Anime

Penulis 'Cowboy Bebop' Meninggal Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Desember 2021
Penulis 'Cowboy Bebop' Meninggal Dunia
Otak di balik kesuksesan Cowboy Bebop tutup usia. (Foto Game Timers)

PENULIS naskah di balik kesuksesan Cowboy Bebop dikabarkan meninggal dunia. Keiko Nobumoto yang kerap menjadi otak di balik keseruan plot serial garapan Netflix tersebut dikabarkan meninggal di umurnya yang ke-57 tahun.

Seperti dilansr IGN, kabar mengenai meninggalnya Nobumoto hadir dari penulis Dai Sato, yang dikenal sebagai mitra kerjanya pada proyek Cowboy Bebop dan Wolf's Past. Ia dikabarkan meninggal setelah berjuang melawan kanker esofagus.

BACA JUGA:

Cowboy Bebop Berhenti Tayang di Netflix

Nobumoto yang lahir di Hokkaido pada 13 Maret 1964 meniti kariernya sebagai penulis naskah profesional setelah menjadi juara di Third Fuji TV Young Scenario Grand Prix pada 1989. Salah satu film terkenal yang membuatnya naik daun ialah Tobe! Kujira no Peek pada 1991. Film tersebut menceritakan tentang perjuangan dalam kebebasan paus albino di sirkus.

Selain itu, ia juga pernah menggarap naskah untuk OVA anime Macross Plus di 1994. Dalam masa kesuksesannya bersama Shinciro Watanabe, ia mulai mengembangkan manga aksi seperti Cowboy Bebop.

cowboy bebop
Meninggal karena kanker asofagus. (Foto Nerd80)

Ia sangat sayang dengan seri Cowboy Bebop tersebut, hingga menjadi penulis naskah untuk manga, anime, serta film layar lebar dari Cowboy Bebop itu sendiri. termasuk 'The Real Folk Blues' dan 'Jupiter Jazz'. Hingga saat ini, ia juga sempat membantu dalam episode pertama adaptasi Netflix Cowboy Bebop yakni 'Cowboy Gospel' sebagai produser.

Di lain hal, selain menulis naskah ia juga pernah menggarap animenya sendiri yakni Wolf's Rain pada 2003 lalu, yang dirilis secara berkala sebanyak 26 episode dengan empat episode OVA yang diselipkan pada beberapa episode. Ia juga pernah menggarap naskah dari skenario game Kingdom Hearts, serta berkontribusi dalam pengerjaan sekuelnya yakni Kingdom Hearts 2.

Cowboy Bebop adalah anime yang dirilis pada akhir tahun 90-an, yang kemudian merilis versi manga beberapa bulan setelahnya. Meski memiliki pro dan kontra akan perilisan versi live-action Netflixnya, pihak Netflix sendiri pun tetap memutuskan untuk membatalkan season kedua karena kritik bertubi yang sebagian besar menganggap si live-action ini tidak mirip seperti versi anime maupun manga.(dnz)

#Film #Anime
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

The love we take is equal to the love we make
Bagikan