Direktur TV Swasta
Indonesia
Khusus di Lombok, Seluruh Kabupaten/Kota Berada di Level 1
Indonesia
Khusus di Lombok, Seluruh Kabupaten/Kota Berada di Level 1

Jelang bergulirnya ajang internasional tersebut, mayoritas wilayah di Indonesia berada pada level 1 dan level 2

Hati-hati, Penipuan Digital di Indonesia Paling Banyak Bermodus Hadiah
Indonesia
Hati-hati, Penipuan Digital di Indonesia Paling Banyak Bermodus Hadiah

Masyarakat diminta hati-hati dengan berbagai modus penipuan melalui sarana digital yang banyak memakan korban

Pengelola Monas Belum Terima Surat Permohonan Izin Reuni 212
Indonesia
Pengelola Monas Belum Terima Surat Permohonan Izin Reuni 212

Pengelola Monumen Nasional (Monas) mengaku belum menerima surat permohonan izin penggunaan lokasi bersejarah tersebut untuk kegiatan Reuni 212.

Candi dan Wisata Lereng Merapi Jadi Favorit saat Libur Nataru di Yogyakarta
Indonesia
Candi dan Wisata Lereng Merapi Jadi Favorit saat Libur Nataru di Yogyakarta

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diserbu oleh ribuan pelancong selama liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

Warga Lereng Merapi Terdampak Lahar Dingin Terima Air Bersih
Indonesia
Warga Lereng Merapi Terdampak Lahar Dingin Terima Air Bersih

Droping air bersih dilakukan menyusul pipa jaringan air bersih yang berada di aliran kali Boyong dan Kali kuning putus

Mayoritas Kasus COVID-19 Omicron di Indonesia Didominasi Gejala Pilek dan Batuk
Indonesia
Mayoritas Kasus COVID-19 Omicron di Indonesia Didominasi Gejala Pilek dan Batuk

Penambahan kasus COVID-19 Omicron di Indonesia terus terjadi. Kini, ada 92 kasus konfirmasi baru varian Omicron pada 4 Januari 2021.

Jelang Lawan PSIS, Pemain Persib Dibebaskan Jalani Pemulihan
Indonesia
Jelang Lawan PSIS, Pemain Persib Dibebaskan Jalani Pemulihan

Para pemain Persib diberikan banyak pilihan untuk menjalani recovery training.

Kapolri Diminta Terapkan Restorative Justice di Kasus Istri Mantan Menteri ATR/BPN
Berita
Kapolri Diminta Terapkan Restorative Justice di Kasus Istri Mantan Menteri ATR/BPN

Hubungan yang terkait dengan kesepakatan harusnya diselesaikan secara perdata

Menkominfo Dorong BUMN dan Swasta Gunakan Produk Dalam Negeri
Indonesia
Menkominfo Dorong BUMN dan Swasta Gunakan Produk Dalam Negeri

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan pemerintah, dan rumah tangga serta sektor swasta untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri.