Penuhi Kebutuhan Pesantren, Program Santripreneur Dilanjutkan Pelatihan Santripreneur. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Kementerian Perindustrian konsisten mengembangkan wirausaha baru di sektor industri kecil dan menengah (IKM) dengan kembali melanjutkan program penumbuhan wirausaha baru (WUB) di kalangan pesantren atau Santripreneur yang digagas sejak 2013. Kemenperin telah membina sebanyak 75 pondok pesantren dan 9.988 orang santri.

Berbagai jenis kegiatan dan pelatihan, bimbingan teknis produksi, bantuan mesin/peralatan seperti olahan pangan dan minuman, serta perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim dan seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair, kosmetik dan home care, paving block diberikan pada ribuan santri tersebut.

Baca Juga:

Penerapan Ganjil Genap "Paksa" Masyarakat Naik Angkutan Umum

“Unit industri yang dijalankan oleh pondok pesantren jika dikelola dengan baik tentunya akan bertambah maju, karena didukung dengan lokasi pondok pesantren yang berada di sekitar pemukiman penduduk yang sangat strategis untuk berwirausaha di bidang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Ia menilai, banyak pesantren yang sudah dapat memenuhi kebutuhan internal pesantren bahkan memiliki unit bisnis yang juga melayani kebutuhan luar pesantren. Sehingga pihaknya memutuskan untuk melanjutkan program tersebut.

Gati
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih

Pada tahun 2020, kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi mesin dan peralatan ini merupakan implementasi program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren (Santripreneur).

“Fasilitasi mesin/peralatan produksi ini kami berikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru pada pondok pesantren,” ungkap Gati.

Adapun fasilitasi mesin/peralatan produksi tersebut antara lain di bidang olahan pangan dan minuman, perbengkelan roda dua; kerajinan boneka dan kain perca; konveksi busana muslim dan seragam; daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair, kosmetik dan home care, dan paving block.

"Saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di mushola atau masjid tapi juga menjadi seorang Santripreneur,” ujarnya.

Baca Juga:

Wah, Puncak Bogor Bakal Dilengkapi Rest Area Seluas 7 Hektar


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH