Penuhi Panggilan Polisi, Sekum FPI Munarman Bungkam Sekretaris Umum Front Pembela Islam, Munarman memenuhi panggilan polisi di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/10). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI), Munarman memenuhi panggilan polisi di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (9/10). Dia nampak hadir pukul 11.20 WIB didampingi pengacaranya. Munarman yang memakai kemeja hijau tosca langsung masuk tanpa memberikan pernyataan ke awak media.

Kuasa hukum Munarman, Samsul Bahri mengatakan kedatangan kliennya hari ini hanya untuk klarifikasi. Namun, enggan membeberkam lebih detail apa yang hendak diklarifikasi.

Baca Juga

Buzzer Jokowi Dianiaya, Polisi Garap Pentolan FPI Hari Ini

"Prinsipnya kita ke sini hanya memberikan klarifikasi. Ada panggilan menyebutkan bahwa salah satu tersangka berkomunikasi dengan bapak Haji Munarman," kata Samsul di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Untuk diketahui, Munarman diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap buzzer Joko Widodo, Ninoy Karundeng.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Menurut polisi, Munarman disebut salah satu tersangka dalam pemeriksaan. Tersangka itu adalah S yang merupakan Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. S melapor kepada Munarman soal laporan usai dugaan penganiayaan itu.

Baca Juga:

Disebut Polisi Terlibat Dalam Penganiayaan Buzzer Jokowi, Begini Jawaban Munarman

Munarman diduga memerintahkan balik S usai menerima laporan itu. S diminta menghapus rekaman CCTV masjid. Kemudian diminta untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian.

Polisi juga akan menjadikan rekaman CCTV Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang jadi tempat Ninoy dianiyaya.

"Iya nanti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Di mana rekaman CCTV itu yang disebut polisi diperintahkan untuk dihapus oleh salah satu tersangka dalam kasus ini. Tersangka S yang mengaku disuruh oleh Sekretaris Umum Front Pembela Islam, Munarman.

Sejauh ini polisi telah menyita cukup banyak barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini. Semisal barang-barang pribadi milik Ninoy mulai dari komputer jinjing dan telepon genggam yang diklaim Ninoy sempat dicuri datanya oleh terduga pelaku.

"Tentunya ada barang-barangnya korban seperti laptop, ada flashdisk, ada sim card, HP (handphone)," ujar dia lagi.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH