Pentolan KAMI Langsung Ditahan Usai Jadi Tersangka Dugaan Penghasutan Logo Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Foto: Istimewa

Merahputih.com - Polisi menetapkan tiga petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai tersangka. Ketiganya adalah Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat.

Mereka ditangkap terkait demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang berujung ricuh. Selain ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya juga ditahan.

Baca Juga

Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mata ke Mobil Ambulance saat Demo UU Ciptaker

“Namanya sudah ditahan, sudah jadi tersangka,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (14/10).

Anton ditangkap di daerah Rawamangun \12 Oktober 2020. Pada 13 Oktober 2020, polisi menangkap Syahganda di Depok dan Jumhur di Jakarta Selatan.

Syahganda merupakan anggota Komite Eksekutif KAMI. Kemudian, Anton dan Jumhur merupakan petinggi KAMI. Polri berencana merilis kasus tersebut pada Kamis (14/10).

“Besok rencananya akan dilakukan rilis, silakan tanya sejelas-jelasnya,” ucap dia.

Di sisi lain, polisi telah menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka. Kelimanya juga ditangkap terkait aksi menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

KAMI
Foto: KAMI

Polisi menyangka mereka dengan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Dalam kasus ini, oknum KAMI pun dituding telah merencanakan untuk menghasut dan menyebarkan ujaran kebencian berdasar SARA melalui percakapan grup di WhatsApp.

Hasutan tersebut kemudian diduga menjadi pemicu terjadinya aksi anarkis saat unjuk rasa UU Cipta Kerja berlangsung.

"Patut diduga mereka-mereka itu memberikan informasi yang menyesatkan. Kalau rekan-rekan membaca WhatsApp-nya ngeri. Pantas kalau di lapangan terjadi anarki," ucap Awi.

Baca Juga

Kapolres Jakpus soal Tembakan Gas Air Mata ke Perumahan Warga di Kwitang

Awi pun menyebut bahwa dari percakapan tersebut, tergambar jelas rencana yang ingin membawa aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja berakhir ricuh.

"Mereka memang direncanakan sedemikian rupa untuk membawa ini membawa itu, melakukan pengerusakan itu ada jelas semua terpapar jelas," kata Awi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Jumat (5/2): Pasien Sembuh Nyaris Tembus 1 Juta
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (5/2): Pasien Sembuh Nyaris Tembus 1 Juta

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 76.373 spesimen

Masyarakat Diminta Berhati-hati dengan Klaim Obat Corona Viral di Medsos
Indonesia
Masyarakat Diminta Berhati-hati dengan Klaim Obat Corona Viral di Medsos

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional memastikan tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa.

Dalam 24 Jam, Terjadi Penambahan 9 Ribu Pasien Corona
Indonesia
Dalam 24 Jam, Terjadi Penambahan 9 Ribu Pasien Corona

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebut, pada Senin (18/1), pukul 12.00 WIB, ada penambahan 9.086 kasus baru.

Menko PMK Imbau Masyarakat Manfaatkan Libur Akhir Tahun dengan Bijaksana
Indonesia
Menko PMK Imbau Masyarakat Manfaatkan Libur Akhir Tahun dengan Bijaksana

Masyarakat mesti memanfaatkan libur Natal dan akhir tahun dengan bijaksana.

Moeldoko Diminta Tak Ancam Rakyat, KAMI: Sikap Represif dan Otoriter Ketinggalan Zaman
Indonesia
Moeldoko Diminta Tak Ancam Rakyat, KAMI: Sikap Represif dan Otoriter Ketinggalan Zaman

KAMI juga mempunyai kepentingan untuk mengingatkan pemerintah

Polisi Doakan Hadi Pranoto Cepat Sehat Biar Segera Diperiksa, Daripada Dijemput Paksa
Indonesia
Polisi Doakan Hadi Pranoto Cepat Sehat Biar Segera Diperiksa, Daripada Dijemput Paksa

Sementara yang ketiga adalah perintah membawa, bukan panggilan lagi

 Juru Bicara Pemerintah: Satu-satunya Jalan Hadapi Virus Corona Yakni Ubah Cara Hidup
Indonesia
Juru Bicara Pemerintah: Satu-satunya Jalan Hadapi Virus Corona Yakni Ubah Cara Hidup

"Mengendalikan penyakit ini kita harus ubah cara hidup. Ini yang kita maksud dengan gaya hidup baru, normal yang baru," terang dia.

Sistem PPDB Dinilai Tidak Adil, Pemprov DKI Diminta Gratiskan Sekolah di Swasta
Indonesia
Sistem PPDB Dinilai Tidak Adil, Pemprov DKI Diminta Gratiskan Sekolah di Swasta

Keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sedang diuji dalam Penerimaan Peserta Didik Baru 2020 (PPDB 2020) ini.

Risma Janji Berikan Pekerjaan untuk Tunawisma agar Bebas dari Kemiskinan
Indonesia
Risma Janji Berikan Pekerjaan untuk Tunawisma agar Bebas dari Kemiskinan

Mereka bisa berusaha, dan mengakses pekerjaan

[Hoaks atau Fakta]: Polisi Gelar Razia Protokol Kesehatan Dengan Denda Rp250 Ribu
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Polisi Gelar Razia Protokol Kesehatan Dengan Denda Rp250 Ribu

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni juga ikut menegaskan bila informasi tersebut adalah hoaks.