Pentingnya TTO, Mak Comblangnya Antara Industri dan Peneliti TTO juga bakal berperan sebagai corong komunikasi. (Foto: Pexels/Pixabay)

HASIL riset yang dilakukan para peneliti tentu sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Apalagi jika riset yang dilakukan mengenai obat-obatan. Penemuan obat untuk penyakit tertentu akan memberikan harapan hidup lebih baik bagi penderita.

Sayangnya di Indonesia, riset yang dilakukan peneliti agak terhambat. Bahkan kurang maju. Riset di Indonesia hanya 'masuk kotak'. Padahal bisa dikatakan ada banyak riset yang dapat dilakukan peneliti. Tapi hasil penelitian mereka enggak bisa diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat luas agar bermanfaat.

Baca Juga: Berapa Sih Harga Penerapan Teknologi VAR? Kok Menpora Kaget

Oleh karena itu, solusi masalah ini ialah perlu adanya Technology Transfer Office (TTO). Dengan demikian, hasil riset dapat dibawa ke ranah komersial.

"Kalau tidak ada TTO, research hanya berujung pada tesis, masuk lemari selesai. Tidak bisa dimanfaatkan masyarakat," ujar Prof. Dr. Budi Wiweko,SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Education Research Institute (IMERI) saat ditemui di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis, (15/8).


Apa itu TTO?

tto
Bahasa Industri dan scientist berbeda. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)


TTO seperti sebuah konsultan yang mempertemukan peneliti dengan Industri. Gampangnya TTO berperan layaknya ‘mak comblang’ dalam sebuah riset. Sebab, pihak industri, dan peneliti memiliki 'gaya' yang berbeda dalam penelitian. Jika industri memikirkan dana dan keuntungan dari penelitian. Sementara peneliti hanya berfokus dengan riset mereka namun belum tentu memiliki kemampuan untuk mewujudkan hasil penelitian mereka ke dalam sebuah produk.

"Bahasa Industri dan scientist berbeda. Industri 'harga obatnya berapa' scientist 'ini obat saya'. Maka dari itu perantaranya TTO," tambah pria yang akrab disapa Iko itu.

Peran TTO

tto
TTO akan menjembatani peneliti dan industri. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

TTO nantinya akan berperan dalam menilai sebuah penelitian. Kemudian, TTO akan mencari Industri untuk mendanai penelitian tersebut. Jadi TTO akan memerantarai dengan mencarikan dana dan partner. TTO pun terkadang juga akan menjemput bola jika menemukan teknologi baru yang lahir dalam penelitian.

TTO juga bakal berperan sebagai corong komunikasi, endorser, perencanaan gambaran bisnis, dan negosiator. Oleh karena itu, supaya TTO bekerja dengan baik, petugas TTO atau TTO Officer harus memiliki portfolio yang bagus di bidang penelitian. Mereka juga harus memiliki kemampuan softskill yang mumpuni agar dapat merangkul Industri dan mempertemukannya dengan peneliti.

"TTO officer yg penting background mereka cukup baik. Mereka memahami proses penelitian seperti apa lalu mereka punya skill komunikasi yang baik. Sehingga mereka bisa berjuang untuk hak peneliti dan bisa merayu industri untuk masuk," tukas Guru Besar termuda FK-UI itu. (ikh)


Baca Juga: Teknologi Fiksi di Dunia Nyata, Forced Fields Salah Satunya

Kredit : digdo


Paksi Suryo Raharjo